Terbit: 28 Februari 2018 | Diperbarui: 4 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Memasuki trimester ketiga biasanya Anda sudah mulai mengambil cuti untuk beristirahat dan mempersiapkan persalinan. Namun kadang ada beberapa urusan yang perlu Anda tangani sendiri sehingga mengharuskan Anda untuk menyetir mobil sendirian. Amankah menyetir sendirian saat hamil tua?

Alasan Mengapa Ibu Hamil Tua Sebaiknya Tidak Menyetir Sendirian

Sebenarnya tidak ada aturan pasti mengenai larangan menyetir bagi ibu yang sedang hamil tua. Namun melalui beberapa pertimbangan kondisi ibu hamil, para ahli menyarankan bahwa sebaiknya ibu hamil tua tidak menyetir sendirian. Kondisi tersebut antara lain:

1. Konsentrasi yang buruk
Saat hamil, tubuh Anda mengeluarkan banyak hormon estrogen yang bisa membuat Anda sering mengantuk. Pada beberapa ibu hamil, ada yang merasa mudah mengantuk saat menyetir mobil. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan konsentrasi dan reaksi lambat saat menyetir sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Tegang dan susah rileks
Saat menyetir, Anda perlu konsetrasi penuh pada kondisi jalanan. Kadang Anda menghadapi kendala di jalanan seperti macet, jalan yang sempit, atau jalanan yang ramai sehingga membuat Anda sedikit tegang dan emosi. Kondisi inilah yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada kondisi janin.

3. Ketuban bisa pecah kapan saja
Memasuki kehamilan di atas 37 minggu, Anda perlu waspada karena tanda-tanda kelahiran bisa terjadi kapan saja. Bagaimana jika Anda sedang berada di kemacetan dan tiba-tiba ketuban Anda pecah?

Jika Anda terpaksa harus menyetir sendirian, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, terutama keamanan dan kenyamanan saat berkendara, diantaranya:

1. Gunakan sabuk pengaman
Gunakan sabuk pengaman pada bagian atas tulang selangka, yaitu di bagian leher dan lengan atas. Hindari menggunakan sabuk pengaman bagian bawah tepat di bagian perut. Hal ini dapat memberi tekanan di perut bayi yang membuat tidak nyaman.

2. Waspada nyeri punggung
Jika Anda mengalami nyeri punggung saat hamil, sebaiknya sediakan bantal tambahan untuk membuat posisi duduk terasa nyaman. Anda juga bisa melakukan peregangan ringan untuk melancarkan sirkulasi darah agar terhindar dari nyeri ulu hati atau kram.

3. Atur jarak kemudi
Usahakan jarak antara perut dan kemudi tidak terlalu dekat. Sehingga apabila Anda berhenti mendadak, perut Anda tidak akan terbentur dengan kemudi. Atur jarak kursi dan kemudi hingga Anda dapat menyetir dengan aman dan nyaman.

4. Sediakan minuman dan camilan
Saat menyetir Anda mungkin haus dan lapar. Bawa selalu botol minum dan camilan sehat untuk menghindari dehidrasi dan kelaparan di jalan.

5. Lengkapi surat dan kartu identitas
Bawalah selalu surat-surat penting dan kartu identitas saat berkendara. Agar jika terjadi keadaan darurat, memudahkan proses identifikasi dan penanganan kondisi darurat.

Jika tidak ada risiko kesehatan, ibu hamil sebenarnya cukup aman untuk menyetir mobil sendirian. Namun sebaiknya ada yang menemani atau menggantikan ibu hamil untuk menyetir. Jangan lupa untuk mematuhi aturan lalu lintas dan berhenti menepi jika mengantuk.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi