Terbit: 18 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sebagian besar pria yang ada di Indonesia sunat karena tuntutan budaya dan juga agama. Namun, beberapa orang ada yang tidak sunat hingga mereka dewasa dan akhirnya menikah dan memiliki anak.

Perbedaan “Rasa” Seks Pria yang Sunat dan Tidak

Nah, terkait masalah sunat dan tidak sunat ada satu pertanyaan yang kerap diajukan oleh banyak orang khususnya wanita. Kira-kira adakah perbedaan rasa saat berhubungan seks pada pria yang sunat dan tidak?

Sensitivitas

Sensitivitas pria yang tidak sunat tentu lebih besar. Saat kulup ditarik ke belakang pria akan mendapatkan rasa geli lebih besar. Pria yang sunat pada awal-awal akan mendapatkan sensitivitas yang sama, tapi seiring dengan berjalannya waktu, permukaan glans akan menebal.

Kenikmatan

Pria yang tidak sunat mendapatkan kenikmatan yang lebih besar ketimbang yang sunat. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan rasa sakit karena gesekan pada kulup yang lebih tebal membuat wanita merasakan sakit.

Rasa sakit

Pria mungkin akan mendapatkan rasa nikmat saat melakukan penetrasi. Namun, wanita akan mendapatkan rasa sakit khususnya pada pria yang sunat. Ketebalan glans pada pria sunat memberikan gesekan yang lebih besar pada wanita.

Untuk mengatasi rasa sakit, pria disarankan menggunakan cairan pelumas yang terbuat dari bahan air. Kalau ingin yang lebih alami, pria disarankan merangsang wanita dengan lebih intens.

Kebersihan

Kebersihan pria yang sunat lebih terjaga meski kebiasaan membersihkan alat vital tetal menjadi hal utama. Pria yang tidak sunat cenderung memiliki kotoran di dalam kulup dalam bentuk smegma.

Peluang infeksi penyakit menular seksual

Terlepas dari kebersihan yang dilakukan, pria yang tidak sunat memiliki lingkungan penis yang tidak sehat. Ruang di antara kulup dan glans cocok untuk tempat berkumpul dan berkembang biak virus yang bisa menyebabkan infeksi penyakit menular seksual.

Mau sunat atau tidak, rasa yang akan didapatkan saat berhubungan seks tetaplah sama. Terpenting dari semua adalah menjaga kesehatan penis dengan rutin.


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi