Terbit: 11 December 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Seiring membesarnya perut, pusar ibu hamil yang semula tidak terlihat akan keluar dan menjadi terlihat. Meskipun tidak berbahaya, terkadang pusar yang mencuat keluar bisa menjadi tanda hernia. Ketahui selengkapnya tentang hernia saat hamil mulai dari gejala hingga penanganannya dalam ulasan berikut.

Hernia pada Ibu Hamil: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa itu Hernia pada Ibu Hamil?

Hernia merupakan lubang pada lapisan otot perut yang menyebabkan usus atau jaringan lemak dalam perut keluar dari lapisan otot. Seiring dengan perkembangan janin dalam perut, tekanan pada dinding perut juga ikut meningkat. Akibatnya, lubang yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah dapat menjadi lebih lebar. 

Hernia pada ibu hamil akan ditandai dengan benjolan lunak di sekitar pusar atau area selangkangan. Benjolan ini umumnya terasa sakit dan semakin sakit ketika batuk, bergerak aktif, bersin, atau membungkuk. 

Hernia yang muncul saat hamil sebenarnya bukan kasus yang umum. Sekali hernia muncul, maka kondisi ini tidak bisa diperbaiki hingga ada tindakan medis untuk mengatasinya. 

Apabila Anda diketahui menderita hernia dan sedang hamil, maka segera beritahu dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan untuk mencegah komplikasi kehamilan. 

Baca Juga11 Tips Jalani Trimester pertama untuk Menjaga Kehamilan Sehat

Gejala Hernia pada Ibu Hamil

Tidak semua kasus hernia pada ibu hamil menimbulkan gejala khusus. Pada sebagian kasus, kondisi ini dapat ditandai dengan adanya benjolan di area perut saat berbaring atau menekan area di sekitar benjolan. 

Hernia juga bisa menimbulkan rasa sakit saat ibu hamil terlalu memaksakan diri untuk berjalan cepat, membungkuk, batuk, bersih, tertawa tertawa, atau mengangkat beban berat. 

Keluhan tersebut bisa semakin intens seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Beberapa ibu hamil yang mengalami hernia mengaku menjadi lebih sulit bergerak seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. 

Benjolan hernia umumnya bisa ditekan masuk saat berbaring. Pada beberapa kasus, benjolan ini tidak bisa masuk. Kondisi ini menjadi tanda jaringan yang keluar itu terjebak. Hernia jenis ini bisa mengganggu peredaran darah di area tersebut. 

Beberapa gejala yang dapat muncul saat ibu hamil mengalami hernia, antara lain:

  • Nyeri hebat yang bisa muncul secara tiba-tiba.
  • Sulit buang air kecil dan air besar.
  • Benjolan hernia berwarna kemerahan atau keunguan.
  • Mual dan muntah.

Penyebab Hernia pada Ibu Hamil

Hernia bisa terjadi karena dinding otot yang menjadi lemah. Saat dinding otot lemah, maka jaringan atau organ yang seharusnya tertahan oleh dinding otot menjadi pindah atau keluar dari tempatnya. 

Hernia pada ibu hamil lebih sering ditemukan pada dinding perut. Wanita hamil memang lebih rentan untuk mengalami hernia karena ada peningkatan tekanan pada dinding perut akibat janin yang semakin membesar. 

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami hernia saat hamil, beberapa di antaranya:

  • Memiliki berat badan berlebihan atau obesitas.
  • Hamil pada usia 35 tahun atau lebih.
  • Memiliki riwayat operasi hernia sebelum hamil.
  • Mengandung bayi kembar.
  • Mengalami batuk kronis.
  • Sering mengangkat benda berat.
  • Sering mengejan saat buang air besar akibat sembelit.

Pengobatan Hernia pada Ibu Hamil

Metode penanganan utama untuk hernia adalah operasi. Namun, pada kasus hernia yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun, umumnya operasi tidak dilakukan hingga persalinan.

Operasi hernia bisa dilakukan pada 5 hingga 8 minggu setelah persalinan. Operasi bisa ditunda hingga setahun setelah persalinan, atau hingga tubuh pulih sepenuhnya. 

Apabila hernia menimbulkan rasa tidak nyaman, dokter bisa menyarankan Anda untuk menjalani operasi saat hamil. Operasi ini bisa dilakukan pada trimester kedua kehamilan dan termasuk aman untuk dilakukan saat hamil. 

Apabila Anda menderita hernia dan memiliki rencana untuk hamil, maka dokter akan menyarankan untuk memasang jaring-jaring penguat (hernia mesh) saat operasi dilakukan. Pasalnya, memperbaiki jaringan hanya dengan jahitan tanpa hernia mesh bisa meningkatkan risiko hernia kambuh selama hamil. 

Perlu diingat bahwa penggunaan hernia mesh bisa mengganggu peregangan otot perut, hingga timbul rasa nyeri. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk menunggu 12 bulan jika ingin merencanakan kehamilan setelah operasi hernia.

Apabila Anda menderita hernia dan memiliki rencana melahirkan normal, maka hernia bisa ditangani bersamaan dengan operasi caesar. Hal ini hanya bisa dilakukan bila hernia tidak termasuk dalam kondisi darurat. 

Pencegahan Hernia pada Ibu Hamil

Sulit untuk mencegah kemunculan hernia selama kehamilan. Kabar baiknya kehamilan tidak akan membuat hernia menjadi semakin parah. 

Cara terbaik untuk mencegah hernia adalah membuat kondisi hernita tidak semakin parah. Langkah ini dapat dilakukan dengan menyangga area hernia saat batuk, bersih, dan tertawa. Anda dapat menyangga area ini dengan pakaian desain tertentu atau dengan tangan. 

Baca Juga15 Ciri-ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui

Metode Persalinan Hernia pada Ibu Hamil

Kebanyakan wanita yang mengalami hernia selama hamil dapat menjalani persalinan normal (pervaginam) dengan lancar. Jika hernia berukuran kecil dan tidak membahayakan, maka dokter akan mengizinkan pasien memilih metode persalinan. 

Apabila Anda pernah melahirkan dengan metode operasi caesar atau memiliki hernia yang lebar atau berada di perut bagian bawah, dokter mungkin merekomendasikan metode persalinan operasi caesar. 

Pada kasus yang jarang terjadi, hernia bisa muncul selama persalinan atau sesaat setelah persalinan. Hal ini terjadi karena proses persalinan normal akan memberikan banyak tekanan pada area perut.

Apabila Anda sedang hamil dan mengalami hernia, cobalah tenang dan dan tidak terlalu mencemaskan kondisi ini. Hernia pada ibu hamil tidak akan menyakiti janin dalam kandungan. Anda bisa melakukan konsultasi terkait kondisi yang dirasakan serta tindakan yang perlu dilakukan. 

Walaupun mengalami hernisa, Anda tetap memiliki peluang tinggi untuk memiliki kehamilan serta persalinan yang sehat dan normal. 

 

  1. Anonim. Hernia During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/hernia-during-pregnancy/. (Diakses pada 12 Juli 2023). 
  2. Philips, Quinn. 2018. What to Do if You Get a Hernia During Pregnancy. https://www.everydayhealth.com/hernia/during-pregnancy/. (Diakses pada 12 Juli 2023). 
  3. Williams, Sarah C.P. 2023. Hernia During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/hernia-during-pregnancy-labor/. (Diakses pada 12 Juli 2023). 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi