Terbit: 4 July 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Kopi adalah salah satu minuman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sebuah penelitian mengklaim bahwa minum kopi dapat membantu mencegah kanker kulit. Seberapa efektif cara tersebut? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut.

Benarkah Rutin Minum Kopi Bisa Mencegah Kanker Kulit?

Minum Kopi dan Kaitannya dengan Kanker Kulit

Penelitian yang terbit di Journal of the National Cancer Institute mengungkapkan, kopi bisa menjadi minuman yang mampu mencegah munculnya kanker kulit dan melanoma. Data penelitian berasal dari NIH-AARP Diet and Health Study.

Penelitian tersebut menemukan bahwa rutin mengonsumsi empat cangkir kopi setiap hari, maka kanker kulit melanoma bisa menurun hingga 20 persen; jika dibandingkan dengan seseorang yang sedikit atau bahkan tidak pernah mengonsumsi kopi. Hanya saja, kopi yang dikonsumsi sebaiknya memiliki kandungan kafein.

Selain mengonsumsi kopi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menurunkan risiko terkena kanker kulit, antara lain: menghindari paparan sinar matahari terlalu sering, menjalankan gaya hidup sehat, hingga menjaga indeks massa tubuh (IMT) yang ideal.

Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Menurunkan Risiko Kanker Prostat? 

Mengombinasikan Antara Minum Kopi dan Olahraga

Mengonsumsi kopi setelah olahraga tidak hanya dapat mengembalikan energi dengan cepat, tetapi juga dapat memberikan efek yang bagus untuk kesehatan kulit.

Minum kopi setelah joging misalnya, ternyata dapat membantu mencegah efek negatif yang ditimbulkan paparan sinar matahari dan mampu membunuh sel pra kanker.

Perlu diketahui, radiasi sinar ultraviolet dari matahari bisa merusak DNA dalam sel kulit. Apabila DNA semakin rusak seiring waktu, sel menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. Kemudian sel ini tumbuh di luar kendali dan akibatnya memicu kanker kulit.

Secara alami, sel pra kanker atau sel kulit yang rusak bisa mati melalui proses apoptosis. Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram secara normal selama proses perkembangan dan penuaan di semua jaringan tubuh.

Bagi orang yang mengonsumsi kopi setelah olahraga, kemungkinan besar memiliki jumlah kematian sel yang paling tinggi. Dengan begitu, perkembangan kanker kulit akibat paparan sinar UV bisa ditekan.

Baca Juga: Minum Kopi untuk Mencegah Diabetes, Efektifkah?

Perlu diketahui, kopi kaya akan vitamin B3 (niasin) berkat pemecahan senyawa utama yang disebut trigonelin. Senyawa trigonelin dapat terurai menjadi niasin setelah kopi dipanggang.

Menurut Skin Cancer Foundation, niasin dapat membantu mencegah kanker kulit nonmelanoma dan mungkin bisa mencegah gangguan kulit lainnya.

Kopi juga mengandung antioksidan seperti polifenol. Senyawa ini dapat membantu melindungi kulit dari sinar UV dan beberapa tanda penuaan yang terkait dengan paparan sinar matahari.

Menurut hasil penelitian di tahun 2015, seseorang yang memperbanyak asupan polifenol dari kopi atau sumber lain, memiliki lebih sedikit bintik penuaan UV di kulit wajahnya.

Pada akhirnya, meskipun terdapat penelitian yang mendukung manfaat kopi untuk mencegah kanker kulit dan masalah kulit lainnya, penting untuk diketahui bahwa penelitian masih terbatas dan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan tersebut.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2018. Does Coffee Have Any Benefits for Your Skin?. https://www.healthline.com/health/coffee-benefits-for-skin. (Diakses pada 14 MAret 2023)
  2. Johnson, Jon. 2018. Eight ways to use coffee on the skin, scalp, and hair. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322875. (Diakses pada 14 MAret 2023)
  3. Warner, Jennifer. Coffee Fights Common Skin Cancer. https://www.webmd.com/melanoma-skin-cancer/news/20111024/coffee-fights-common-skin-cancer. (Diakses pada 14 MAret 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi