Terbit: 10 November 2021 | Diperbarui: 11 November 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Positif hamil tapi haid terjadi tiba-tiba mungkin membuat sebagian wanita bingung atau menganggapnya negatif karena kesalahan tes kehamilan. Namun, bisakah wanita hamil mengalami menstruasi? Yuk, simak jawaban selengkapnya berikut ini!

Positif Hamil tapi Haid? Ini Penyebabnya

Mengapa Positif Hamil tapi Haid?

Setelah positif hamil, wanita tidak akan mendapatkan haid. Tetapi wanita yang sedang hamil dapat mengalami pendarahan lain yang mungkin terlihat seperti haid. Misalnya, mungkin sedikit keluar pendarahan ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di dalam rahim. Ini disebut pendarahan implantasi, yang sering kali terjadi sekitar waktu yang sama ketika wanita haid.

Seperti yang sudah kita tahu, menstruasi adalah siklus bulanan wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Haid merupakan proses di mana organ reproduksi bersiap untuk kehamilan. Jika tidak mengalami kehamilan, maka terjadi peluruhan lapisan rahim (endometrium), yang keluar bersama darah dari vagina.

Ini Penyebab Positif Hamil tapi Keluar Darah seperti Haid

Perdarahan yang disalah artikan sebagai haid ketika hamil sebenarnya dapat disebabkan oleh sejumlah faktor berdasarkan semester kehamilan, berikut di antaranya:

1. Semester pertama kehamilan

Bercak selama kehamilan adalah kondisi yang umum terjadi, terutama setelah berhubungan seks, pemeriksaan panggul, atau ultrasonografi (USG) transvaginal. Dalam kasus ini, darah mungkin berasal dari serviks (leher rahim), yang menjadi lunak selama kehamilan dan sedikit meradang atau teriritasi.

Perdarahan juga dapat terjadi sebelum keguguran atau kehamilan ektopik (hamil di luar rahim), tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Sebagian dari wanita hamil yang mengalami pendarahan tidak mengalami keguguran. Jika mengalami kondisi ini, langkah terpenting adalah memberi tahu dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

2. Semester kedua dan ketiga Kehamilan

Selama akhir trimester kedua dan ketiga, berikut ini beberapa penyebab perdarahan selama kehamilan:

  • Plasenta previa

Plasenta previa dapat terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim dan sebagian atau seluruhnya menutupi leher rahim. Kebanyakan wanita tidak merasakan sakit ketika pendarahan.

Kondisi ini terjadi pada 1 dari 200 kehamilan dan memerlukan perhatian medis jika terjadi perdarahan. Plasenta previa biasanya akan sembuh dengan sendirinya, terutama bila didiagnosis pada awal kehamilan. Dalam kasus lain, ini dapat menyebabkan kelahiran prematur melalui operasi caesar.

  • Solusio plasenta

Solusio plasenta dapat terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum atau selama persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak didiagnosis lebih awal.

Penyakit yang jarang terjadi ini biasanya muncul dengan kontraksi yang menyakitkan. Faktor yang dapat meningkatkan risiko solusio plasenta, termasuk ibu yang merokok, penggunaan narkoba, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Persalinan prematur

Persalinan prematur adalah kelahiran yang dimulai sebelum usia kehamilan 37 minggu. Persalinan prematur ditandai dengan beberapa gejala, seperti kontraksi teratur, kram, nyeri punggung, dan peningkatan tekanan panggul. Jika merasa akan melahirkan lebih awal, sebaiknya segera hubungi dokter.

Baca Juga: Gangguan Menstruasi: Gejala, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Cara Membedakan Bercak Kehamilan dengan Haid?

Agar tidak keliru tentang haid tapi positif hamil, penting untuk mengetahui perbedaan bercak kehamilan dan haid.

Membedakannya cukup mudah, bercak di awal kehamilan jauh lebih ringan daripada menstruasi. Bercak tidak berlangsung lebih dari tiga hari, dan wanita mungkin hanya menyadarinya ketika ke toilet. Biasanya bercak tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika siklus menstruasi tidak selalu teratur, mungkin saja sedang dalam proses menstruasi. Cara paling cepat untuk memastikannya adalah dengan tes kehamilan.

Tes kehamilan dapat mendeteksi hormon human chorionic gonadotrophin (hCG). Kadar hCG dapat meningkat dengan cepat setelah implan telur yang dibuahi. Jika mendapatkan hasil negatif, tetapi menstruasi belum dimulai dengan benar, coba lakukan tes lain setelah beberapa hari.

Baca Juga: 7 Penyebab Perdarahan Vagina yang Terjadi Saat Hamil

Kapan Waktu yang tepat Harus ke Dokter?

Jika mengalami perdarahan haid banyak tapi positif hamil atau mengalami tanda-tanda perdarahan selama kehamilan, terutama wanita yang baru pertama kali hamil, Segera hubungi dokter.

Begitu pun jika pendarahan tidak berhenti atau memiliki salah satu dari gejala berikut ini, segera dapatkan perawatan medis:

  • Pembalut penuh setiap jam.
  • Berdarah seperti sedang haid.
  • Mengeluh pusing atau pingsan.
  • Kram atau sakit perut yang berat.
  • Keluarnya jaringan melalui vagina.
  • Perdarahan kapan saja setelah trimester pertama kehamilan.

Itulah kenapa positif hamil tapi haid. Pahami juga perbedaan tanda nyeri haid dan tanda hamil di sini.

 

  1. Anonim. 2016. Bleeding During Early Pregnancy. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/family-resources-library/bleeding-during-early-pregnancy (Diakses pada 10 November 2021).
  2. Anonim. 2017. I’m Pregnant! Why Am I Bleeding?. https://www.premierhealth.com/your-health/articles/women-wisdom-wellness-/i-m-pregnant!-why-am-i-bleeding- (Diakses pada 10 November 2021).
  3. Anonim. 2016. Can You Still Have Your Period If You’re Pregnant?. https://kidshealth.org/en/teens/period-pregnancy.html (Diakses pada 10 November 2021).
  4. Al-Taher, Hamed. Tanpa Tahun. I think I’m pregnant so why am I bleeding?. https://www.babycentre.co.uk/x545274/i-think-im-pregnant-so-why-am-i-bleeding (Diakses pada 10 November 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi