Terbit: 17 January 2022 | Diperbarui: 18 February 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bukan hanya wanita karir, ibu rumah tangga juga rentan mengalami gangguan mental bahkan bisa lebih parah. Artikel ini akan menjelaskan tentang hal-hal yang menjadi pemicu gangguan kesehatan mental serta tips menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga. Yuk, simak bersama!

11 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Mengapa Ibu Rumah Tangga Rawan Gangguan Kesehatan Mental?

World Health Organization (WHO) dalam laman resminya mendefinisikan mental health atau kesehatan mental sebagai kondisi tubuh yang seimbang dan sehat, baik secara fisik, psikis, spiritual, dan kehidupan bermasyarakat.

Seiring dengan kemunculan berbagai penyakit mental (mental illness), kesehatan mental menjadi salah isu penting yang banyak dibicarakan.

Wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sebenarnya jauh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Pertanyaannya, bukankah ibu rumah tangga pekerjaannya “hanya” di rumah saja? Lantas, mengapa ibu rumah tangga disebut sebagai profesi yang rawan akan gangguan kesehatan mental?

Ibu rumah tangga sangat rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Wujudnya bermacam-macam, bisa berupa stres, depresi, hingga gangguan kecemasan.

Gangguan kesehatan mental ibu rumah tangga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Adanya berbagai permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga, misalnya perbedaan pendapat, konflik internal, serta kurangnya perhatian dan dukungan pasangan dalam mencari jalan keluar untuk permasalahan tersebut.
  • Tekanan dari pihak keluarga dan orang-orang terdekat, misalnya untuk menambah momongan, teknik parenting yang diterapkan, atau bahkan sikap pasangan yang cenderung terus membuat istri merasa terpojok.
  • Kondisi lingkungan sekitar yang kurang mendukung, biasanya hal ini meliputi kesalahan manajemen uang belanja bulanan dan kurangnya pemasukan untuk memenuhi kebutuhan; hingga
  • Proses tumbuh kembang anak yang seringkali menjadi beban bagi istri dalam melakukan hal-hal yang dulu ia sukai.
  • Kelelahan, kurang istirahat, rasa khawatir, atau menjalani tugas rumah tangga sendiri.

Baca Juga: 6 Tips agar Suami Mau Berbagi Tugas Rumah Tangga

Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Ibu yang sehat adalah kunci dari rumah tangga yang sehat. Ketika seorang ibu sehat secara fisik dan psikis, maka ia dapat memberikan jawaban atas segala permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga. Lagipula, bukankah peranan istri yang sesungguhnya adalah seorang penolong yang menguatkan?

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa cara menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga:

1. Mengganti Rutinitas

Langkah paling sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga adalah mengganti rutinitas sesekali. Rutinitas yang dilakukan setiap hari secara terus-menerus cenderung membuat kita mudah merasa bosan.

Cobalah untuk sesekali mengganti rutinitas harian. Misalnya dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi bersantai dengan keluarga, dan melakukan hal-hal positif yang sudah lama tidak dilakukan.

2. Menjaga Kesehatan Fisik

Pepatah lama mengatakan “dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, oleh sebab itu penting juga bagi ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan fisik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan nutrisi atau sesekali melakukan olahraga di rumah.

3. Memberi Waktu untuk Upgrade Diri

Siapa bilang jadi ibu rumah tangga tidak perlu melakukan upgrade kemampuan diri? Bukankah teknik parenting adalah hal yang harus dipelajari secara terus-menerus?

Selain parenting, jika mungkin ada sesuatu yang membuat kalian merasa tertarik untuk mempelajarinya, maka pelajarilah hal itu. Misalnya, belajar memasak, menjahit, merawat kebun, dan sebagainya.

Hal tersebut akan membuat kalian fokus pada rasa jenuh atau bahkan muak terhadap segala pekerjaan rumah yang tiada habisnya.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Naik Motor? Cek Syarat, Tips, dan Risikonya

4. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri

Setiap orang terlahir dengan berbagai kemampuan dan kapasitas yang unik dan berbeda. Mungkin di satu sisi kalian memiliki kekurangan, namun tentunya kalian memiliki kelebihan di bidang yang lain.

Jangan sekali-kali membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau ibu-ibu lain. Sikap seperti ini akan membuat kalian cenderung tidak mudah merasa puas dan dapat memicu depresi.

5. Mulai Mencari Teman atau Komunitas

Salah satu alasan klasik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga adalah kebiasaan memendam masalah.

Alih-alih memendamnya sendiri, Bunda harus banyak komunikasi dan berbagi pada pasangan. Bisa juga menceritakan masalah pada sahabat atau komunitas yang dipercaya untuk saling berbagi cerita dan mendapat masukan baru atau saling membangun satu sama lain.

6. Lakukan Hobi 

Sebelum menjadi ibu rumah tangga, tentunya kalian memiliki sesuatu hal yang membuat kalian merasa bahagia saat melakukannya. Hal tersebut bisa jadi bernyanyi, membaca novel atau manga, nonton drama Korea, atau apapun.

Sesekali selipkan jadwal untuk melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan. Selain menghibur diri, mungkin dari situ kalian bisa menemukan potensi dalam diri yang belum disadari.

7. Luangkan Waktu untuk Me-Time

Melakukan hobi sebenarnya juga merupakan wujud me time alias quality time dengan diri sendiri. Namun yang dimaksud me time disini bukan hanya sekedar mencari hiburan, melainkan lebih kepada pengenalan akan diri sendiri.

Dengan mengenali diri sendiri, maka kalian dapat menemukan cara untuk merangkul diri kalian. Hal ini sederhana, namun seringkali diabaikan. Padahal satu-satunya pribadi yang tak pernah meninggalkan kita sendirian selain Tuhan, ya diri kita sendiri.

8. Berhenti Membandingkan Anak dan Suami

Kesalahan yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga, apalagi ketika berkumpul dalam suatu komunitas, adalah membandingkan anak dan suami dengan orang lain. Sebisa mungkin, hindarilah kebiasaan ini.

Kebiasaan membandingkan ini bisa mengubah sikap kalian menjadi seorang penuntut yang dibenci oleh suami apalagi anak. Belajarlah menerima anak dan suami kalian sebagaimana kalian menerima diri sendiri.

Baca Juga: Waspadai 10 Ciri-Ciri Suami Selingkuh Menurut Psikologi

9. Berhenti Menyalahkan Orang Lain

Meskipun kondisi lingkungan sekitar—terutama tuntutan dari keluarga besar—sebenarnya berdampak besar bagi kesehatan mental ibu rumah tangga, namun menyalahkan orang lain tidak akan dapat menyelesaikan keadaan.

Alih-alih menyalahkan, belajarlah untuk tetap berpikir positif di tengah keadaan sulit yang mungkin sedang kalian alami. Bunda akan menemukan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang membelenggu kehidupan rumah tangga kalian.

10. Berani Beroposisi

Berani beroposisi yang dimaksud disini adalah kalian selaku ibu rumah tangga harus berani menyatakan pendapat dalam segala situasi.

Ingatlah bahwa kerjasama yang positif antara suami dan istri sangat menentukan langkah kalian ke depan dalam mencapai satu tujuan yang telah disepakati.

11. Kunjungi Psikiater atau Psikolog

Terakhir, jika kalian merasakan gangguan kesehatan mental yang tidak dapat kalian atasi seorang diri maka jangan ragu untuk mengunjungi psikiater atau psikolog untuk memeriksakan kondisi kejiwaan kalian.

Berbagi keluh-kesah pribadi ke profesional kesehatan sebenarnya jauh lebih terpercaya karena sudah menjadi janji profesi psikiater atau psikolog untuk tidak membocorkan rahasia permasalahan kliennya.

Tak hanya itu, Bunda juga dapat memperoleh berbagai saran yang mungkin berguna untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental yang tengah dialami.

 

  1. Wagner, Carolyn. 2018. 10 essential ways new moms can support their mental health. https://www.mother.ly/parenting/10-essential-ways-new-moms-can-improve-their-mental-health/. (Diakses pada 25-12-2021)
  2. World Health Organization. 2021. Mental health. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/mental-health. (Diakses pada 25-12-2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi