Terbit: 24 September 2021 | Diperbarui: 30 March 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cara agar ereksi tahan lama dan kuat penting diketahui para pria yang ingin memuaskan pasangannya. Simak penjelasan mengenai cara ereksi keras tahan lama, selengkapnya di bawah ini.

10 Cara yang Bisa Anda Lakukan agar Ereksi Tahan Lama dan Kuat

Berbagai Cara Agar Ereksi Kuat dan Tahan Lama

Pada dasarnya, cara mengeraskan ereksi dan tahan lama terbagi menjadi dua jenis, ada yang menggunakan pendekatan alami atau obat-obatan medis. Berikut adalah beragam cara yang bisa Anda lakukan agar durasi bercinta menjadi lebih lama, di antaranya:

1. Konsumsi Suplemen

Salah satu cara agar ereksi tahan lama dan kuat yang praktis adalah mengonsumsi suplemen tertentu. Beberapa suplemen yang dipercaya dapat membantu meningkatkan fungsi seksual, di antaranya:

  • Sage, passionflower, l-theanine, dan bitter orange, untuk mengurangi kecemasan (jika hal ini memengaruhi fungsi ereksi).
  • l-citrulline, l-arginine, dan Panax ginseng, untuk meningkatkan oksida nitrat dan berpotensi meningkatkan ukuran ereksi serta pelumasan.
  • Yohimbe dan Citrus aurantium, untuk membantu meningkatkan gairah seksual.

2. Obat-obatan

Beberapa obat dapat membantu mempertahankan ereksi dengan meningkatkan aliran darah ke penis. Beberapa obat itu, antara lain:

Namun, Anda harus menghindari konsumsi salah satu obat di atas jika sedang mengonsumsi obat nitrat atau alpha-blocker.

3. Rutin Berolahraga

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan respons seksual, sementara kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak negatif pada fungsi ereksi.

Olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke penis dan bagian tubuh lainnya. Anda harus berusaha untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

4. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Mempertahankan berat badan yang ideal ditambah dengan olahraga secara teratur dan konsumsi makanan yang sehat dapat berperan dalam menjaga proses ereksi yang sehat.

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes, kondisi yang juga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah. Rusaknya saraf dan sirkulasi yang buruk dapat mengurangi aliran darah ke penis, di mana hal ini membuat Anda sulit mendapatkan ereksi yang keras atau tahan lama.

Menurunkan berat badan dapat membantu mencegah disfungsi ereksi dikarenakan:

  • Mengurangi peradangan.
  • Meningkatkan kadar testosteron.

Penderita diabetes dapat mengatasi masalah disfungsi ereksi dengan mengelola kadar gula darah dan tekanan darahnya.

5. Terbuka dengan Pasangan

Faktor emosional dan psikologis dapat memengaruhi kinerja seksual. Jika tidak ada kondisi kesehatan mendasar yang memengaruhi proses ereksi, faktor mental dan emosional mungkin menjadi penyebabnya.

Beberapa hal yang menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Pengalaman seksual sebelumnya yang menimbulkan trauma.
  • Kurangnya ketertarikan pada pasangan.
  • Merasakan kecemasan atau tekanan untuk tampil baik secara seksual.

Meskipun belum banyak penelitian tentang perawatan potensial, terapi kognitif perilaku, mindfulness, dan meditasi, adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi kecemasan terkait aktivitas seksual.

Selain itu, berbicara dengan pasangan seksual tentang masalah apa pun dapat membantu meningkatkan ereksi dan mengurangi tekanan yang mungkin dirasakan.

Baca Juga: 10 Makanan Afrodisiak untuk Meningkatkan Gairah Seksual

6. Membatasi Konsumsi Alkohol

Alkohol mengurangi sensitivitas seksual dan membuat pria lebih sulit untuk mendapatkan serta mempertahankan ereksi. Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengurangi respons seksual.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Membatasi atau menghindari minuman beralkohol dapat membantu meningkatkan proses ereksi.

7. Kualitas Tidur yang Baik

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dan hal-hal lain yang terkait masalah tidur, ternyata dapat memengaruhi ereksi. Studi yang dilakukan dalam skala kecil ini melihat hubungan  kadar testosteron dan kualitas tidur. Waktu tidur yang terbatas ternyata mengurangi kadar testosteron, di mana hal ini memainkan peran penting dalam libido.

Memastikan kualitas tidur yang baik dapat membantu mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi dan meningkatkan fungsi seksual.

8. Mengontrol Stres

Stres menyebabkan pelepasan kortisol, yaitu hormon yang membantu mengatur tekanan darah dan sistem peredaran darah. Stres kronis dapat memengaruhi sistem reproduksi pria dan dapat menyebabkan:

  • Perubahan dalam produksi testosteron, menyebabkan penurunan dorongan atau keinginan seks.
  • Disfungsi ereksi.
  • Impoten.

Mengelola dan mengurangi stres dapat membantu meningkatkan ereksi.

Baca Juga: Morning Sex: Manfaat, Tips, dan Posisi Seks yang Nyaman

9. Jangan Merokok

Merokok dapat mengurangi aliran darah ke penis dan meningkatkan kemungkinan disfungsi ereksi. Selain itu, merokok juga dapat merusak pembuluh darah, yang mana hal ini berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Kedua masalah kesehatan tersebut dapat memengaruhi proses ereksi.

Mengurangi atau berhenti merokok dapat membantu meningkatkan ereksi.

10. Memeriksa Kadar Testosteron

Tingkat testosteron dapat berperan dalam proses ereksi dan dorongan seks. Jika seorang pria memiliki kadar testosteron yang rendah, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah:

  • Dorongan seks yang rendah.
  • Fungsi ereksi berkurang.
  • Kelelahan.
  • Mudah emosi.
  • Depresi.

Itulah beberapa cara agar ereksi tahan lama dan kuat. Jika Anda memiliki kadar testosteron yang rendah, diskusikan perawatan dengan dokter.

 

  1. Sissons, Beth. 2020. How to get a harder erection. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-get-harder-erections. (Diakses pada 24 September 2021).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi