Terbit: 16 November 2021 | Diperbarui: 5 January 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Perut yang panas saat hamil sering dialami pada trimester pertama dan ketiga. Rasa panas terbakar tersebut juga dapat mengakibatkan rasa mual yang teramat sangat. Cek apa saja penyebab dan cara mengatasi perut dan pinggang terasa panas saat hamil muda di sini!

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Panas saat Hamil

Penyebab Perut Panas Saat Hamil

Kehamilan adalah saat yang membahagiakan, namun sering pula efek kehamilan membuat wanita merasa tidak enak badan. Salah satunya adalah perut yang terasa panas. Tetapi jangan khawatir, jika dapat mengetahui penyebab dan cara mengatasi perut panas saat hamil keluhan tersebut tidak akan mengganggu.

Pada umumnya perut yang panas saat hamil disebabkan oleh asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan. Keluhan yang juga disebut heartburn ini sebenarnya tidak membahayakan. Hanya saja efeknya dapat mengganggu aktivitas ibu hamil.

Pada trimester pertama, asam lambung naik ke tenggorokan (fluks) dikarenakan oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Peningkatan hormon progesteron menjadikan katup tenggorokan lebih rileks. Sehingga mudah terdorong oleh asam lambung dari perut.

Sisa asam lambung akan mengakibatkan rasa pahit dan asam di mulut. Juga rasa terbakar di tenggorokan, dada dan perut bagian atas. Selain itu hormon ini juga membuat kinerja perut melambat. Hingga membuat pencernaan terganggu dan ibu hamil merasa mual.

Pada trimester ketiga, hormon tidak lagi menjadi masalah utama. Namun pada masa ini, janin terus tumbuh membesar hingga mendesak beberapa organ dalam ibu. Salah satunya lambung.

Kondisi ini membuat ibu hamil merasa sesak, mudah lapar sekaligus cepat kenyang, serta menekan asam lambung hingga naik ke tenggorokan. Rasa panas pada perut akan semakin terasa setelah ibu menyantap makanan.

 

Cara Mengatasi Perut Panas saat Hamil

Dengan mengetahui penyebab dan mengatasi perut panas saat hamil, ibu dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah panas perut. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut terasa panas saat hamil, termasuk:

1. Perbanyak minum air putih

Air putih dapat melembapkan saluran cerna sebelum menerima makanan. Konsumsi air putih juga dapat mempengaruhi jumlah kalori yang diserap tubuh. Ini juga dapat mengurangi konsumsi lemak dan gula oleh tubuh.

2. Makan dalam porsi kecil namun sering

Makan dalam porsi kecil akan mengurangi jumlah asam lambung yang terpakai dalam proses pencernaan. Makan sesering mungkin dapat membantu menetralisir asam lambung. Selalu sediakan cemilan sehat untuk ibu hamil untuk mencegah ibu hamil merasa lapar.

 

3. Memilih makanan yang ramah lambung

Sebaiknya jangan memakan makanan pedas, asam, atau terlalu berempah. Makanan-makanan tersebut akan membuat asam lambung yang naik ke tenggorokan semakin banyak, juga akan terasa lebih panas dan pedas.

Makanan yang ramah lambung bagi ibu hamil misalnya susu, pisang, yoghurt, kentang, telur, dan ikan. Hindari juga makanan yang dapat memicu kembung seperti kol atau kubis.

4. Berhenti merokok atau minum alkohol

Bagi ibu hamil yang merokok atau masih mengkonsumsi alkohol, maka harus segera menghentikan aktivitas tersebut. Alkohol dan rokok akan meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, alkohol dan rokok akan membahayakan kondisi janin di dalam kandungan.

5. Cobalah mengonsumsi susu

Susu dapat membantu meredakan panas pada lambung dan tenggorokan. Selain bersifat netral, susu juga dapat membantu memenuhi nutrisi ibu hamil. jika susu tinggi lemak membuat mual ibu bertambah, gantilah dengan susu low fat.

6. Tegakkan tubuh setelah makan

Posisi tubuh juga menentukan apakah asam lambung mudah naik ke tenggorokan atau tidak. Usahakan tetap duduk tegak paling tidak hingga 30 menit setelah makan. Posisi berbaring atau duduk menyandar terlalu landi memudahkan asam lambung naik ke tenggorokan.

7. Mengatur posisi tidur

Saat tidur, usahakan memakai bantal atau penyangga lain di bawah punggung. Sehingga posisi kepala lebih tinggi dari lambung. Posisi ini , dibantu oleh gravitasi, akan menyulitkan asam lambung langsung naik ke tenggorokan. Sebaiknya ibu hamil jangan makan paling tidak 2 jam sebelum tidur.

 

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi perut panas saat hamil. Bagaimana jika keluhan tersebut masih terasa? Ada kalanya ibu hamil harus mencari pertolongan medis untuk mengatasi keluhan perut panas. Apalagi jika gejala-gejala berikut mulai terasa:

  • Mual dan panas tidak kunjung hilang dan disertai maag atau sembelit. Padahal telah melakukan tindakan untuk mengatasinya.
  • Tekanan darah ibu hamil naik hingga ke atas batas normal. Panas dan sakit pada perut dan tulang rusuk. Beserta tekanan darah yang tinggi dapat menjadi salah satu tanda preeklampsia. Diperlukan tes lebih lanjut di laboratorium untuk memastikannya.
  • Ibu hamil mengalami kesulitan makan, kerap mual dan muntah parah serta berat badan menurun drastis.

Dokter biasanya memberikan obat anti mual untuk mengatasi rasa mual dan panas pada perut. Beberapa obat yang mungkin akan diresepkan, tergantung kondisi ibu hamil. Misalnya:

  • Ranitidine atau omeprazole, jika kondisi panas disertai maag.
  • Antasida untuk menetralkan asam lambung
  • Alginates untuk mengurangi rasa panas di perut.

Penting bagi ibu hamil untuk memberitahu seluruh simtom yang terasa. Termasuk jika sedang mengkonsumsi obat-obatan anti depresan. Jika ada suplemen kehamilan yang juga diresepkan, jangan dimakan bersamaan dengan antasida. Karena antasida menetralkan kegunaan dari suplemen tersebut.

Degan mengetahui penyebab dan cara mengatasi perut panas saat hamil, ibu akan merasakan kondisi yang lebih nyaman. Sehingga kehamilan pun dapat dijalani dengan lebih menyenangkan.

 

  1. Cleveland Clinic. 2021. Heartburn During Pregnancy. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12011-heartburn-during-pregnancy. (Diakses pada 14 November 2021).
  2. Kids Health. 2019. How Can I Deal With Heartburn During Pregnancy? https://kidshealth.org/en/parents/heartburn.html. (Diakses pada 14 November 2021).
  3. National Health Service. 2021. Indigestion and heartburn in pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/indigestion-and-heartburn/. (Diakses pada 14 November 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi