Terbit: 4 November 2022
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Kanker adalah salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali anak-anak. Kanker yang menyerang anak memiliki banyak jenisnya berdasarkan bagian tubuh yang terkena. Lantas, jenis kanker apa saja yang berisiko terjadi pada anak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenali 9 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Anak

Berbagai Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

Kanker yang menyerang anak umumnya terjadi karena mutasi genetik. Meski begitu, terdapat banyak jenis kanker yang juga dapat menyerang anak. Untuk itu, orang tua harus mengenali jenis kanker pada si Kecil dan gejalanya.

Berikut ini jenis kanker pada anak yang umum terjadi, di antaranya:

1. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker yang terjadi di sumsum tulang belakang. Leukemia disebabkan oleh produksi sel darah putih (leukosit) yang abnormal. Puncaknya, leukosit tidak dapat diproduksi, yang kemudian diikuti terganggunya produksi sel darah merah (eritrosit) dan trombosit.

Tak hanya itu, dampak leukemia juga sampai mengganggu fungsi otak, merusak kulit, limpa, gusi, serta testis.

Gejala leukemia pada anak yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Kulit pucat.
  • Anak rewel.
  • Nafsu makan menurun.
  • Lemah.
  • Demam tanpa sebab yang jelas.
  • Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
  • Pembesaran buah zakar.
  • Kejang sampai penurunan kesadaran.
  • Pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan.
  • Nyeri tulang.

Selain itu, leukemia pada anak biasanya ditandai dengan keengganan anak untuk berdiri dan berjalan; serta cenderung nyaman jika digendong.

2. Limfoma

Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang berkembang ketika sel darah putih (limfosit) tumbuh secara tidak terkendali. Dalam banyak kasus, penyebab limfoma pada si Kecil tidak diketahui dengan pasti.

Limfoma mengakibatkan terbentuknya kelenjar pada bagian tubuh yang terkena sel kanker, seperti di bagian ketiak, selangkangan, dan leher.

Gejala limfoma yang mungkin dikeluhkan anak bergantung pada lokasi limfoma. Meski begitu, gejala setiap anak bervariasi bahkan jika anak memiliki jenis limfoma yang sama.

Adapun gejala limfoma yang paling umum pada anak-anak, antara lain:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang keras dan tidak nyeri; biasanya di leher, bawah lengan, atau di selangkangan.
  • Demam berulang.
  • Keringat berlebih di malam hari.
  • Penurunan berat tanpa sebab yang jelas.
  • Kelelahan terus-menerus dan kekurangan energi.
  • Gatal atau ruam.
  • Batuk kronis atau sesak napas akibat pembengkakan kelenjar getah bening di dada.
  • Penyumbatan usus akibat pembengkakan kelenjar di perut.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang menyerang sel saraf yang belum matang. Kanker ini dapat menyerang embrio atau janin yang terkena paparan radiasi maupun zat kimia berbahaya lainnya. Kondisi ini biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun dan jarang terjadi pada anak di atas usia 10 tahun.

Neuroblastoma paling sering muncul di dalam dan sekitar kelenjar adrenal; yang mirip dengan sel saraf dan berada di atas ginjal. Namun, jenis kanker ini juga dapat berkembang di area lain seperti di perut, dada, leher, dan dekat tulang belakang.

Gejala neuroblastoma yang dapat dikenali, antara lain:

  • Pendarahan di sekitar mata
  • Mata menonjol.
  • Nyeri tulang.
  • Perut terasa penuh.
  • Diare.
  • Kelopak di satu mata menurun.
  • Kontraksi pupil.
  • Mata kering.
  • Pembengkakan di leher.
  • Nyeri.
  • Lumpuh.
  • Gangguan fungsi kandung kemih dan usus.

4. Kanker Tulang

Kanker tulang atau osteosarcoma adalah jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak dan remaja antara usia 10 sampai 20 tahun. Kanker ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Penyebab osteosarcoma tidak diketahui, tetapi faktor genetik mungkin menjadi sumber pemicunya. Kanker ini biasanya menyerang tulang pipih (ewing sarcoma), ujung tulang pipa kaki dan tangan.

Jika anak Anda mengalami nyeri pada tulang, terutama pada malam hari, segera periksakan diri ke dokter karena bisa saja ini pertanda kanker tulang. Gejala lain dari kanker tulang, antara lain:

  • Kekakuan atau nyeri tekan di lokasi tumor.
  • Nyeri semakin memburuk seiring waktu.
  • Pembengkakan atau massa di sekitar tulang yang terkena.
  • Penurunan keterampilan motorik, termasuk kesulitan berjalan atau pincang.
  • Tulang rapuh yang dapat menyebabkan patah tulang.
  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan.
  • Anemia.

Baca Juga: Kanker: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

6. Kanker Mata

Kanker mata atau retinoblastoma adalah salah satu kanker pada anak yang tergolong langka. Umumnya, jenis kanker ini menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Retinoblastoma dapat menyerang satu atau kedua mata. Apabila terjadi pada kedua mata, biasanya didiagnosis sebelum anak berusia 1 tahun. Sedangkan jika terjadi pada 1 mata, cenderung didiagnosis antara usia 2 hingga 3 tahun.

Adanya keganjilan pada mata seperti mata memerah hingga mata memantulkan cahaya putih saat terkena paparan cahaya bisa jadi merupakan gejala retinoblastoma.

Gejala kanker mata lainnya:

  • Mata juling.
  • Perubahan warna iris pada 1 mata.
  • Mata meradang, meskipun anak tidak mengeluh sakit apa pun.
  • Penglihatan yang buruk.

Jika diketahui lebih awal, kanker mata sering kali berhasil diobati.

7. Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma (RMS) adalah jenis kanker langka yang tumbuh pada jaringan lunak, khususnya jaringan otot rangka atau terkadang organ berongga (seperti kandung kemih atau rahim). Kanker ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak.

Meskipun rhabdomyosarcoma dapat terjadi di mana saja di tubuh, tetapi lebih mungkin dimulai di bagian tubuh tertentu, antara lain area kepala, leher, kandung kemih, sistem reproduksi (vagina, rahim, testis), tangan, dan kaki.

Gejala kanker ini bergantung pada lokasinya, seperti di area kepala atau leher yang ditandai dengan gejala seperti:

  • Sakit kepala.
  • Mata menonjol atau bengkak.
  • Pendarahan di hidung, tenggorokan, atau telinga.

Apabila kanker terjadi di saluran kemih atau sistem reproduksi, berikut ini tanda dan gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Kesulitan buang air kecil dan darah dalam urine.
  • Massa atau pendarahan di vagina atau rektum.
  • Kesulitan buang air besar.

8. Nephroblastoma

Nephroblastoma atau Wilms tumor adalah jenis kanker pada anak yang berkembang di organ ginjal. Kanker ini umumnya dialami oleh anak usia 3-4 tahun.

Wilms tumor biasanya terjadi hanya pada satu ginjal, meskipun terkadang dapat terjadi pada kedua ginjal secara bersamaan.

Gejala jenis kanker ini sangat bervariasi dan beberapa anak tidak menunjukkan gejala yang jelas. Tetapi sebagian besar penderitanya mengalami massa perut yang bisa dirasakan, pembengkakan perut, dan sakit perut.

Tanda lainnya yang perlu dikenali, termasuk:

  • Demam.
  • Darah dalam urine.
  • Mual atau muntah.
  • Sembelit.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

9. Karsinoma Nasofaring

Karsinoma nasofaring adalah kanker yang terjadi di nasofaring, yang terletak di belakang hidung dan di atas bagian belakang tenggorokan (faring). Jenis kanker pada anak ini jauh lebih sering terjadi di Asia Tenggara.

Kondisi ini sulit dideteksi secara dini karena nasofaring tidak mudah diperiksa dan gejalanya mirip dengan kondisi lain. Oleh sebab itu, kenali gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Darah di air liur.
  • Mimisan.
  • Hidung tersumbat atau telinga berdenging.
  • Gangguan pendengaran.
  • Infeksi telinga yang sering.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.

Baca Juga: 5 Jenis Kanker yang Membuat Anda Mimisan Terus-menerus

Gejala Kanker pada Anak yang Umum Terjadi

Kanker pada anak tidak memiliki gejala khusus karena tergantung pada bagian tubuh yang terkena. Adapun gejala umum yang bisa menjadi sinyal bahwa sebenarnya anak tengah terserang kanker, antara lain:

  • Berat badan turun drastis. Apabila si Kecil mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera periksa ke dokter. Berat badan anak turun drastis kemungkinan gejala kanker pada anak yang tidak boleh disepelekan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan ini juga ditengarai menjadi salah satu gejala kanker, seperti kanker limfoma non-hodgkin. Leher, ketiak, dada, perut adalah contoh bagian tubuh yang memiliki kelenjar getah bening.
  • Hidung sering mimisan. Hidung berdarah atau mimisan pada anak adalah hal yang sebetulnya wajar, mengingat pembuluh darah di bagian depan hidung masih tipis. Namun, jika sering terjadi bisa menandakan gejala kanker.
  • Sesak napas. Sekira 40 persen gejala leukemia ditandai oleh sesak napas. Oleh sebab itu, segera bawa anak ke dokter jika mengalami hal ini.
  • Sakit kepala. Kondisi ini ternyata jadi salah satu gejala kanker pada anak. Hal ini dikarenakan adanya tumor di otak menyebabkan organ tersebut mengalami tekanan yang kemudian mengakibatkan kepala terasa sakit.
  • Gejala lainnya. Kanker juga umumnya menimbulkan gejala lain, termasuk luka yang tak kunjung sembuh, kejang, mudah letih, dan penglihatan terganggu.

Sementara itu, kanker pada anak yang disebabkan oleh mutasi gen sulit untuk mengobati gejalanya. Mutasi gen adalah efek dari ketidakmampuan sel dalam menghambat pertumbuhan sel abnormal. Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI), angka kejadian kanker anak usia 0-17 tahun sebanyak 9 dari 100 ribu anak.

 

  1. Anonim. 2022. Nasopharyngeal carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasopharyngeal-carcinoma/symptoms-causes/syc-20375529. (Diakses pada 4 November 2022)
  2. Anonim. 2020. Wilms’ tumor. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wilms-tumor/symptoms-causes/syc-20352655. (Diakses pada 4 November 2022)
  3. Anonim. 2022. Rhabdomyosarcoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rhabdomyosarcoma/symptoms-causes/syc-20390962. (Diakses pada 4 November 2022)
  4. Anonim. 2022. Retinoblastoma (eye cancer in children). https://www.nhs.uk/conditions/retinoblastoma/. (Diakses pada 4 November 2022)
  5. Anonim. Osteosarcoma (Bone Cancer in Children). https://www.chop.edu/conditions-diseases/osteosarcoma-in-children. (Diakses pada 4 November 2022)
  6. Anonim. Childhood lymphoma. https://www.leukaemia.org.au/blood-cancer-information/types-of-blood-cancer/childhood-blood-cancers/childhood-lymphoma/. (Diakses pada 4 November 2022)
  7. Anonim. 2020. Neuroblastoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neuroblastoma/symptoms-causes/syc-20351017. (Diakses pada 4 November 2022)
  8. Anonim. 2018. Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenali-gejala-dini-kanker-pada-anak. (Diakses pada 4 November 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi