Terbit: 25 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bagi Anda yang memiliki anak kecil di rumah, terkadang emosi dapat melompat keluar kontrol saat menghadapi tingkah unik mereka. Jangan pesimis dulu dan merasa gagal sebagai orang tua, karena ada teknik mindful parenting yang akan membantu menghadapi dinamika ritme masa pengasuhan.

Mindful Parenting, Ini Prinsip dan Cara Penerapannya

Apa Itu Mindful Parenting?

Mindful parenting berasal dari dua kata. Mindful dapat diartikan sebagai sikap menikmati hidup dengan lebih tenang, tidak banyak menghakimi, dan lebih ikhlas. Sedangkan parenting berarti pengasuhan.

Mindful parenting adalah gaya pengasuhan yang menekankan pada penerimaan, tidak menghakimi anak, dan bereaksi atas perilaku mereka setenang mungkin.

Melansir dari situs Gottman Institute, mindful parenting adalah sikap menerima dan mensyukuri kondisi anak, keluarga, serta diri Anda sendiri sebagai orang tua dan manusia. Dengan ketenangan ini, orang tua akan terhindar dari rasa frustasi, stres, dan tertekan dalam menjalankan proses pengasuhan.

Prinsip Mindful Parenting

Pada prinsipnya, gaya pengasuhan ini menekankan kepada tiga faktor:

  • Kesadaran dan perhatian terhadap kejadian yang sedang berlangsung.
  • Pengertian dan empati terhadap perilaku anak.
  • Perilaku positif orang tua, di antaranya tidak menghakimi, menerima, dan tidak membanding-bandingkan dalam merespon perilaku anak.

Dengan tiga prinsip ini, bukan berarti orang tua tidak boleh marah, mengingatkan anak, atau merasakan emosi negatif. Tentu saja boleh, karena itu semua manusiawi.

Hanya saja, orang tua akan lebih tenang dan bereaksi lebih baik. Tanpa amukan, bentakan, apalagi hukuman fisik. Intinya, orang tua akan lebih terkendali dan anak-anak pun secara alami akan mengikuti orang tuanya.

Agar lebih mudah, ketiga prinsip utama di atas dapat dijabarkan ke dalam beberapa poin, yaitu:

  • Mendengarkan. Bukan hanya sekadar mendengar dengan telinga, tetapi dengan perhatian yang terpusat pada anak dan situasi di sekitar saat itu.
  • Penerimaan tanpa penghakiman. Hilangkan ekspektasi yang berlebihan terhadap anak. Ringankan perasaan terhadap kondisi anak.
  • Kesadaran emosional. Artinya orang tua paham apa yang dia rasakan saat ini, mampu mengkomunikasikan kepada anak, serta mengendalikan emosinya dengan baik.
  • Pengaturan diri. Dengan pengaturan diri, orang tua tidak membiarkan emosinya meledak di depan anak-anaknya.
  • Kasih sayang. Orang tua boleh saja bersitegang dengan anak, tetapi tetap menunjukkan kasih sayang mereka. Bersikap empati, berusaha mengerti, serta tidak menyalahkan anak.

Baca Juga: Tiger Parenting: Definisi, Manfaat, Ciri-Ciri, Dampak Negatif, dll

Manfaat Menerapkan Mindful Parenting

Ada banyak manfaat yang didapatkan dari pola pengasuhan ini. Baik untuk anak maupun orang tua. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Meningkatkan kualitas komunikasi orang tua dan anak.
  • Mengurangi rasa cemas yang dialami anak-anak.
  • Mengurangi sikap hiperaktif dan impulsivitas anak.
  • Mengurangi tekanan dan depresi, baik pada orang tua maupun anak-anak.
  • Menjadikan suasana pengasuhan lebih menyenangkan.
  • Mendorong reaksi positif anak seperti lebih patuh, lebih terbuka, lebih percaya diri, dll.
  • Mencegah anak jatuh ke dalam pergaulan yang salah, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku negatif lainnya.
  • Meningkatkan kesehatan mental orang tua dan anak, yang akhirnya juga akan meningkatkan kesehatan fisik.

Baca Juga: 11 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Cara Menerapkan Mindful Parenting

Pengendalian diri dan pola pikir positif adalah kunci dari teknik pengasuhan ini. Untuk memperolehnya, tentu tidak serta merta. Cara menerapkan mindful parenting pun tidak bisa tergesa-gesa. Berikut adalah langkah-langkahnya.

  • Langkah pertama: Tarik napas panjang dan dalam
  • Langkah kedua: Fokuskan pikiran selama Anda menarik napas dan menghembuskannya perlahan-lahan.
  • Langkah ketiga: Sadari emosi negatif yang sedang Anda rasakan. Namun, jangan melepaskan emosi itu. Anda juga tidak perlu menghilangkannya, melainkan berusaha menelaahnya tanpa bereaksi. Momen ini akan memberikan waktu pada diri untuk bersikap lebih bijak.

Setelah Anda mendapatkan ketenangan dan pengendalian diri, barulah berbicara dan menanggapi perilaku anak. Cara lainnya adalah dengan menggunakan metode STOP. Langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Stop. Saat si Kecil bertingkah dan Anda akan bereaksi, maka berhenti sejenak. Hentikan apapun reaksi yang akan keluar dari diri Anda.
  • Tunggu. Beri waktu beberapa saat hingga Anda dapat mengendalikan diri.
  • Tarik napas dalam dan panjang beberapa kali. Tarik dari hidung dan keluarkan dari mulut. Lakukan hingga tubuh terasa lebih santai.
  • Perhatikan. Lihat, observasi, pahami dan kenali bagaimana keadaan yang berlaku saat ini. Bagaimana kondisi anak, kondisi sekitar, juga kondisi pikiran dan emosi Anda.
  • Bereaksi dengan tenang. Merendahkan posisi diri hingga sejajar dengan si kecil dan bicaralah dengan nada rendah tanpa bentakan dan teriakan.

Dari paparan di atas, terlihat perbedaan mendasar mindful parenting dengan gaya pengasuhan lainnya. Jika pola pengasuhan biasanya merupakan cara untuk meraih suatu tujuan, mengajak anak untuk berubah ke arah yang diinginkan orang tua, maka mindful parenting berbeda.

Cara ini lebih menekankan pada tindakan berhenti sejenak dan mundur selangkah lalu menerima kondisi anak. Metode ini berusaha menghargai suatu keadaan dari sudut pandang anak.

Metode lain lebih fokus kepada benar-salah, baik-buruk, atau melatih struktur dan rutinitas. Sedangkan mindful parenting berusaha memfasilitasi anak dengan kecerdasan emosi yang baik. Sehingga kelak mereka dapat menghadapi tekanan kehidupan menggunakan kemampuannya sendiri.

Jangan lupa bahwa anak adalah peniru ulung. Jika orang tua dapat mempraktikkan metode ini dengan benar, anak juga akan menirunya dan menjadi lebih tenang, percaya diri serta kuat secara mental.

 

  1. Headspace. 2021. What is mindful parenting? https://www.headspace.com/mindfulness/mindful-parenting. (Diakses pada 21 Januari 2022).
  2. Marcin, Ashley. 2019. What Is Mindful Parenting? https://www.healthline.com/health/parenting/mindful-parenting. (Diakses pada 21 Januari 2022).
  3. The Gottman Institute. 2021. Mindful Parenting: How to Respond Instead of React. https://www.gottman.com/blog/mindful-parenting-how-to-respond-instead-of-react/. (Diakses pada 21 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi