Terbit: 21 April 2022 | Diperbarui: 28 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Pemilik gigi sensitif harus lebih memperhatikan panduan menyikat gigi yang tepat. Sebab, bila aktivitas tersebut dilakukan asal-asalan, nyeri yang cukup tajam pada gigi bisa muncul. Bagaimana tips sikat gigi untuk gigi sensitif? Simak dalam ulasan berikut!

Jangan Asal, Ini 11 Cara Sikat Gigi untuk Gigi Sensitif

Tips Menyikat Gigi untuk Gigi Sensitif

Jika Anda adalah salah satu pemilik gigi sensitif, cara menyikat gigi perlu Anda perhatikan dengan saksama. Dengan begitu, kondisi tidak akan memburuk.

Adapun cara sikat gigi untuk gigi sensitif yang bisa Anda terapkan adalah sebagai berikut:

1. Sikat gigi secara teratur

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi adalah dengan menyikatnya secara teratur. Bagi pemilik gigi sensitif, ini termasuk tindakan penting untuk mencegah perburukan kondisi.

Agar gigi sensitif tidak datang kembali, ADA (American Dental Association) merekomendasikan sikat gigi dilakukan dua kali sehari selama dua menit. Durasi ini dipercaya mampu membersihkan gigi secara optimal.

2. Hindari menyikat gigi terlalu keras

Banyak orang menganggap jika menyikat gigi terlalu keras hingga menekan gigi akan membersihkan gigi secara lebih baik. Namun demikian, hal ini tentu saja tidak benar.

Efek yang muncul malah bisa sebaliknya. Ya, menyikat gigi terlalu keras tidak akan membersihkan gigi, melainkan meningkatkan risiko gigi sensitif. 

Jika tidak berhati-hati, menyikat gigi malah akan menghilangkan lapisan terluar gigi (enamel gigi). Jika lapisan ini terkikis, gigi akan tampak lebih kuning dan gelap.

Tak hanya itu, menyikat gigi terlalu keras juga berisiko menghilangkan gusi. Saraf gusi pun akan terekspos sehingga Anda berisiko sakit gigi.

Baca JugaRasa Ngilu Akibat Gigi Sensitif? Ini 7 Cara Mengatasinya!

3. Gunakan pasta gigi berfluoride

Tips sikat gigi untuk gigi sensitif lainnya adalah memilih pasta gigi yang mengandung fluoride. Kandungan ini dapat membantu memperkuat enamel gigi sehingga melindungi gigi dari asam dan karies gigi.

Jika lapisan terluar gigi menipis, asam akan mudah menyerang. Pada gilirannya, kondisi ini akan menimbulkan kerusakan alias karies. Bila Anda biarkan, kondisi ini akan berujung pada gigi sensitif bahkan gigi berlubang.

Selain itu, fluoride dalam bentuk gel dapat digunakan untuk perawatan gigi sensitif. Dokter gigi akan mengoleskan gel tersebut untuk memperkuat lapisan terluar gigi.

4. Pilih sikat gigi berbulu lembut

Pemilihan sikat gigi lembut untuk gigi sensitif penting untuk Anda perhatikan. Tindakan ini dapat membantu mencegah gusi terluka yang dapat berujung pada gigi sensitif.

Bukan hanya itu, gunakanlah sikat gigi yang memiliki ukuran kepala kecil atau sesuai dengan ukuran rongga mulut Anda. Dengan demikian, sikat mampu menjangkau seluruh area gigi, bahkan yang paling sulit sekalipun.

5. Pilih pasta gigi dengan kandungan potasium nitrat

Selain mengandung fluoride, pastikan pasta gigi untuk gigi sensitif mengandung potasium nitrat. Kandungan ini dinilai mampu mengurangi gejala gigi sensitif.

Menurut penelitian dalam Journal of Clinical and Experimental Dentistry, potasium nitrat efektif dalam mengurangi gejala gigi sensitif, baik sebagai pasta gigi maupun obat kumur.

6. Jangan gunakan pasta gigi dengan pemutih

Tips yang perlu Anda perhatikan berikutnya adalah hindari pasta gigi dengan pemutih abrasif. Penggunaan bahan ini kemungkinan besar akan merusak lapisan terluar gigi.

Apabila Anda terus-menerus menggunakan pasta gigi dengan bahan ini, bukan tidak mungkin kerusakan lapisan gigi tersebut memicu gigi sensitif.

7. Ganti sikat gigi secara rutin

Seberapa sering Anda mengganti sikat gigi? The Centers for Disease Prevention and Control (CDC) merekomendasikan sikat gigi diganti setiap 3 atau 4 bulan sekali.

Selain itu, apabila bulu sikat sudah rusak, atau ada anggota keluarga, bahkan Anda baru sembuh dari sakit, penggantian sikat gigi juga sebaiknya Anda lakukan.

Bulu sikat yang sudah rusak tidak lagi efektif untuk membersihkan gigi. Selain itu, pada kasus anggota keluarga yang sakit, mengganti sikat gigi perlu guna mencegah infeksi virus dan infeksi bakteri. 

8. Rutin melakukan flossing

Agar kebersihan gigi maksimal, jangan lupakan kebersihan sela-sela gigi. Anda bisa membersihkan bagian gigi ini menggunakan dental floss atau benang gigi.

Manfaat flossing dapat membantu membersihkan plak dan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi.

Jadi, menyikat gigi dua kali sehari tidak cukup untuk menjaga kebersihan gigi. Maka dari itu, pertimbangkan untuk melakukan flossing sekali sehari.

9. Hindari langsung menyikat gigi setelah makan

Tips sikat gigi untuk gusi dan gigi sensitif selanjutnya adalah jangan langsung menyikat gigi setelah makan. Pasalnya, hal ini akan berdampak pada kerusakan enamel gigi.

Asam dari makanan yang Anda konsumsi dapat merusak lapisan tersebut.

Lebih baik, tunggu hingga sekitar 30 menit atau satu jam setelah Anda makan. Waktu ini cukup bagi air liur untuk mengembalikan kondisi mulut ke dalam keadaan netral.

Baca JugaCara Mencegah Karies Gigi, Sebelum Tambah Parah

10. Perhatikan teknik menyikat yang benar

Bagi pemilik gigi sensitif, sangat penting untuk memperhatikan teknik menyikat gigi yang benar. Dengan begitu, keluhan nyeri bisa berkurang.

Pastikan untuk menyikat gigi dengan gerakan ke atas dan ke bawah, bukan dari sisi ke sisi.

Selain itu, letakkan sikat gigi dalam sudut 45 derajat dari garis gusi. Hal ini akan membantu bulu sikat menjangkau dan membersihkan gigi secara lebih baik. 

11. Pilih mouthwash tanpa alkohol

Selain memperhatikan penggunaan pasta gigi dan sikat gigi, Anda juga perlu mencermati mouthwash yang digunakan.

Pilihlah produk yang tidak mengandung alkohol. Dengan begitu, risiko iritasi pada gigi yang sensitif akan menurun.

Demikian beberapa cara sikat gigi untuk gigi sensitif. Selain menerapkan tips-tips di atas, jangan lupa periksakan kondisi ke dokter gigi, apalagi jika nyeri yang Anda rasakan terus berlanjut.

 

  1. Anonim. Sensitive Teeth Causes and Treatment. https://jada.ada.org/article/S0002-8177(14)65480-5/fulltext#. (Diakses pada 21 April 2022).
  2. Anonim. 2020. What Can You Do About Sensitive Teeth? https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-sensitivity. (Diakses pada 21 April 2022).
  3. Gotter, Ana. 2018. Why Are My Teeth So Sensitive? https://www.healthline.com/health/sensitive-teeth#. (Diakses pada 21 April 2022).
  4. Haney, Lisa. 2017. Are You Brushing Your Teeth Too Hard? https://www.everydayhealth.com/hs/sensitive-teeth/brush-teeth-too-hard/. (Diakses pada 21 April 2022).
  5. Rodriguez, Diana. 2016. 8 Ways to Relieve Tooth Sensitivity. https://www.everydayhealth.com/hs/dental-health/8-ways-relieve-tooth-sensitivity/. (Diakses pada 21 April 2022).
  6. Salinas, Thomas, J. 2021. What Causes Sensitive Teeth, and How Can I Treat Them? https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sensitive-teeth/faq-20057854#. (Diakses pada 21 April 2022).
  7. Sharma, Sunita., dkk. 2012. Evaluation of The Clinical Efficacy of Potassium Nitrate Desensitizing Mouthwash and A Toothpaste In The Treatment of Dentinal Hypersensitivity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3908806/. (Diakses pada 21 April 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi