Terbit: 5 May 2022
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Mata juling pada bayi adalah kondisi saat kedua matanya tidak selaras. Kondisi ini umum terjadi pada bayi karena otot mata tidak bekerja secara seimbang atau disebabkan karena faktor lainnya. Simak penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa itu Mata Juling pada Bayi?

Mata juling yang terjadi pada bayi adalah kondisi di mana kedua matanya seperti tidak memandang fokus pada satu titik. Satu mata seperti melihat lurus pada satu objek sementara mata lainnya melirik ke bawah atau arah lainnya. Kondisi ini dapat membentuk satu bola mata tampak vertikal lebih tinggi dari mata lainnya.

Mata juling disebut juga dengan strabismus. Keadaan ini umum dialami pada bayi dan dapat terjadi secara konstan atau hanya sewaktu-waktu. Terdapat banyak faktor terjadinya mata juling pada anak, yaitu:

  • Pseudoesotropia atau juling palsu pada bayi di mana bayi lahir dengan lipatan pada sudut dalam matanya sehingga terlihat seperti juling, padahal tidak.
  • Otot mata bayi tidak bekerja secara seimbang atau otot mata dan otak masih berkembang dan belajar untuk dapat bekerja sama.
  • Kemungkinan kelainan genetik atau gangguan mata lainnya.

Terdapat sekitar 3 % kasus mata juling umumnya terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Setelah usia 6 bulan, bayi dapat melihat dengan normal apabila tidak memiliki gangguan atau kelainan genetik mata, serta penglihatannya dilatih dengan baik oleh orang tua.

Bila kondisi ini tetap terjadi hingga bayi berusia lebih dari 6 bulan, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Bila dibiarkan, mata juling dapat memicu penyakit lain seperti amblyopia atau mata malas.

Jenis Mata Juling

Berikut ini adalah jenis mata juling berdasarkan cara mata berputar, yaitu:

  • Hipertropia: Mata juling ketika mata berbalik ke atas.
  • Hipotropia: Mata juling ketika mata berbalik ke bawah.
  • Esotropia: Mata juling ketika mata berputar ke dalam.
  • Exotropia: Mata juling ketika mata berputar keluar.

Jenis-jenis mata juling tersebut dapat diobati kapan saja sebelum periode kritis terjadi, namun lebih cepat lebih baik.

Penyebab Mata Juling pada Bayi

Penyebab kondisi ini tidak diketahui dengan pasti. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko mata juling, yaitu:

  • Penyakit bawaan dari lahir.
  • Riwayat penyakit keturunan keluarga.
  • Lesi pada saraf kranial.
  • Efek dari mata rabun jauh.
  • Efek dari miopi atau rabun dekat.
  • Astigmatisme, lengkungan kornea yang tidak sesuai.

Pada anak di atas usia 2 tahun, mata juling dapat terjadi karena mata tidak memiliki kemampuan untuk memfokuskan cahaya atau disebut juga dengan kesalahan bias.

Faktor lain yang menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • Hydrocephalus yaitu penumpukan cairan serebrospinal di sekitar otak.
  • Akibat dari infeksi virus tertentu seperti campak.
  • Sindrom genetik seperti Noonan Syndrome dan Down Syndrome.
  • Gangguan saraf mata dan otak.
  • Retinoblastoma yaitu kondisi kanker mata langka.

Mata juling juga dapat terjadi pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau bayi yang lahir prematur.

Cara Mengatasi Mata Juling pada Bayi

Cara mengatasi kondisi ini akan lebih efektif bila dilakukan lebih awal untuk menghindari risiko komplikasi gangguan mata lainnya seperti amblyopia atau mata malas.

Berikut ini adalah beberapa pilihan perawatan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menggunakan kacamata: Apabila mata juling disebabkan oleh rabun jauh, dianjurkan untuk menggunakan kacamata khusus.
  • Penutup mata: Menggunakan eye patch khusus pada mata yang tidak juling selama beberapa jam agar mata juling dapat melatih otot-otot mata.
  • Tetes mata: Tetes mata khusus yang diresepkan oleh dokter untuk mata yang tidak juling agar pandangannya kabur sehingga mata juling melatih fokusnya.
  • Suntikan ke otot mata: Suntikan agar otot mata lemah sehingga mata tampak selaras.
  • Pembedahan: Bila semua cara tidak berhasil, pembedahan mungkin dilakukan untuk mengatur kontrol dan fokus otot mata.

Selain itu, cara mengatasi mata juling pada bayi yang paling dianjurkan adalah dengan melatih otot-otot mata di rumah dengan memandang satu objek.

Latihan Otot Mata pada Anak

Seperti yang sudah disebutkan, latihan otot mata sangat efektif untuk mencegah mata juling pada anak dan dewasa. Cara ini disebut home-based pencil pushups (HBPP) yaitu latihan fokus mata dengan melihat pensil.

Cara melakukan latihan otot mata untuk anak dan dewasa, sebagai berikut:

  • Pegang pensil di tengah antara mata, dengan jarak sejauh lengan.
  • Pandang dan fokus selama yang Anda bisa.
  • Fokuskan pandangan pada pensil ke arah hidung.
  • Secara perlahan, gerakan pensil ke arah hidung ke bawah hingga gambar pensil tidak terlihat utuh lagi.
  • Pegang pensil pada titik terdekat dari gambar pensil yang dapat Anda gapai.
  • Bila Anda tidak dapat menggapai gambar pensil tersebut, ulangi hingga fokus mata Anda benar-benar terlatih.

Sebuah studi menyatakan bahwa latihan 20 kali home-based pencil pushups (HBPP) setiap hari dapat membantu fokus mata dan menjadi metode terapi mata yang mudah dan murah namun tetap efektif.

Apabila anak Anda memiliki gejala mata juling, Anda dapat melatihnya dengan cara tersebut. Selain itu, jangan memicu anak melihat objek di atas atau belakang, namun cara ini tidak ditujukan untuk bayi.

Sementara itu, penyebab mata juling pada bayi tidak dapat dipastikan namun hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memenuhi nutrisi bayi sejak di masa kehamilan sebagai tindakan preventif awal agar bayi lahir sehat. Anda juga dianjurkan untuk memeriksakannya ke dokter apabila gejala memburuk hingga usia 6 bulan sampai 1 tahun.

 

  1. Anonim. 2017. Squint. https://www.nhs.uk/conditions/squint/. (Diakses pada 19 Desember 2019).
  2. Anonim. 2019. Squint. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/squint. (Diakses pada 19 Desember 2019).
  3. Anonim. 2018. Strabismus (Squint). https://www.singhealth.com.sg/patient-care/patient-education/strabismus-(squint). (Diakses pada 19 Desember 2019).
  4. Anonim. 2019. Childhood squint (strabismus). https://www.rnib.org.uk/eye-health/eye-conditions/squint-childhood. (Diakses pada 19 Desember 2019).
  5. Felman, Adam. 2017. What’s to know about squint, or strabismus?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/220429.php. (Diakses pada 19 Desember 2019).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi