Terbit: 20 Januari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Bunda, ternyata ada manfaat mengelus perut saat hamil, lho! Salah satunya bagus untuk perkembangan otak janin dalam kandungan. Yuk, simak manfaat lainnya hingga cara mengelus perut hamil di bawah ini!

Manfaat Mengelus Perut saat Hamil Bagus untuk Perkembangan Janin

Apakah Bayi dalam Kandungan Bisa Merasakan Sentuhan dari Luar?

Setelah melewati berminggu-minggu kehamilan, janin dalam kandungan pasti bisa merasakan dan bahkan menikmati sentuhan dari ibunya.

Dalam trimester pertama, janin berada jauh di dalam perut dan dikelilingi oleh banyak cairan ketuban. Tubuhnya yang masih kecil dan masih berkembang, kemungkinan dia belum memiliki kesadaran tentang dunia luar.

Namun, banyak perubahan terjadi pada trimester kedua, yang memungkinkan si Kecil merasakan dan merespons sentuhan dari luar. Untuk itu, akan dibahas terkait manfaat mengelus perut saat hamil di bawah ini.

Para peneliti telah menemukan bahwa bayi pada usia kehamilan 21 minggu menunjukkan respons terhadap sentuhan ibunya dari luar. Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan ultrasound dan mengamati gerakan janin serta detak jantung yang meningkat ketika perut diusap.

Penelitian menunjukkan bahwa saat ibu hamil menyentuh perutnya, ini menghasilkan berbagai respons dari janin dalam kandungan.

Kesimpulannya, penelitian tersebut memastikan bahwa ikatan dan hubungan antara ibu dan janin dimulai di dalam rahim.

Baca Juga: Belly Buds, Speaker Khusus Perut Ibu Hamil untuk Stimulasi Janin

Manfaat Mengelus Perut saat Hamil

Janin dalam perut sudah mulai peka terhadap sentuhan ibu setelah memasuki usia kehamilan 8 minggu. Jadi, ketika ibu mengelus perut, bayi dalam kandungan sudah mulai merasakan sentuhan.

Jika mengelus perut menjadi cara ‘berkomunikasi’ dan merasa lebih dekat dengan janin, ternyata mengelus perut memiliki manfaat bagi janin.

Berikut ini manfaat mengelus perut saat hamil:

1. Menstimulasi bayi agar aktif selama dalam kandungan

Sebuah penelitian oleh para peneliti dari University of Dundee, Skotlandia, menemukan bahwa bayi akan lebih aktif ketika ibu mengelus perutnya. Jika dibandingkan dengan tidak mendapatkan sentuhan, janin tidak memberikan respons apa pun.

2. Membuat bayi merasa nyaman

Indra pertama yang berkembang pada janin dalam kandungan adalah indera peraba. Memasuki usia kehamilan 8 minggu, janin sudah bisa merasakan sentuhan ibunya.

Nah, jika nanti janin rewel di perut, misalnya mulai menendang perut, Bunda bisa mencoba menenangkannya dengan mengelus perut.

3. Membangun ikatan yang kuat dengan bayi

Semakin sering Bunda berinteraksi dengan bayi yang masih dalam kandungan, entah itu melalui sentuhan berupa usapan di perut, berbicara dengannya, atau bahkan bernyanyi, bayi akan semakin mudah mengenalinya ketika si Kecil lahir.

Seiring melakukan kebiasaan tersebut selama kehamilan tentunya dapat mempererat ikatan antara ibu dan bayi.

4. Merangsang perkembangan otak

Janin yang masih dalam kandungan membutuhkan stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya. Untuk itu, ibu perlu memberikan stimulasi, salah satunya berupa sentuhan untuk merangsang perkembangan otak janin.

Agar dapat berkembang dengan baik, otak bayi tidak hanya membutuhkan makanan, tetapi juga stimulasi. Stimulasi paling awal pada bayi dalam kandungan adalah menstimulasi kulit bayi dengan mengelus kulit perut ibu.

Sentuhan lembut terbukti menjadi stimulasi yang bagus untuk perkembangan otak bayi. Dalam beberapa penelitian, rangsangan sentuhan dianggap seimbang, bahkan lebih baik, daripada memberikan rangsangan dengan lagu atau suara kepada bayi dalam kandungan.

Baca Juga: Pengaruh Musik Terhadap Perkembangan Janin

Cara Mengelus Perut Istri saat Hamil

Agar ibu dan bayi dalam kandungan sama-sama memperoleh manfaat mengelus perut saat hamil, maka mengelus perut harus dilakukan dengan cara yang benar.

Berikut ini beberapa langkah cara mengelus perut istri saat hamil:

1. Menggunakan lap lembut

Sebaiknya hindari menggosok area perut dengan tekanan yang terlalu keras dan kuat. Suami Anda dapat menggosok perut menggunakan gerakan lembut dan lambat.

Buatlah gerakan O atau C kecil menggunakan telapak tangan sambil menggosok perut.

2. Mengatur pernapasan

Sambil mengelus perut, sebaiknya atur pernapasan Bunda. Tarik napas dalam-dalam dan embuskan secara perlahan lebih rileks.

Anda juga bisa membayangkan bagaimana rasanya menggendong si kecil sambil mengelus-elus perut untuk memunculkan pikiran positif.

Sentuhan lembut dari ibu saat mengelus perut memberikan banyak manfaat positif baik bagi ibu maupun bayi dalam perut. Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk sering-sering mengelus perut saat hamil.

Baca Juga: 7 Vitamin untuk Ibu Hamil yang Baik bagi Perkembangan Janin

Apakah Bayi dalam Kandungan Merasakan Sentuhan Ayahnya?

Sebenarnya bayi dalam kandungan dapat merasakan sentuhan dari siapa pun, tetapi bayi mulai menunjukkan kecenderungan untuk sentuhan yang familiar, terutama ibunya.

Kehamilan adalah waktunya bagi bayi untuk mengenal orang-orang yang akan menjadi penting baginya ketika sudah lahir.

Nah, kebiasaan mengelus bayi baik oleh Anda maupun suami, ternyata memberikan manfaat yang bagus untuk janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. The Benefits of Rubbing The Stomach During Pregnancy. https://www.todayparents1.xyz/2021/05/the-benefits-of-rubbing-stomach-during.html (Diakses pada 20 Januari 2021)
  2. Dyke, Tara V. 2021. Can Baby Feel When I Rub My Belly?. https://www.bellybelly.com.au/pregnancy/can-baby-feel-when-i-rub-my-belly/ (Diakses pada 20 Januari 2021)
  3. Fernandes, Ruchelle. 2020. A Pregnant Woman Rubbing Her Belly – What Does It Mean?. https://parenting.firstcry.com/articles/pregnant-women-rubbing-their-belly-what-does-it-mean/ (Diakses pada 20 Januari 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi