Terbit: 20 Februari 2018 | Diperbarui: 23 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Vagina kerap menimbulkan bau tidak sedap khususnya saat wanita mengalami keputihan atau menstruasi. Untuk menghilangkan bau ini, wanita kerap menyemprotkan cairan antiseptik atau cairan pembersih lain di bagian luar atau di dalam rongga vagina agar alat kelamin jadi kesat atau tidak ditumbuhi bakteri jahat.

Mengapa Wanita Dilarang Mencuci Vagina saat Hamil

Ternyata, apa yang dilakukan wanita ini tidak terlalu benar. Membersihkan vagina khususnya saat hamil justru membahayakan. Untuk itu, wanita disarankan untuk menghindari douche yang berlebihan atau tidak melakukannya sama sekali.

Kebiasaan mencuci vagina yang salah saat hamil
Kebiasaan mencuci vagina dianggap baik karena bisa membuat area kewanitaan menjadi sehat dan terhindar dari penyakit. Selain itu, wanita yang memiliki vagina yang bersih dan tidak bau juga jadi percaya diri saat akan berhubungan badan dengan pasangannya. Mereka tidak takut saat pasangan melakukan oral atau penetrasi karena bau tidak sedap sudah hilang.

Sebenarnya mencuci vagina boleh-boleh saat baik saat hamil atau tidak. Namun, cara mencucinya harus dibersihkan. Vagina tidak boleh dicuci dengan cairan antiseptik yang mengandung bahan kimia. Kalau Anda menggunakan bahan pencuci ini, vagina akan mengalami iritasi dan berbahaya untuk organ intim hingga mengancam janin yang sedang dikandung.

Dampak buruk mencuci vagina saat hamil
Vagina memiliki flora normal yang bermanfaat untuk wanita. Kalau vagina sering dicuci khususnya saat hamil, flora normal yang mencegah bakteri itu akan mati. Dampaknya, vagina jadi rentan dengan serangan bakteri. Saat flora normal tidak ada, bakteri jadi mudah menginfeksi dan akhirnya membuat vagina jadi gatal hingga mungkin terjadi keputihan tidak normal.

Agar hal ini tidak terjadi dan vagina tetap bersih seperti biasanya, gunakan air hangat untuk mencucinya. Selanjutnya gunakan sabun biasa yang tidak ada kandungan parfum dan antiseptik. Dengan begitu pH dari vagina akan normal dan infeksi yang menyebabkan kelahiran prematur hingga masalah persalinan bisa dihindari.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi