Terbit: 11 Maret 2018 | Diperbarui: 28 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Bagi ibu hamil yang mengalami preeklamsia saat hamil, Anda masih perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah setelah melahirkan. Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang mengalami preeklamsia saat hamil cenderung tetap memiliki tekanan darah tinggi setelah melahirkan. Berbahaya kah kondisi ini?

Preeklampsia Masih Bisa Terjadi Setelah Melahirkan Lho!

Apa itu postpartum preeklamsia?

Selama ini ibu hamil mungkin hanya menaruh perhatian pada postpartum preeklamsia yang terjadi saat hamil. Namun sebenarnya postpartum preeklamsia masih bisa terjadi setelah persalinan berlalu. Sebagian besar kasus postpartum preeklamsia tejadi pada 48 jam setelah persalinan bahkan hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Sebuah studi di Belanda pada 200 wanita menemukan bahwa 17,5% wanita mengalami hipertensi terselubung. Tekanan darah mereka dapat menjadi lebih tinggi saat dilakukan pengujian di rumah. Dalam studi tersebut ditemukan bahwa jika hanya dilakukan pembacaan tekanan darah di klinik, dokter dapat melewatkan 56% wanita dengan tekanan darah tinggi.

“Temuan kami menunjukkan bahwa wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan harus terus memantau tekanan darah mereka setelah melahirkan bayi. Jadi bukan hanya penting untuk memantau tekanan darah di kantor, dokter, namun juga pada waktu yang berbeda sepanjang hari dan malam di rumah,” urai Laura Benschop MD, seorang peneliti kebidanan dan ginekologi di Erasmus Medical Center, Rotterdam dikutip dari laman BBC.

Gejala postpartum preeklamsia

Beberapa gejala kondisi postpartum preeklamsia antara lain:
1. Tekanan darah naik hingga 140/90 mmHg atau lebih
2. Sakit kepala dan pusing
3. Pandangan kabur
4. Kaki bengkak
5. Cepat lelah dan lemas
6. Nyeri otot atau persendian

Mencegah postpartum preeklamsia

Untuk mencegah tekanan darah tinggi hingga setelah melahirkan, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
1. Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di rumah dan ketika konsultasi ke dokter. Lakukan pemeriksaan tekanan darah hingga beberapa minggu setelah persalinan.
2. Menjaga berat badan selama kehamilan dan setelah melahirkan.
3. Menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan sehat, berolahraga, serta menghindari rokok dan alkohol.

Tekanan darah tinggi dapat memicu komplikasi lainnya seperti stroke, edema paru hingga kematian. So, jaga kesehatan terus ya Mom!


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi