Terbit: 10 Maret 2018 | Diperbarui: 4 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh ibu hamil adalah bolehkah ibu hamil memiliki hewan peliharaan? Sebuah studi menyebutkan bahwa memelihara hewan memiliki banyak manfaat bagi kondisi kejiwaan, termasuk ibu hamil.

5 Hal yang Perlu Diwaspadai Bumil Terhadap Hewan Peliharaan

Dikutip dari laman psychology today, memiliki hewan peliharaan dapat menumbuhkan kepercayaan diri seseorang, membuat orang tidak merasa kesepian dan merasa lebih bahagia. Namun banyak pendapat mengatakan bahwa ibu hamil sebaiknya menjaga jarak dengan hewan peliharaannya karena dikhawatirkan dapat terkena infeksi parasit toxoplasma gondii yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Toxoplasma gondii menyebabkan infeksi toksoplasmosis pada kehamilan. Banyak yang beranggapan bahwa infeksi ini disebabkan karena bakteri dari kucing, namun sebenarnya tokso juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan mentah atau setengah matang, minum susu kambing yang tidak dipasteurisasai, dan makan bauh atu sayuran yang tidak dicuci.

Dilansir dari laman the bump, agar kehamilan Anda tetap sehat, ada beberapa hal terkait hewan peliharaan yang perlu diwaspadai, yaitu:
1. Jangan membersihkan litter box peliharaan Anda
Saat hamil Anda tidak disarankan untuk mengganti atau membersihkan litter box kucing. Kotoran kucing dapat membawa parasit yang menyebabkan toksoplasmosis. Jika litter box penuh, sebaiknya minta bantuan orang lain untuk mengganti litter box peliharaan Anda.

2. Waspada alergi bulu
Saat hamil kondisi kesehatan ibu dapat berubah menjadi lebih sensitif, termasuk lebih mudah terkena alergi. Jika Anda memiliki alergi bulu hewan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter tentang obat alergi apa yang bisa Anda konsumsi selama kehamilan.

3. Waspada hewan pengerat
Hewan pengerat seperti hamster, kelinci dan tikus dapat membawa virus choromeningitis limfositik yang dapat menyebabkan cacat lahir dan keguguran. Jika Anda memelihara hewan pengerat di rumah, sebaiknya hindari membersihkan kandangnya dan jangan menyentuh air liur, air kencing, darah dan kotorannya.

4. Gigitan dan goresan
Jika Anda memiliki peliharaan anjing yang memiliki perilaku buruk, sebaiknya latih peliharaan Anda untuk tidak menggigit bayi Anda. Jangan biarkan bayi Anda sendirian di kamar dengan anjing peliharaan Anda jika anjing Anda belum terlatih dengan baik. Konsultasikan dengan pelatih anjing tentang cara-cara melatih anjing Anda untuk mencegah kebiasaan menggaruk, menggigit dan menerkam.

5. Selalu jaga kebersihan

Pastikan untuk selalu cuci tangan setelah bermain bersama hewan peliharaan Anda denagn sabun. Bersihkan pakaian Anda dari bulu-bulu hewan yang menempel untuk mencegah peneybaran bakteri dan virus.

Bagaimana Mom, tdak sulit kan untuk menjaga kehamilan sambil tetap bermian bersama hewan peliharaan? Semoga kehamilan Anda selalu sehat ya!


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi