Terbit: 15 June 2020 | Diperbarui: 23 March 2023
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Banyak ibu yang berbahagia saat hamil 12 minggu karena artinya Anda akan segera memasuki trimester kedua. Hal yang paling istimewa dari memasuki trimester kedua adalah gejala awal kehamilan yang mulai membaik dan berkurang. Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan pada usia kehamilan 12 minggu? Simak selengkapnya di sini! 

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 12 Minggu

Perkembangan Janin saat Hamil 12 Minggu

Perkembangan janin 12 minggu kehamilan tentunya semakin pesat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bayi yang sebelumnya disebut embrio, kini dapat disebut sebagai fetus.

Berikut adalah berbagai perkembangan janin 12 minggu kehamilan:

  • Tubuh Bayi Mulai Terbentuk Sepenuhnya

Pada usia kehamilan dua bulan, perkembangan tubuh bayi sudah memasuki tahap lanjut. Ini menandakan bahwa pertumbuhan selanjutnya bertujuan untuk menyempurnakan tubuh yang sudah terbentuk, termasuk kuku dan pita suara. 

Semua fitur fisik dan bagian tubuh bayi ada ditempat seharusnya sehingga sudah tampak seperti manusia kecil. Tulang termasuk tulang kerangka, tengkorak, dan tulang panjang mulai mengeras. Ukuran bayi di dalam perut kurang lebih sebesar jeruk nipis, dengan panjang sekitar 6-6,5 cm. 

  • Sistem Pencernaan Sudah Bekerja

Selain ukuran bayi yang berubah, pada usia kehamilan 12 minggu sistem pencernaan janin umumnya mulai bekerja.  Hal ini ditandai dengan hati bayi mulai terbentuk, kelenjar hipofisis mulai mengeluarkan hormon, plasenta berfungsi penuh dan sudah mampu mengendalikan produksi hormon yang berfungsi mempertahankan kehamilan. 

Sebelumnya pada minggu 8 usus bayi memanjang ke tali pusat, tapi pada minggu ini mulai tersedia ruang yang cukup pada perut bayi sehingga usus dapat kembali ke perut. Selain itu, sumsum tulang belakang bayi menghasilkan sel darah putih yang menjadi sistem imun bayi. Hal tersebut akan membantu bayi melawan infeksi ketika bayi dilahirkan nanti. 

Pada masa ini pula, hati dan ginjal bayi mulai bekerja. Hati bayi sudah bisa memproduksi sel darah merah. Sedangkan ginjal dapat menyaring dan mengeluarkan kotoran dalam bentuk urine.

  • Detak Jantung Mulai Terasa

Jika pada pemeriksaan sebelumnya ibu belum bisa merasakan detak jantung si Kecil, pada usia kandungan 12 minggu, ibu sudah bisa merasakannya. Kecepatan detak jantung janin usia 12 minggu biasanya sekitar 140-170 detak per menit. Diperlukan pemeriksaan USG agar bisa merasakan detak jantung janin. 

Baca juga: 15 Ciri-ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui

Risiko pada Janin di Kehamilan 12 Minggu

Meski pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan 12 minggu sudah pesat, bayi tetap berisiko mengalami beberapa masalah, yaitu: 

1. Janin Tidak Terdeteksi

Masalah yang kerap ditemukan pada janin usia 12 minggu yakni tidak terdeteksi saat pemeriksaan USG. Penyebabnya kemungkinan: 

  • Keguguran. Tes kehamilan tetap akan menampilkan hasil positif setelah Anda keguguran selama 3 minggu. Hal ini disebabkan adanya hormon hamil yang tersisa. 
  • Kehamilan ektopik. Jenis kehamilan menjadi alasan janin belum terlihat meki kehamilan sudah memasuki usia 12 minggu. Kondisi ini diakibatkan janin berkembang di luar rahim (biasanya di indung telur atau tuba falopi). 

2. Detak Jantung Tidak Terdengar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada usia kehamilan 12 minggu biasanya detak jantung bayi sudah bisa didengar dan dirasakan. Namun, sayangnya pada beberapa kasus kehamilan 12 minggu, suara detak jantung belum terdengar. Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa penyebab, seperti: 

  • Posisi rahim yang tidak wajar, hal ini dikarenakan dokter hanya memeriksa bagian perut yang diperkirakan sesuai dengan lokasi rahim. 
  • Janin bergerak secara aktif, sehingga dokter susah menemukan letak jantung yang tepat. 
  • Ibu mengalami obesitas, membuat lemak menghalangi alat ukur. 
  • Ibu mengalami keguguran, sehingga tidak ditemukan adanya perkembangan janin atau hamil kosong.
  • Hari Perkiraan Lahir (HPL) tidak sesuai, membuat ibu salah memperkirakan atau lupa dengan hari pertama haid terakhir (HPHT). 

Perubahan pada Tubuh Ibu Hamil 12 Minggu

Selain perkembangan pada janin, perubahan pada tubuh ibu juga merupakan hal yang tidak kalah penting untuk disoroti. Berikut adalah berbagai gejala yang mungkin dialami selama hamil 12 minggu:

1. Perut Membesar dan Kenaikan Berat Badan

Bentuk perut hamil 12 minggu semakin terlihat dari minggu sebelumnya. Perut mulai menonjol, bagian atas rahim yang menonjol ini disebut dengan fundus. Dokter dapat merasakannya dengan cara menekan perut tepat di atas tulang kemaluan.

Namun hal ini tidak dapat disamakan untuk semua ibu. Bentuk tubuh ibu, kehamilan pertama atau bukan, dan banyak faktor lain dapat memengaruhi hal ini. Intinya, jika perut sudah terlihat membesar, jangan ragu untuk menunjukkannya dengan pakaian yang sesuai.

Semakin bertambah besar perut karena perkembangan janin dan bertambahnya volume air ketuban, Anda juga tentunya akan mengalami kenaikan berat badan.

2. Perubahan Payudara

Perubahan pada payudara masih terjadi, seperti areola yang bertambah gelap dan sensitivitas yang meningkat sehingga payudara sakit ketika disentuh. Meskipun begitu, sebagian ibu merasakan gejala nyeri pada payudara ini mulai berkurang saat hamil 12 minggu ini.

3. Perubahan pada Kulit

Perubahan pada kulit berupa pigmentasi kulit terjadi pada sekitar 50-70% ibu hamil.

Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak gelap pada beberapa bagian wajah seperti dari dan pipi yang disebut dengan melasma. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Baca juga: Hamil 13 Minggu, Muncul Stretch Marks?

4. Frekuensi ke Kamar Mandi Mulai Berkurang

Minggu ini, frekuensi buang air kecil dapat mulai berkurang karena rahim tumbuh ke atas panggul dan tekanan di kandung kemih berkurang. Namun frekuensi buang air kecil ini biasanya dapat kembali meningkat seiring dengan berkembangnya kehamilan dan kembali terjadi tekanan pada kandung kemih.

5. Mual Berkurang

Perubahan pada tubuh seperti berkurangnya aliran hCG ke seluruh tubuh dan tugas estrogen dan progesteron yang sudah diambil alih oleh plasenta membuat gejala mual dapat berkurang. Namun kondisi ini perlu menjadi perhatian setiap ibu karena bagi sebagian orang, morning sickness dapat bertahan hingga trimester kedua atau bahkan selama kehamilan.

6. Pusing

Pusing atau bahkan pingsan dapat terjadi akibat perubahan aliran darah dalam tubuh. Ketika merasa pusing, segera duduk atau berbaring agar tidak jatuh. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan camilan sehat yang dapat membantu Anda terhidrasi dan meningkatkan gula darah dengan cepat.

7. Perubahan Gairah Seks

Sebagian wanita mendapati gairah seks yang menurun selama kehamilan karena berbagai gejala yang dialaminya.

Namun pada dasarnya perubahan ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa wanita juga merasakan hasrat seksnya justru meningkat, sedangkan sebagian lainnya merasakan dorongan seks yang naik turun selama kehamilan.

Selain gejala-gejala di atas, gejala lain seperti kelelahan, penciuman tajam, gangguan pencernaan, dan produksi air liur meningkat juga terkadang masih bertahan hingga minggu ke 12 ini.

Pemeriksaan Kehamilan

Pada usia kehamilan 12 minggu ini, Anda mungkin sudah memasuki kunjungan prenatal yang kedua. Umumnya pemeriksaan akan lebih singkat daripada pemeriksaan sebelumnya. Apabila di kunjungan sebelumnya dokter belum membahas skrining tentang kelainan kromosom, dokter mungkin akan membahasnya pada minggu ini.

Pemeriksaan lainnya adalah pemeriksaan kehamilan yang umum meliputi:

  • Pemeriksaan berat badan dan tekanan darah.
  • Tes urine untuk mengukur kadar gula dan protein dalam darah.
  • Pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat bayi dan memeriksa detak jantung bayi.

Semua pemeriksaan di atas dilakukan untuk memastikan kehamilan sehat. Beberapa pemeriksaan kehamilan akan dilakukan secara rutin setiap kunjungan, namun terdapat juga beberapa pemeriksaan lain yang dilakukan sesuai kebutuhan.

Memeriksakan kehamilan secara rutin sesuai dengan jadwal yang disarankan oleh dokter adalah hal yang sangat penting. Tujuannya adalah untuk memastikan bayi dan ibu dalam kondisi baik, serta untuk mendeteksi dini jika terdapat masalah pada kehamilan sehingga dapat segera dicarikan solusinya.

Jika Anda menjalani kunjungan prenatal saat hamil 12 minggu dan semuanya berjalan lancar, kunjungan selanjutnya biasanya akan dijadwalkan sekitar minggu 16. 

Tips Kehamilan 12 Minggu

Agar kehamilan 12 minggu ini dapat terlewati dengan nyaman dan menyenangkan, berikut adalah beberapa tips yang bisa ibu terapkan:

1. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Perubahan pada tubuh mengharuskan Anda menyesuaikan pakaian agar dapat beraktivitas dengan nyaman. Jika belum merasa memerlukan pakaian khusus ibu hamil, pertimbangkan untuk menggunakan baju dan celana yang longgar.

2. Lakukan Senam Kegel

Memperkuat otot-otot dasar panggul sangat berguna untuk mempersiapkan persalinan. Latihan dasar panggul atau latihan kegel dipercaya dapat membantu waktu persalinan agar lebih pendek dan pemulihan pasca kelahiran yang lebih cepat.

3. Siapkan Makanan Ringan yang Sehat

Seiring dengan gejala mual yang mulai berkurang, keinginan untuk makan dapat kembali meningkat. Selalu siapkan camilan sehat seperti buah segar, kacang-kacangan, yogurt, hingga keju yang dapat dikonsumsi ketika lapar menyerang. Namun selalu ingat, konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

4. Hindari Rokok dan Alkohol

Sejak pertama kali mendapati bahwa diri Anda hamil, rokok dan minuman beralkohol sudah seharusnya menjadi hal yang dihindari. Tidak hanya di kehamilan 12 minggu ini saja, tapi Anda harus menghindarinya selama kehamilan atau bahkan seterusnya.

5. Hindari Makanan Laut Tertentu

Makanan laut bisa saja mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi, tapi Anda harus bijak dalam mengonsumsinya. Hindari makanan laut mentah dan dibakar karena memiliki potensi membawa bakteri yang berbahaya bagi kehamilan.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter tentang makanan laut apa saja yang baik dikonsumsi selama kehamilan.

6. Tetap Terhidrasi

Jaga asupan cairan tubuh dan cegah dehidrasi. Baik pada saat hamil maupun tidak, dehidrasi adalah kondisi tubuh yang perlu dihindari. Ingat untuk selalu menambahkan asupan cairan –utamakan air putih– terutama ketika Anda beraktivitas dan berkeringat.

7. Jaga Asupan Makanan dan Nutrisi

Selalu jaga asupan makanan sehat dan kenali makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan sebaiknya dihindari. Jangan lupa untuk mengonsumsi prenatal vitamin untuk memenuhi nutrisi selama kehamilan.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat usia kehamilan memasuki 12 minggu. Agar pertumbuhan si Kecil terus optimal, ibu hamil sebaiknya menjaga pola hidup dengan benar dan rutin memeriksakan diri dengan dokter kandungan. Semoga bermanfaat, Teman Sehat!

  1. Anonim. 12 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-12.aspx. (Diakses 23 Maret 2023).
  2. Pevzner, Holly. Week 12 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/12-weeks-pregnant-4158934#self-care-tips. (Diakses 23 Maret 2023).
  3. Roland, James. 2017. 12 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/12-weeks-pregnant#call-your-doctor. (Diakses 23 Maret 2023).
  4. Motosko C Catherine, et al. 2017. Physiologic Changes of Pregnancy: A Review of The Literature. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5715231/. (Diakses pada 23 Maret 2023)

 


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi