Terbit: 3 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Spa untuk ibu hamil disebut-sebut memberikan manfaat yang bagus, baik bagi ibu maupun janin. Namun, ibu hamil boleh melakukan spa? Jika boleh, di usia kehamilan berapa? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Spa untuk Ibu Hamil: Manfaat hingga Panduannya

Bolehkah Spa untuk Ibu Hamil?

Ya, wanita bisa melakukan spa saat hamil. Bagaimanapun, spa adalah tempat untuk kesehatan, ketenangan, dan membuat wanita merasa diperhatikan, dan kehamilan adalah waktu yang layak untuk memanjakan diri.

Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal dari spa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik dalam hal perawatan spa maupun penggunaan fasilitas spa. Hal ini untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.

Manfaat Spa untuk Ibu Hamil

Melakukan spa selama kehamilan memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Mengurangi kecemasan dan stres dengan merangsang perubahan endokrin yang mendorong istirahat dan relaksasi dan mendukung keadaan fungsi yang sehat.
  • Meningkatkan sirkulasi darah untuk ibu, plasenta, dan bayi.
  • Mengurangi ketegangan muskuloskeletal dan rasa sakit yang terkait dengan perubahan hormonal, nyeri berat badan, perubahan postur, dan aktivitas sehari-hari.
  • Mengurangi sakit punggung, meningkatkan mood, dan meningkatkan kualitas tidur.
  • Mengembangkan kesadaran sensorik dan gerakan, fleksibilitas, dan relaksasi yang bermanfaat untuk persalinan dan kelahiran.
  • Mengurangi risiko komplikasi kehamilan termasuk persalinan prematur.
  • Mengurangi komplikasi persalinan dan neonatus.
  • Membantu memelihara perilaku ibu dan ikatan ibu/bayi yang lebih kuat.
  • Mengurangi kejadian depresi pascapersalinan, terutama pada wanita yang mengalami depresi selama kehamilan.

Baca Juga: 10 Manfaat Body Spa untuk Kecantikan dan Kesehatan Mental

Panduan Spa untuk Ibu Hamil

Sebelum menjalani perawatan spa, berikut adalah beberapa hal yang perlu ibu hamil ingat:

1. Memilih spa bersertifikat

Carilah pusat perawatan spa yang berada di bawah pengawasan ahli yang terlatih dalam perawatan spa prenatal seaman mungkin. Pastikan untuk selalu memberi tahu staf spa tentang usia kehamilan Anda.

2. Spa hanya baik jika kehamilan berjalan normal

Jika Bunda sedang mengalami komplikasi atau tergolong kehamilan berisiko tinggi, sangat tidak disarankan untuk memanjakan diri di tempat spa.

3. Selalu berkonsultasi dengan dokter

Meskipun sudah memeriksakan kedua kondisi tersebut di atas, Bunda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk menjalani perawatan spa.

Kapan Bisa Melakukan Spa untuk Ibu Hamil?

Waktu terbaik untuk menikmati spa adalah selama trimester kedua kehamilan. Ini merupakan waktu teraman bagi Anda untuk menikmati pelayanan spa.

Beberapa spa mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk tidak menjalani perawatan atau mengikuti kelas olahraga tertentu sampai kehamilan setidaknya 12 minggu.

Bunda mungkin menemukan bahwa beberapa spa juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil lebih dari 32 minggu.

Cobalah cari spa yang stafnya berpengalaman dalam merawat ibu hamil. Beri tahu stafnya tentang usia kehamilan Anda saat memesan jadwal spa. Mereka akan membantu menyesuaikan sesi pelayanan spa sehingga semuanya sangat cocok untuk kebutuhan khusus ibu hamil.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui 

Spa yang Aman untuk Ibu Hamil

Beberapa perawatan spa bisa ibu hamil nikmati sampai melahirkan. Nah, penting untuk mengetahui perawatan spa mana yang aman dan mana yang tidak disarankan selama kehamilan.

Pastikan pula untuk memeriksa bahwa tempat mengikuti protokol COVID-19 dengan cermat sebelum berkunjung.

Berikut ini perawatan spa yang aman untuk ibu hamil:

1. Facial

Facial dapat membantu merawat kulit berbintik-bintik dan kulit dehidrasi atau berjerawat dan mengembalikan kecerahan kulit selama kehamilan.

Sebagian besar perawatan wajah aman selama kehamilan, dengan beberapa pengecualian. Bunda bisa melakukan salah satu dari facial berikut:

  • Hydrating facial
  • Collagen facial
  • Facial oksigen
  • Steam facial
  • Facial LED

Bunda harus menghindari perawatan wajah yang menggunakan bahan-bahan tertentu, seperti retinoid dan asam salisilat, yang dapat masuk ke aliran darah melalui kulit.

Baca Juga: Seberapa Sering Kulit Anda Membutuhkan Facial?

2. Pijat prenatal

Pijat prenatal adalah spa untuk ibu hamil yang sangat aman bahkan pada trimester pertama, selama dilakukan oleh terapis prenatal yang terlatih dan memiliki kehamilan yang normal.

Penelitian yang dilakukan oleh Touch Institute di Miami menyatakan bahwa pijat prenatal dapat meredakan sakit punggung dan meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati.

Pijat teratur juga mengurangi stres dan mengurangi komplikasi persalinan.

3. Akupunktur

Menurut penelitian dalam jurnal medis menunjukkan bahwa selama kehamilan, melakukan akupunktur dapat membantu mengatasi mual di pagi hari, migrain, dan sakit punggung.

Akupunktur juga dapat digunakan untuk menginduksi persalinan yang terlambat.

4. Pijat refleksi

Pijat refleksi adalah salah satu spa untuk ibu hamil, karena aman. Kaki dan tangan pada dasarnya memiliki titik-titik tekanan yang dapat menyebabkan kontraksi dan merangsang persalinan.

Ahli refleksologi yang terlatih dapat dengan mudah menghindari titi-titik tersebut dan sebagai gantinya berfokus pada titik-titik yang meredakan mulas dan gejala kehamilan lainnya.

5. Manikur dan pedikur

Semakin mudah menemukan kuteks tanpa bahan kimia (misalnya DBP, toluena, atau formaldehida) dan tempat spa yang menggunakannya.

Meski disediakan, tetapi rencanakan untuk membawa peralatan kuku sendiri, dan mintalah baskom yang sudah dibersihkan tepat sebelum pelayanan dimulai. Karena teknisi kuku bukanlah ahli pijat refleksi yang terlatih untuk kehamilan, Bunda mungkin ingin memintanya untuk tidak menggosok kaki dan betis.

6. Berendam air hangat

Menurut Dr Evans, penulis The Whole Pregnancy Handbook, tidak masalah untuk berendam di air panas untuk waktu yang singkat, tetapi jika ingin berlama-lama berendam di bak mandi, airnya harus hangat.

Bunda dapat mengetahui suhu air terlalu panas atau tidak ketika berendam. Caranya, jika wajah berkeringat selama berendam, berarti airnya terlalu panas. Untuk itu, segera ubah suhunya dengan menambahkan air dingin agar menjadi hangat.

7. Pijat kaki

Salah satu ketidaknyamanan utama selama kehamilan adalah retensi cairan, terutama di kaki. Jadi, perawatan kaki, seperti pijat kaki lelah yang ditujukan untuk mengatasi kondisi ini, serta pergelangan kaki sakit dan kaki.

Jika memiliki varises baru, sebaiknya tunda perawatan kaki. Varises biasanya membaik tanpa perawatan medis dalam waktu tiga bulan setelah melahirkan.

Spa yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Untuk menjaga kesehatan kandungan dan mencegah gangguan kehamilan, berikut ini perawatan spa yang harus dihindari:

  • Pemandian air panas, ruang uap, sauna. Alasan tidak boleh adalah karena panas dan keringat menyebabkan penurunan aliran darah (dan darah mengendap di kaki), yang berarti bayi mendapat lebih sedikit oksigen.
  • Hidroterapi kontras. Merupakan terapi yang bergantian kolam atau kamar panas dan dingin. Namun, suhu konstan adalah yang terbaik untuk ibu hamil.
  • Body wraps. Teknik perawatan tubuh yang dapat menyebabkan keringat dan meningkatkan suhu tubuh inti.
  • Minyak atsiri (ekstrak tumbuhan terkonsentrasi). Jenis minyak ini tidak dianjurkan selama trimester pertama. Sebaiknya gunakan yang Aman,seperti mawar, lavender, dan chamomile selama diencerkan dua kali jumlah minyak pembawa. Tetapi peppermint, rosemary, sage, dan melati tidak boleh sama sekali, karena memicu kontraksi rahim.

Jadi, ibu hamil dapat melakukan spa yang dapat memberikan banyak manfaat. Namun, pilih spa tertentu yang aman bagi Anda dan si kecil yang masih dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Can I have a spa day when pregnant?. https://www.spabreaks.com/can-i-have-a-spa-day-when-pregnant. (Diakses pada 3 Februari 2022)
  2. Brue, Alexia. 2010. Pregnancy Without the Pause. https://www.spafinder.com/blog/relationships/pregnancy-without-the-pause/. (Diakses pada 3 Februari 2022)
  3. Nair, Anisha. 2018. Are Spa Treatments Safe During Pregnancy?. https://parenting.firstcry.com/articles/are-spa-treatments-safe-in-pregnancy/. (Diakses pada 3 Februari 2022)
  4. Reece, Tamekia. 2021. Spa Treatments During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/looking-good/pampered-parts/spa-treatments.aspx. (Diakses pada 3 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi