Terbit: 29 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Olahraga adalah sesuatu yang penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Meski mudah dilakukan, banyak orang yang masih melakukan kesalahan saat berolahraga. Padahal, kesalahan yang terjadi saat olahraga dapat mengurangi manfaatnya untuk tubuh.

11 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Olahraga

Kesalahan saat Berolahraga yang Sering Dilakukan

Kesalahan yang terjadi umumnya menimpa seseorang yang baru mulai rajin berolahraga, salah satunya adalah terlalu bersemangat mengawali aktivitas olahraga. Hal inilah yang sering kali membuat Anda tidak sadar telah melakukan beberapa kesalahan.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang terjadi saat olahraga, di antaranya:

1. Melewatkan pemanasan

Otot di dalam tubuh seperti tali karet, saat dingin dan memaksa menariknya, tali bisa putus. Tetapi jika dipanaskan dahulu hingga lentur, tali karet akan lebih elastis. 

Otot yang langsung dipaksa berolahraga tanpa pemanasan akan rentan mengalami kram. Selain itu, pemanasan juga menyiapkan jantung dan paru-paru untuk aktivitas yang lebih intensif. 

Pemanasan akan meningkatkan aliran darah dan suhu tubuh. Saat semua komponen tubuh siap berolahraga, hal tersebut akan menghindari Anda dari cedera, menambah kekuatan, dan ketahanan. Lakukan pemanasan beberapa menit sebelum ke latihan inti.

2. Latihan tanpa perencanaan

Bisa dikatakan latihan tanpa perencanaan adalah membuang-buang waktu dan tenaga. Lebih baik merencanakan jenis latihan yang akan dilakukan, yaitu menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan alokasi waktu. 

Berolahraga juga tidak bisa dilakukan di waktu sisa. Akan lebih baik jika Anda merencanakannya secara spesifik seperti merencanakan rapat atau membuat janji ke dokter. Artinya, Anda sudah tahu akan berolahraga berapa lama dan apa jenis latihan yang akan dilakukan.

3. Berolahraga sambil bermain ponsel

Mungkin hal ini dapat menghilangkan rasa bosan atau sepi saat berolahrga. Namun, latihan sambil mengecek ponsel juga akan mengganggu fokus dan mood. Jika memang harus membawa ponsel, jangan terlalu sering mengeceknya. Bolak-balik melirik ponsel akan membuat konsentrasi berantakan.

4. Melakukan peregangan statis sebelum latihan inti

Maksud dari peregangan statis adalah meregangkan tubuh dan menahannya dalam posisi yang sama. Cara ini dilakukan untuk mengurangi cedera dan mengurangi ketegangan otot. Aktivitas yang dapat memperlambat detak jantung ini sebaiknya dilakukan di sesi pendinginan.

Baca Juga: 10 Jenis Olahraga tanpa Alat yang Bisa Anda Lakukan di Rumah 

5. Mengabaikan sesi istirahat

Berolahraga itu baik, tetapi memaksakan diri tetap berolahraga walaupun sudah letih, itu lain cerita. Tubuh memiliki sistem alarm sendiri. Saat tubuh mengirimkan sinyal lelah, Anda harus berhenti dan membiarkannya memulihkan diri.

Saat berolahraga tubuh memproduksi asam laktat. Asam yang menumpuk di otot-otot inilah yang menjadikannya terasa pegal dan tegang. Memaksakan diri tetap latihan akan mengakibatkan kram, cedera, hingga pingsan. 

6. Berolahraga saat perut kosong

Tindakan ini banyak dilakukan oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan. Padahal, olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit sesudah makan.

Makanan di dalam tubuh akan menghasilkan gula dan lemak, dua sumber energi utama yang akan digunakan saat berolahraga. Latihan saat perut kosong justru mengakibatkan tubuh sangat lapar setelah selesai dan menuntut lebih banyak asupan makanan. 

7. Kurang tidur

Tidur yang cukup akan membantu metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel yang rusak. Olahraga membantu proses keduanya. Jika Anda berolahraga tapi tidak menjaga jam tidur yang sehat, maka Anda tidak akan mendapatkan manfaat dari olahraga

8. Tidak ada target

Latihan tanpa target akan membuat Anda jalan di tempat. Padahal, kondisi tubuh tentu berubah, semakin kuat dan terbiasa dengan pola latihan yang Anda jalankan. Tidak perlu muluk-muluk, tetapi buatlah target agar ada peningkatan dan perubahan yang dapat dirasakan.

9. Tidak konsisten

Lebih baik latihan dalam waktu singkat tetapi konsisten, daripada berolahraga dalam jangka waktu panjang tetapi sering absen. 

Konsistensi akan melatih tubuh secara bertahap dan simultan. Jika olahraga hanya dilakukan kadang-kadang, efek positifnya tidak akan terasa.

Baca Juga: 10 Manfaat Pendinginan setelah Olahraga yang Sama Penting dengan Pemanasan

10. Kurang cairan

Saat berolahraga, tubuh tentu mengeluarkan cairan berupa keringat. Racun dan zat sisa dibuang melalui pori-pori. Setelah mengeluarkan cairan, tentu tubuh memerlukan pengganti dalam jumlah yang cukup. Itulah sebabnya saat berolahraga Anda harus tetap minum air dalam jumlah cukup. 

Kekurangan cairan dapat menghambat peredaran darah, menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, dan mengganggu fokus. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan pengentalan darah dan menghambat proses pembuangan racun.

Lantas bagaimana jika sedang berpuasa? Berolahraga selama puasa tetap dapat dilakukan, hanya saja pilih waktu sore hari menjelang berbuka. Sehingga saat latihan selesai Anda dapat segera menggantikan cairan dan mendapatkan kembali energi.

Perlu diperhatikan, bahwa menggantikan cairan yang hilang tidak harus dengan minuman isotonik. Air putih sebenarnya telah cukup membantu. Hindari pula minuman manis dan bersoda karena akan menjadikan hasil latihan menjadi sia-sia. 

11. Tidak melakukan sesi pendinginan

Sesi pendinginan akan menormalkan kembali detak jantung dan kerja paru-paru. Melenturkan otot dan memberikan tubuh kesempatan untuk perlahan menuju fungsi normal. 

Melompati sesi ini dan langsung menyudahi latihan akan mengakibatkan tubuh kaget dan lama beradaptasi. Asam laktat akan tertinggal lama di dalam darah dan mengakibatkan otot terasa pegal dan nyeri dalam jangka panjang. 

Nah, itulah berbagai kesalahan saat olahraga yang penting untuk diperhatikan. Jika memungkinkan, bergabunglah dengan klub olahraga atau miliki pelatih agar latihan lebih terarah. 

 

  1. Anonim. 2018. Stop making these common workout mistakes. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/stop-making-these-common-workout-mistakes. (Diakses tanggal 26 Maret 2022).
  2. Nazish, Noma. 2019. 12 Common Workout Mistakes You’re Probably Making (And How To Fix Them). https://www.forbes.com/sites/nomanazish/2019/08/31/12-common-workout-mistakes-youre-probably-making-and-how-to-fix-them/?sh=4d23a57e64a6. (Diakses tanggal 26 Maret 2022).
  3. Parkinson, Nick. 2018. 7 Common Workout Mistakes To Avoid. https://www.henryford.com/blog/2018/02/7-common-workout-mistakes-avoid. (Diakses tanggal 26 Maret 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi