Terbit: 24 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sexting adalah aktivitas mengirim pesan singkat atau chat kepada orang lain dengan nada muatan seksualnya. Misal teks yang dikirim disertai dengan godaan, rayuan, atau ditambahi dengan foto atau gambar yang ada unsur menggodanya.

Dampak Sexting pada Kualitas Hubungan Seksual

Beberapa orang beranggapan kalau aktivitas ini tidak baik dan hanya kan memunculkan adanya seks bebas. Padahal, sexting tidak selamanya seperti itu. Kalau sexting dilakukan dengan pasangan resmi justru memberikan tambahan kemesraan.

Dampak sexting yang tidak sepenuhnya buruk
Secara langsung, sexting akan membuat pembacanya mengalami peningkatan libido khususnya pria. Dengan teks yang menjurus ke hubungan seks, gairahnya akan menanjak dan akhirnya mereka ingin mengalukan hubungan seks dengan pasangan yang mengirimkan sexting itu padanya.

Sexting secara umum juga bisa meningkatkan kedekatan pasangan yang terlalu sibuk dengan aktivitas kerjanya. Aktivitas berkirim pesan agak menggoda ini akan sedikit memecah stres dan memperbaiki hubungan yang awalnya renggang atau terkesan monoton karena jarangnya komunikasi.

Sexting dan dampaknya untuk wanita
Berbeda dengan pria yang mudah terangsang, wanita agak susah untuk dirangsang sehingga foreplay harus dilakukan sejak sebelum naik ke ranjang. Untuk itu, pria harus mencoba menggoda wanitanya dengan sexting agar kedekatan emosional terbentuk dan wanita mulai memikirkan fantasinya.

Kalau wanita sudah memiliki fantasi dan antusias untuk melakukan hubungan badan, aktivitas ranjang akan berjalan dengan lancar. Pria bisa dengan mudah melakukan foreplay lanjutan ke bagian dada, leher, dan alat vital dari wanita. Selanjutnya penetrasi bisa dilakukan dengan perlahan agar sama-sama mendapatkan nikmat.

Oh ya, sekali lagi, sexting akan bermanfaat untuk hubungan kalau dilakukan dengan pasangan resmi. Kalau dilakukan dengan orang lain mungkin akan memberikan dampak lain seperti risiko penularan IMS dan rusaknya rumah tangga kalau sudah berkeluarga.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi