Terbit: 31 March 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang perlu diwaspadai oleh wanita. Pada tahap awal, penyakit ini tidak menunjukkan rasa sakit atau gejala khusus. Apa yang bisa dirasakan oleh penderita? Ketahui ciri-ciri lengkapnya dalam ulasan berikut. 

10 Ciri-ciri Kanker Serviks yang Penting untuk Diwaspadai

Ciri-ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menyerang leher rahim. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi HPV (human papilloma virus).

Sebagian besar wanita dengan kanker serviks tidak memiliki gejala sampai kanker telah berkembang ke stadium lanjut. Namun, ada beberapa gejala yang bisa perlu Anda waspadai, di antaranya:

1. Perdarahan Vagina

Perdarahan yang tidak biasa di vagina merupakan salah satu gejala dari kanker serviks yang umum ditemui, sekaligus menjadi gejala stadium awal penyakit ini.

Kondisi ini bisa terjadi usai berhubungan seks, setelah menopause, atau di antara waktu menstruasi.

2. Keputihan yang Tidak Biasa

Selain perdarahan, keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi ciri-ciri kanker serviks. Pada wanita dengan kondisi ini, keputihan menjadi encer, berbau menyengat, dan konsistensi cairan dan teksturnya berubah.

Normalnya, keputihan berwarna putih atau bening dan tidak berbau. Ketebalannya bisa berubah seiring dengan siklus menstruasi pada wanita.

Apabila mendapati keputihan Anda tidak biasa, segera periksakan ke dokter. Pasalnya, kondisi ini bisa saja menandakan gejala penyakit lain.

3. Nyeri saat Berhubungan Seksual

Pada tahap lanjut, kanker serviks juga bisa menyebabkan rasa nyeri panggul ketika Anda berhubungan seksual. Rasa sakit yang dirasakan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga mengganggu aktivitas seksual.

Bahkan penelitian mengungkapkan bahwa penderita memiliki gairah seksual yang lebih rendah sebagai gejala penyakit dan efek samping kemoterapi.

Baca JugaPenyebab dan Cara Mengatasi Vagina Gatal setelah Berhubungan Seks

4. Kelelahan yang Ekstrem

Rasa lelah yang berlebihan muncul karena perdarahan vagina. Kondisi ini membuat tubuh lama-kelamaan kekurangan sel darah merah. Akibatnya, Anda mengalami anemia. Gejala yang khas dari anemia adalah mudah lelah.

Gejala kelelahan bisa menetap dan terus-menerus dirasakan, meskipun Anda sudah mendapatkan istirahat yang cukup.

5. Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri kanker serviks tahap lanjutan berikutnya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. 

Sel-sel kanker yang tumbuh di leher rahim bisa berkembang hingga ke kandung kemih. Akibatnya, Anda bisa mengalami masalah ketika berkemih.

Tidak hanya sering buang air kecil, Anda juga bisa merasakan nyeri saat berkemih. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau penyakit lain. Oleh sebab itu, periksakan ke dokter untuk memastikannya.

6. Pembengkakan pada Tungkai

Penyakit ini dapat menyebabkan benjolan kanker yang kemudian menekan pembuluh darah yang ada di panggul. Kondisi ini dapat menghambat sirkulasi darah ke tungkai.

Oleh karena itu, pembengkakan pada tungkai (seluruh bagian kaki mulai dari pangkal paha hingga ke bawah) menjadi salah satu ciri-ciri kanker serviks.

7. Nafsu Makan Menurun

Kanker serviks yang tersebar ke bagian tubuh tertentu dapat mengakibatkan metabolisme berubah. Akibatnya, terjadi perubahan pada nafsu makan seseorang. Efek lanjutannya adalah terjadinya penurunan berat badan.

Jadi, bila Anda mengalami berat badan turun tanpa alasan yang jelas, waspadai kemungkinan kondisi ini.

8. Masalah pada Pencernaan

Diare, sembelit, atau gangguan pencernaan lainnya bisa menjadi ciri-ciri kanker serviks stadium lanjut yang mesti diwaspadai.

Pembengkakan pada leher rahim bisa menekan rongga perut. Kondisi ini bisa menyebabkan lambung dan saluran pencernaan menjadi tertekan.

Pada akhirnya, seseorang dengan kanker serviks bisa mengalami kenaikan asam lambung, perut kembung, hingga masalah pencernaan.

9. Terdapat Darah pada Urine

Bercak darah pada urine bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Oleh sebab itu, jika mendapati adanya bercak darah pada urine, segera periksakan ke dokter. Pasalnya, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh penyakit ini.

10. Feses dan Urine Keluar dari Vagina

Fungsi vagina kemungkinan bisa terganggu karena kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya fistula, saluran di antara kandung kemih dan vagina atau vagina dan rektum.

Akibat kondisi tersebut, kebocoran urine hingga keluarnya tinja melalui vagina bisa terjadi.

Meski tergolong jarang menimpa, fistula bisa muncul sebagai ciri-ciri kanker serviks tahap lanjut.

Baca Juga10 Penyebab Menstruasi Lama dan Cara Mengatasinya

Pencegahan Kanker Serviks

Setelah mengetahui ciri-ciri kanker serviks, penting untuk melakukan pencegahan terhadap kondisi ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Lakukan Vaksinasi

Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, tetapi dua di antaranya (tipe 16 dan 18) menyebabkan lebih dari setengah kejadian kanker serviks. Vaksin HPV sendiri menargetkan dua jenis tipe tersebut.

Waktu yang ideal untuk mendapatkan vaksin HPV adalah sebelum seseorang aktif secara seksual. Vaksin dapat diberikan ketika anak berusia 11 atau 12 tahun.

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan ingin mendapatkan vaksin HPV, bisa kunjungi apotek Farmaku. Untuk info lebih lanjut klik vaksin HPV Apotek Farmaku Kelapa Gading Square.

2. Gunakan Pengaman saat Berhubungan Seksual

Virus ini menyebar melalui hubungan seksual. Bila Anda mengalami penyakit seksual menular, maka risiko untuk terserang virus ini juga cukup tinggi.

Hindari hubungan seksual secara bebas (tanpa menggunakan pengamanan) karena jika Anda melakukannya, maka risiko terkena kanker serviks akan semakin tinggi.

3. Lakukan Pap Smear dan Tes HPV

Pap smear berguna untuk mendeteksi sel-sel ‘prakanker’ yang mungkin tidak pernah menjadi masalah. Tes ini direkomendasikan dilakukan di usia 21 tahun dan dilakukan setiap 3 tahun sekali.

Bicaralah dengan dokter tentang frekuensi tes yang disarankan berdasarkan usia dan kondisi medis.

Sementara itu, tes HPV bisa dilakukan sebagai kombinasi pap smear. Ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks lebih akurat.

Kombinasi kedua tes tersebut bisa dilakukan setiap lima tahun sekali untuk wanita di atas usia 30 tahun.

Jika Anda sudah aktif secara seksual dan terlalu tua untuk mendapatkan vaksin, metode pencegahan terbaik adalah mengikuti arahan dokter.

4. Terapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai macam penyakit, salah satunya kanker serviks. Sebaliknya, beberapa kebiasaan buruk bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini, misalnya kebiasaan merokok.

Selain itu, Anda juga bisa memperhatikan beberapa hal lain, seperti

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Konsumsi banyak buah dan sayuran.
  • Tidak menggunakan pil KB untuk waktu yang lama.

Baca JugaHal-hal Penting Seputar pH Vagina yang Wajib Diketahui oleh Wanita

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan sebelum Anda mengalami ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Hal ini dilakukan sebagai tindakan untuk mendeteksi dan mencegah kanker sejak dini.

Sementara itu, ketika Anda mencurigai gejala kanker serviks, segera konsultasikan ke dokter. Apalagi jika Anda mengalami perdarahan yang tidak normal. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, maka semakin cepat juga penanganan yang bisa diberikan. 

 

  1. Anonim. 2022. Vaginal Discharge. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/4719-vaginal-discharge. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  2. Anonim. 2020. Controlling Symptoms of Advanced Cervical Cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/advanced/controlling-symptoms-advanced-cervical-cancer. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  3. Anonim. 2021. Can I Prevent Cervical Cancer? https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-prevention. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  4. Anonim. 2022. Understanding Cervical Cancer — Symptoms. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-symptoms. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  5. Anonim. 2022. Cervical Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  6. Anonim. 2022. Cervical Cancer Symptoms. https://www.cancer.gov/types/cervical/symptoms. (Diakses pada 20 Februari 2023).
  7. Appiah, Evans, Osei, dkk. Impact of Cervical Cancer on The Sexual and Physical Health of Women Diagnosed With Cervical Cancer in Ghana: A Qualitative Phenomenological Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8724983/. (Diakses pada 20 Februari 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi