Terbit: 8 May 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Daya tahan tubuh ibu hamil memang cenderung lebih lemah dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan ibu hamil rentan terserang penyakit, termasuk cacar air yang membahayakan kehamilan. Apa bahaya cacar air bagi ibu hamil? Simak dalam ulasan di bawah ini!

Terkena Cacar Air Saat Hamil? Ini Bahayanya bagi Ibu dan Janin

Mengenal Cacar pada Ibu Hamil

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini menular lewat udara, sehingga kadang ibu tidak menyadari jika ia terkena virus tersebut. Bagi ibu hamil yang sudah pernah terkena cacar air, risiko untuk terinfeksi kembali lebih rendah daripada ibu yang belum pernah sama sekali terkena cacar.

Gejala cacar di antaranya demam, nyeri di bagian tubuh, lalu muncul ruam kecil kemerahan. Pada umumnya gejala cacar air akan muncul setelah 14 hari terpapar virus. Setelah muncul ruam, akan muncul bintik-bintik seperti lepuhan yang berisi air yang akan mengering setelah beberapa hari.

Faktor Risiko Cacar Air pada Ibu Hamil

Saat wanita menderita cacar air dalam waktu 20 minggu pertama kehamilan, ada 1 dari 50 kemungkinan bayi mengembangkan cacat lahir. Ini disebut sindrom varicella kongenital. Sindrom ini jarang terjadi jika infeksi terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Risiko yang mungkin terjadi pada bayi, berikut di antaranya:

  • Bekas luka.
  • Kelainan otot dan tulang.
  • Anggota badan cacat dan lumpuh.
  • Cacat intelektual.
  • Ukuran kepala kecil.
  • Kebutaan.
  • Kejang.

Baca Juga: Cacar Air: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Bahaya Cacar pada Ibu Hamil dan Janin

Meskipun cacar air kadang dapat sembuh tanpa efek berbahaya apa pun, namun pada beberapa kasus cacar air termasuk salah satu penyakit berbahaya bagi ibu hamil. Ibu yang mengalami cacar air lebih rentan mengalami komplikasi berupa radang paru, hepatitis, dan ensefalitis atau radang otak.

Selain itu, bahaya cacar air pada ibu hamil tergantung dari usia kehamilan saat ibu mengalami cacar air. Jika cacar air terjadi saat kehamilan kurang dari 20 minggu, maka janin dapat mengalami risiko cacat yang dikenal dengan sindrom varisela kongenital.

Cacat akibat cacar air bisa berupa gangguan penglihatan, ukuran kepala lebih kecil dari normal, timbul jaringan parut di kulit, serta gangguan pendengaran.

Jika cacar air terjadi di akhir kehamilan, maka janin akan berisiko mengalami cacar air segera setelah lahir atau yang dikenal dengan istilah varicella neonatorum. Kondisi ini perlu ditangani serius karena cacar dapat mengalami komplikasi ke berbagai organ.

Baca Juga: Stillbirth (Lahir Mati): Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan

Cara Mengatasi Cacar Air pada Ibu Hamil

Jika Anda terkena cacar air selama kehamilan, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus seperti acyclovir atau valacyclovir.

Antivirus adalah obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Obat-obatan ini tergolong aman dikonsumsi selama kehamilan. Obat antivirus ini bekerja paling baik bila diberikan dalam waktu 24 jam setelah ruam cacar air muncul.

Jika Anda memiliki cacar air dan mengembangkan tanda atau gejala pneumonia, dokter mungkin menyarankan Anda tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan dengan acyclovir melalui infus (melalui jarum ke pembuluh darah).

Baca Juga: Biang Keringat: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Mencegah Cacar Air Selama Kehamilan

Cara yang paling efektif untuk mencegah cacar air adalah dengan melakukan imunisasi varisela sebelum mempersiapkan kehamilan. Bagi ibu hamil yang belum pernah terkena cacar air, cara terbaik mencegahnya adalah dengan menghindari pasien yang terkena cacar air.

Jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan cukup beristirahat. Segera periksakan ke dokter jika mengalami gangguan kesehatan selama kehamilan yang mirip dengan gejala cacar air.

 

  1. Anonim. 2021. Chickenpox during pregnancy. https://www.marchofdimes.org/find-support/topics/pregnancy/chickenpox-during-pregnancy#:~:text=The%20chances%20of%20getting%20chickenpox,pregnant%20or%20early%20in%20pregnancy. (Diakses pada 13 Juli 2023)
  2. Anonim. 2022. Chickenpox (Varicella) and Pregnancy. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/health-library/chickenpox-varicella-and-pregnancy (Diakses pada 13 Juli 2023)
  3. Anonim. 2021. Chickenpox and pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/chickenpox-and-pregnancy (Diakses pada 13 Juli 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi