Terbit: 12 March 2018 | Diperbarui: 24 August 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selain membuat beberapa wanita menjadi lebih gemuk, alat kontrasepsi (KB hormonal) juga dianggap dapat menurunkan gairah seksual. Benarkah alat kontrasepsi menurunkan gairah seksual wanita?

Benarkah Alat Kontrasepsi Menurunkan Gairah Seksual Wanita?

Mengenal Jenis Kontrasepsi pada Wanita

Secara umum ada sekitar empat alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Alat kontrasepsi itu terdiri dari:

  • Kontrasepsi penghalang. Alat ini biasanya berupa kondom atau diafragma. Kondom bisa dipakai oleh wanita atau pria.
  • Kontrasepsi hormonal. Alat ini terdiri dari pil KB, suntik KB, IUD, cincin vagina, dan patch atau koyo.
  • Kontrasepsi alami. Kontrasepsi ini dilakukan dengan menghitung kalender kesuburan dengan akurat.
  • Kontrasepsi permanen. Kontrasepsi yang dilakukan untuk membuat wanita menjadi steril.

Baca Juga: Gairah Seksual Menurun pada Wanita Menopause? Ini 6 Penyebabnya

Benarkah Alat Kontrasepsi Menurunkan Gairah Seksual Wanita?

Semua jenis alat kontrasepsi dapat memengaruhi libido, meskipun efek khas yang Anda alami bisa berbeda-beda bergantung pada jenis alat kontrasepsi yang Anda pilih.

Misalnya kondom dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan ketidaknyamanan lainnya, sedangkan produk spermisida dapat menyebabkan gatal dan iritasi lainnya.

Alat kontrasepsi hormonal sangat efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan, termasuk penurunan gairah seksual.

Secara umum Anda mungkin setuju bahwa manfaat alat kontrasepsi (untuk mencegah kehamilan) lebih besar daripada potensi penurunan libido. Meski begitu, perubahan nyata dalam gairah seksual belum tentu diinginkan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine menemukan sebuah fakta jika pil KB bisa membuat gairah seksual wanita menurun. Penelitian dilakukan terhadap 900 wanita yang menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Penelitian di tahun 2013 menemukan adanya temuan dari 36 penelitian berbeda tentang gairah seksual pada orang yang menggunakan kontrasepsi oral kombinasi, yaitu pil KB yang mengandung estrogen dan progestin.

Dari sebanyak 8.422 peserta yang menggunakan kontrasepsi oral, 15 persen atau total 1.238 orang melaporkan adanya penurunan libido. Namun sebanyak 1.826 orang lainnya (21 persen lebih) mengatakan libidonya meningkat. Jadi, mayoritas peserta melaporkan tidak ada perubahan libido.

Dari ulasan di tahun 2016 mempertimbangkan temuan dari 103 penelitian yang mengeksplorasi kemungkinan dampak alat kontrasepsi terhadap seksualitas. Mereka menemukan adanya bukti yang mendukung hasil positif, antara lain:

  • IUD hormonal. Mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks dan meningkatkan libido setelah satu tahun penggunaan.
  • IUD hormonal dan nonhormonal. Jenis ini meningkatkan libido, gairah fisik, kepuasan seks, dan frekuensi aktivitas seksual.
  • Cincin vagina. Ini dikaitkan dengan peningkatan libido, gairah, dan kepuasan seksual, serta pelumasan vagina dan peningkatan orgasme.
  • Implan. Alat kontrasepsi ini meningkatkan gairah, kepuasan seksual, dan kemampuan mencapai orgasme sekaligus membantu mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks dan kecemasan terkait seks.
  • Kondom internal. Meningkatkan kenyamanan seksual karena memberikan pelumasan yang lebih baik, dan dapat meningkatkan sensasi saat berhubungan seks.

Apabila Anda memulai menggunakan alat kontrasepsi baru dan menyadari bahwa Anda tidak memiliki gairah seksual, sebaiknya konsultasikan dokter.

Penelitian tentang bagaimana alat kontrasepsi memengaruhi gairah seksual cukup beragam, jadi kurangnya keinginan untuk seks mungkin disebabkan oleh alat kontrasepsi yang Anda gunakan atau faktor lain.

Baca Juga: 10 Penyebab Gairah Seks Menurun pada Pria

Alasan Alat Kontrasepsi dapat Mempengaruhi Gairah Seks

Kontrasepsi hormonal bekerja dengan melepaskan hormon untuk mencegah kehamilan ke dalam tubuh Anda. Bagi sebagian orang, hormon-hormon ini bisa menyebabkan berbagai efek samping fisik dan seksual, antara lain:

  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Kembung.
  • Penambahan berat badan.
  • Payudara yang nyeri atau lunak.
  • Depresi.
  • Kecemasan.
  • Menstruasi tidak teratur atau muncul bercak.
  • Infeksi jamur.
  • Kram.
  • Peningkatan kekeringan pada vagina.
  • Perubahan frekuensi atau intensitas orgasme.

Salah satu dari efek samping tersebut dapat membuat Anda kurang tertarik untuk berhubungan seks.

Meski begitu, para peneliti belum sampai pada kesimpulan apa pun tentang bagaimana kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi libido secara langsung. Namun, cukup jelas bahwa banyak orang telah mengalami beberapa perubahan.

 

  1. Raypole, Crystal. 2021. Does Birth Control Affect Your Sex Drive? Here’s What You Should Know. https://www.healthline.com/health/birth-control/does-birth-control-affect-sex-drive (Diakses pada 24 Agustus 2023)
  2. Rath, Linda. 2023. The Pill and Your Sex Drive. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pill-sex-drive (Diakses pada 24 Agustus 2023)
  3. Sandoiu, Ana. 2016. New study busts the myth that contraceptives kill libido. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314851#The-pill-does-not-kill-desire (Diakses pada 24 Agustus 2023)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi