Terbit: 20 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Dehidrasi adalah kondisi ketika seseorang kehilangan banyak cairan di dalam tubuhnya. Kondisi ini tak hanya menimpa orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalaminya. Kenali tanda, penyebab, dan cara mengatasi dehidrasi pada anak berikut ini.

Seputar Dehidrasi pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Tanda Dehidrasi pada Anak

Sama halnya dengan orang dewasa, dehidrasi pada anak juga terjadi ketika si Kecil kehilangan banyak cairan tubuh sehingga tidak dapat mempertahankan fungsi normalnya.

Dehidrasi memang tidak terlihat dengan jelas. Apalagi anak-anak dan bayi belum bisa mengomunikasikan kondisi tubuhnya.

Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mengenali ciri-ciri dehidrasi pada anak di bawah ini:

  • Mulut kering dan tidak berwarna kemerahan seperti biasanya.
  • Bibir pecah-pecah, bahkan sampai berdarah.
  • Warna urine lebih pekat dan baunya lebih menyengat.
  • Tidak kencing atau mengompol selama lebih dari 6-8 jam. Anak-anak biasanya kencing selama 2-3 jam sekali kalau mereka tidak mengalami dehidrasi.
  • Sering mengantuk, padahal bukan jam tidurnya. Anak-anak biasanya memiliki jam tidur tersendiri dan polanya tetap. Jika anak sering tidur, penyebabnya bisa karena dehidrasi atau sakit.
  • Kulit kering. Kulit tubuh anak menjadi lebih kering dan agak dingin.
  • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
  • Tidak aktif bergerak, padahal biasanya anak tidak berhenti bergerak.
  • Napas anak jadi agak pendek-pendek dan terlihat dalam. Anak akan susah bicara dan napas seperti hilang begitu saja.

Penyebab Anak Mengalami Dehidrasi

Ada beberapa alasan mengapa anak lebih mudah mengalami dehidrasi ketimbang orang yang sudah dewasa. Sejumlah penyebab tersebut, antara lain:

  • Demam yang tinggi. Saat tubuh mengalami demam, tubuh akan melakukan mekanisme pendinginan. Akhirnya air akan dilepas ke kulit agar tidak terlalu tinggi dan memicu kondisi dehidrasi.
  • Muntah. Anak mudah mengalami muntah, khususnya ketika mereka masih berusia kurang dari setahun, misalnya ketika menyusu atau terlalu kenyang.
  • Daya tahan tubuh rendah. Kondisi ini menyebabkan anak mudah sakit akibat terserang bakteri, kuman, dan virus dari luar.
  • Diare. Tak dimungkiri, anak sering makan sembarangan yang pada akhirnya dapat memicu kondisi diare. Kondisi ini membuat tubuhnya kehilangan banyak cairan.
  • Anak malas minum. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dengan cepat di tubuh, apalagi jika si Kecil sedang sakit.
  • Penyakit kronis. Anak pengidap penyakit kronis, seperti diabetes atau gangguan usus, rentan kehilangan cairan tubuh.
  • Cuaca panas dan lembap. Terlalu lama berada di cuaca panas dan lembap dapat menyebabkan anak dehidrasi.

Baca Juga11 Penyebab Anak Tidak Mau Makan yang Orang Tua Harus Waspadai

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak

Jika gejala dehidrasi yang dialami tergolong ringan, penanganan dapat dilakukan sendiri dengan perawatan rumahan.

Berikut ini adalah tindakan yang bisa dilakukan oleh para orang tua saat anak mengalami diare, muntah, atau demam, di antaranya:

1. Berikan Cairan Secukupnya

Cara paling efektif untuk menangani masalah dehidrasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa adalah dengan mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Oleh karena itu, berikanlah si Kecil air minum secukupnya. Tanyakan apakah anak sedang haus. Jika terlihat loyo, segera berikan air putih.

2. Pastikan Anak Mengonsumsi Buah-buahan

Semangka dan melon adalah buah yang memiliki banyak kandungan air. Oleh karena itu, memberikan anak buah-buahan dapat membantu tubuhnya memperoleh asupan cairan yang cukup. Pilihlah buah yang disukai si Kecil.

3. Berikan Saluran Rehidrasi Oral

Apabila dehidrasi pada anak sudah tidak cukup ditangani dengan konsumsi air putih, orang tua bisa memberikan anak larutan rehidrasi oral, seperti Pedialyte.

Cairan ini merupakan campuran air dan garam dalam porsi yang pas sehingga mudah untuk dicerna si Kecil.

4. Lanjutkan Aktivitas Menyusui

Apabila si Kecil yang mengalami dehidrasi masih menyusu, tetap berikan ASI ataupun susu formula seperti biasa. Dengan catatan, anak tidak muntah berulang kali.

Seperti yang diketahui, muntah menjadi salah satu pencetus dehidrasi. Jadi, untuk mengatasi dehidrasi pada anak, menghindari penyebabnya bisa menjadi solusi.

5. Hindari Minuman Berkafein dan Minuman Tinggi Gula

Meskipun harus diberikan cairan yang cukup, bukan berarti Anda dengan bebas memberikan minuman pada si Kecil.

Hindari memberikan anak minum-minuman tertentu, seperti minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan soda, serta minuman tinggi gula.

Penting Anda ketahui, minuman berkafein ataupun minuman tinggi gula dapat memperburuk gejala dehidrasi yang dirasakan anak.

Baca Juga8 Penyebab Anak Muntah di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Anak Dehidrasi

Orang tua sebaiknya mengetahui cara mencegah dehidrasi pada anak. Selain menyiapkan larutan rehidrasi oral di rumah, beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak tidak mengalami dehidrasi, di antaranya:

  • Jika si Kecil sakit, pastikan asupan cairan tubuhnya tetap terpenuhi.
  • Siapkan obat-obatan pereda sakit untuk berjaga-jaga ketika si Kecil mengalami tenggorokan sakit. Obat-obatan yang dimaksud, seperti asetaminofen atau ibuprofen. Konsultasikan kepada dokter anak terkait penggunaan yang aman.
  • Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai dengan usianya. Hal ini dapat membantunya terhindar dari berbagai jenis infeksi.
  • Ajarkan anak cara mencuci tangan yang baik, sebelum makan dan minum, atau setelah menggunakan kamar mandi.
  • Pastikan orang tua mendorong anak untuk minum air yang cukup, sebelum, selama, dan setelah olahraga.

Demikian penjelasan seputar dehidrasi pada anak yang sebaiknya diketahui oleh orang tua. Dehidrasi memang tidak selalu bisa diatasi dengan instan. Namun, pastikan Anda mengenali gejalanya sehingga penanganan bisa segera diberikan.

Jika gejala dehidrasi pada anak memburuk, bahkan setelah diberikan cairan, terdapat darah pada feses anak, si Kecil menjadi rewel dan tidak mau diberi minum, atau diare terus-menerus terjadi, segera periksakan kondisinya ke dokter.

 

  1. Anonim. 2020. Dehydration and Your Child. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/8276-dehydration-and-your-child. (Diakses pada 19 September 2022).
  2. Anonim. 2020. Dehydration. https://kidshealth.org/en/parents/dehydration.html. (Diakses pada 19 September 2022).
  3. Cafasso, Jacquelyn. 2016. The Warning Signs of Dehydration in Toddlers. https://www.healthline.com/health/parenting/signs-of-dehydration-in-toddlers. (Diakses pada 19 September 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi