Terbit: 11 Maret 2018 | Diperbarui: 7 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Setelah mengandung selama 9 bulan, Anda tentu sudah tidak sabar untuk menimang bayi kesayangan Anda. Namun banyak para ibu baru yang mengalami kesulitan untuk bisa bonding dengan buah hati mereka. Apa penyebabnya?

4 Penyebab Ibu Susah Bonding dengan Bayi Baru Lahir

Para ibu tentu merasa bahwa 9 bulan berada di perut ibu membuat bayi akan memiliki ikatan lebih dekat dengan ibunya. Kenyataannya, banyak ibu yang merasa panik dan stres saat tidak bisa menenangkan tangisan bayinya. Padahal hal ini merupakan hal yang wajar karena baik ibu dan bayi pun perlu adaptasi satu sama lain.

Dilansir dari laman baby center, ada beberapa kondisi yang menyebabkan orang tua baru sulit bonding dengan bayi, beberapa di antaranya adalah:

1. Adaptasi ibu baru

Saat bayi baru lahir, ibu segera dihadapkan pada tugas baru yaitu menyusui, mengganti popok, belajar memandikan bayi, dan sebagainya. Meskipun sebelumnya para orang tua sudah mendapatkan pelajaran tersebut dengan mengikuti kelas prenatal, namun melakukannya pada anak sendiri tentu memberi pengalaman yang berbeda. Kegiatan ini pun tidak selalu lancar sehingga ibu dan bayi perlu saling beradaptasi.

2. Kelelahan
Ibu baru umumnya sering merasa kelelahan dengan tugas barunya sebagai ibu. Menyusui tengah malam dan mengganti popok, tentunya merupakan kegiatan yang menguras tenaga. Hal ini juga memengaruhi emosi ibu saat bersama si kecil.

Apabila diperlukan, ibu dapat menyampaikan pada ayah atau keluarga lainnya untuk mengabarkan bahwa Anda tidak dapat menerima banyak kunjungan dari teman atau kerabat lain. Gunakan waktu istirahat sebaik mungkin demi menjaga stamina Anda.

3. Kesulitan menyusui
Menyusui memang merupakan hal yang alami, namun banyak juga para ibu yang tidak dapat melakukannya dengan lancar sejak menyusui pertama kali. Ketika Anda merasa mengalami kesulitan menyusui, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter atau bidan yang merawat Anda agar kegiatan menyusui berjalan lancar.

4. Depresi pascapersalinan
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan depresi pascapersalinan. Biasanya hal ini terkait dengan kondisi psikis ibu seperti tekanan dari diri sendiri, keinginan untuk memberi yang terbaik bagi anak, dan sebagainya. Jika Anda mengalami hal ini, maka sebaiknya segera bicarakan dengan pasangan agar dapat saling menjaga si kecil hingga ibu terbebas dari rasa depresi. Dengan demikian, proses bonding ibu dan bayinya dapat dilakukan kembali.

Yang perlu diingat, bayi pasti akan selalu membutuhkan ibunya. Anda perlu lebih santai menghadapi situasi ini dan menanamkan pikiran positif bahwa situasi ini hanya akan sementara. Seiring berjalannya waktu, ikatan antara ibu dan anak akan terbentuk dengan baik dan perasaan ibu dan bayi akan menjadi lebih tenang. Jangan menyerah ya Mom!


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi