Terbit: 7 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mandi air panas atau sauna adalah aktivitas relaksasi yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya membuat tubuh menjadi lebih rileks. Namun, bolehkah melakukan sauna saat hamil? Cek faktanya dalam ulasan berikut ini!

Bolehkah Melakukan Mandi Sauna Saat Hamil?

Bolehkah Mandi Sauna Saat Hamil

Bagi ibu hamil, boleh atau tidak melakukan sauna masih menimbulkan perbedaan pendapat di dunia medis. Sebagian berpendapat ibu hamil sebaiknya tidak melakukan sauna, sedangkan sebagian lagi berpendapat ibu hamil boleh-boleh saja melakukan sauna.

Sauna adalah ruangan yang terbuat atau dilapisi oleh kayu untuk menghasilkan panas kering dengan kelembapan sangat rendah. Sebagian besar ruangan sauna dalam kisaran suhu 82 hingga 90 derajat Celsius. Kelembaban dijaga di bawah 15 persen.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, dr Ollie Jay, Associate Professor di Exercise and Sports Science menyatakan bahwa berendam di air panas atau sauna boleh-boleh saja, namun hal ini harus dibatasi karena bisa menyebabkan ibu hamil mengalami hipertermia dan berdampak buruk bagi janin.

Ketika ibu hamil mengalami hipertermia, tekanan darah akan menurun sehingga terjadi penurunan distribusi oksigen dan zat gizi pada janin. Kekurangan oksigen dan gizi pada janin dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti berat badan lahir rendah, kecacatan pada bayi hingga kematian janin atau keguguran.

Selain itu penelitian lain menyebutkan bahwa melakukan sauna saat hamil juga dapat meningkatkan risiko cacat dan kelainan di tulang belakang pada bayi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr Ollie, perempuan hamil yang melakukan sauna, berolahraga, atau mandi air panas tidak menyebabkan suhu badan ikut meningkat tajam.

“Perempuan hamil aman jika ingin berolahraga aerobik air dalam suhu 28,8 hingga suhu 33,4 derajat Celsius dengan durasi hingga 45 menit. Mereka juga aman jika sauna hingga suhu 70 derajat Celsius dan kelembapan relatif sekitar 15 persen dengan durasi 20 menit. Namun, semua itu tergantung kondisi ibu hamil dan saran dokter,” jelas dr Ollie dikutip dari Telegraph.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Mandi dengan Air Hangat? Cek Faktanya

Risiko Sauna Saat Hamil

Melakukan sauna selama kehamilan berarti akan meningkatkan suhu tubuh yang lebih tinggi dari biasanya. Disamping itu, karena tubuh saat hamil mengalami perubahan hormon yang berat, ini dapat menyebabkan efek samping.

Berikut ini beberapa risiko melakukan sauna saat hamil, antara lain:

1. Peningkatan Suhu Tubuh yang Signifikan

Saat Anda menggunakan sauna, jacuzzi, bak mandi air panas, atau ruang uap, tubuh Anda tidak dapat kehilangan panas secara efektif melalui keringat. Ini berarti suhu inti tubuh Anda naik.

Ada kemungkinan bahwa peningkatan yang signifikan pada suhu inti Anda dapat membahayakan kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama.

2. Pingsan

Jika ibu hamil kepanasan, akan lebih banyak darah mengalir ke permukaan kulit untuk membantu mendinginkan tubuh Anda melalui berkeringat. Itu berarti ada lebih sedikit aliran darah ke organ dalam, seperti otak Anda.

Jika Anda tidak mendapatkan darah dan oksigen yang cukup ke otak, itu bisa membuat Anda pingsan.

Baca Juga: Aturan Mandi untuk Ibu Hamil Sesuai Trimester Kehamilan

3. Dehidrasi

Suhu yang tinggi dalam ruang sauna membuat tubuh berkeringat lebih banyak dari biasanya. Jika melakukan sauna sedang hamil, tubuh Anda mungkin akan kekurangan air. Kombinasi suhu tinggi dan kekurangan air bisa menyebabkan dehidrasi ringan.

Untuk menghindari beberapa gejala ini, pastikan untuk tetap terhidrasi dan berpakaian dengan benar. Jika Anda mulai merasa kepanasan, keluarlah dari sauna sesegera mungkin dan cobalah mendinginkan diri dengan segelas air.

4. Cacat Tabung Saraf

Seperti halnya demam, ruang sauna dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38 derajat Celsius atau lebih tinggi. Ini tidak hanya dapat merugikan tubuh ibu hamil tetapi juga berdampak serius pada janin dalam kandungan.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko cacat tabung saraf dapat meningkat setelah demam alias tubuh tubuh tinggi selama trimester pertama kehamilan.

Cacat tabung saraf adalah kelainan serius pada otak atau sumsum tulang belakang yang dapat membahayakan bayi. Namun, efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bagaimana dengan Anda, Moms? Jika masih ragu untuk melakukan sauna sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.

Ada alternatif lain jika ingin relaksasi dan mengurangi nyeri punggung atau pegal-pegal di tubuh Anda bisa mandi dengan air panas atau melakukan pijat hamil dengan seorang profesional. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2022. Is it safe to use a sauna or jacuzzi if I’m pregnant?. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/is-it-safe-to-use-a-sauna-or-jacuzzi-if-i-am-pregnant/#:~:text=When%20you%20use%20a%20sauna,in%20the%20first%2012%20weeks. (Diakses pada 28 Juni 2023)
  2. Selemin, Julian. 2022. Saunas and Jacuzzis During Pregnancy: What to Know. https://www.webmd.com/baby/saunas-and-jacuzzis-during-pregnancy (Diakses pada 28 Juni 2023)
  3. Wells, Diana. 2016. Sauna and Pregnancy: Safety and Risks. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sauna (Diakses pada 28 Juni 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi