Terbit: 3 Desember 2021 | Diperbarui: 6 Desember 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Soju adalah minuman beralkohol asal Korea yang disuling dari beras. Akan tetapi, banyak produsen menggunakan pati sebagai alternatif, seperti tapioka atau gandum. Apa saja fakta soju lainnya yang penting untuk Anda tahu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengenali Fakta Soju, Minuman Keras Khas Korea yang Mendunia

Apa itu Soju?

Minuman keras yang memiliki warna bening ini umumnya memiliki kadar alkohol 24-30%. Profil rasa soju dapat sangat bervariasi dikarenakan tidak ada aturan pasti yang menetapkan bahan apa yang digunakan untuk membuatnya. Secara umum, rasanya mirip dengan vodka tetapi sedikit lebih kental dan sedikit lebih manis.

Fakta soju lainnya adalah minuman beralkohol ini disuling tetapi tidak mengikuti ‘aturan’ dari cara pembuatan minuman beralkohol tradisional yang disuling.

Dikarenakan kandungan alkoholnya yang masih terbilang rendah, soju dapat diminum langsung dan merupakan dasar dari berbagai koktail rendah alkohol.

Beberapa hal yang memungkinkan minuman ini menjadi populer adalah soju dapat menjadi alternatif bagi mereka yang sering mengonsumsi vodka. Selain itu, soju memungkinkan penikmat minuman beralkohol untuk menikmati minuman keras tanpa membuat tubuh terasa berat, kelebihan kalori, dan menyebabkan mabuk berat.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Kecanduan Alkohol Paling Efektif

Sejarah Minuman Soju

Meskipun soju dianggap sebagai minuman khas Korea Selatan, minuman ini sebenarnya berasal dari tempat lain. Soju berasal dari Arab dan awalnya dikenal sebagai ‘araq’ yang kemudian dibawa ke Korea Selatan oleh penjajah Mongol pada awal abad ke-13.

Menurut legenda, Ghengis Khan sendiri yang memperkenalkan araq ke Mongolia dan cucunya Kubilai Khan yang membawanya ke Korea.

Secara tradisional, soju dibuat dari bahan dasar beras dan gandum. Namun, penyulingan beras dilarang selama perang Korea, sehingga penyuling mulai menggunakan tepung alternatif seperti gandum, ubi jalar, dan tapioka. Banyak merek soju populer masih menggunakan tepung ini sampai sekarang.

Perlu diketahui, dalam budaya Korea meminum soju umumnya dibarengi dengan makan. Selain itu, cara penyajiannya juga berbeda. Anda tidak menuangkan soju sendiri ke dalam ke dalam gelas, karena umumnya minuman ini dikonsumsi secara komunal.

Untuk minuman pertama, seorang anggota yang lebih tua dalam kelompok akan menuangkan soju ke dalam gelas dan memberikannya pada Anda. Setelah itu, Anda harus mengambilnya dengan kedua tangan dan tidak melakukan kontak mata dengan orang yang memberikan gelas.

Setelah tegukan pertama, gelas diisi setiap kali kosong dan Anda harus mengedarkan botol kepada yang lain.

Baca Juga: Mengenali Berbagai Jenis Minuman Keras beserta Kadar Alkoholnya

Kandungan dan Jenis Soju

Pada dasarnya, minuman soju memiliki beberapa jenis, di antaranya:

  • Soju Distilasi. Varietas tradisional yang dibuat melalui penyulingan.
  • Soju Diencerkan. Soju ditambahkan air untuk menurunkan kadar alkoholnya, sehingga lebih mudah untuk diminum.
  • Soju Flavored. Jenis ini dicampur dengan jus buah dan disebut sebagai cocktail soju.

Rata-rata, jenis minuman keras ini mengandung sekitar 540 kalori dalam satu botol (360 mililiter) dan mengandung sekitar 20 gram karbohidrat.

Apakah Minuman Soju Memberikan Manfaat?

Beberapa orang mengklaim manfaat soju adalah mencegah stroke hingga menjaga kesehatan telinga. Selain itu, mencampur soju dengan air putih diketahui dapat membantu mengatasi muntah dan masalah sistem pencernaan lainnya.

Bahkan, campuran soju dan garam dipercaya membantu meredakan nyeri dada, batuk, bengkak, dan radang. Minuman keras ini juga direkomendasikan sebagai pengobatan untuk mengatasi diare dan masalah sistem ekskresi.

Namun, berbagai klaim kesehatan di atas tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Konsumsi minuman beralkohol secara moderat adalah kuncinya.

Baca Juga: 10 Manfaat Minum Alkohol bagi Kesehatan, Bisa Cegah Impoten!

Risiko dan Efek Minum Soju bagi Tubuh

Konsumsi soju yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati, depresi, dan masalah lain yang terkait dengan asupan alkohol yang berlebihan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, mereka yang tidak boleh minum alkohol termasuk wanita yang sedang hamil, individu dibawah 21 tahun, dan orang-orang yang baru pulih dari alkoholisme atau tidak dapat mengontrol jumlah yang mereka minum.

Selain itu, hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus, misalnya seperti mengemudi, usai mengonsumsi minuman beralkohol.

 

  1. Anonim. 2021. What Is Korean Soju And Why Is It So Popular?. https://blog.saucey.com/what-is-korean-soju/. (Diakses pada 3 Desember 2021).
  2. Hines, Nick. 2017. Soju: Everything You Need to Know About Korea’s National Drink. https://vinepair.com/articles/soju-koreas-national-drink/. (Diakses pada 3 Desember 2021).
  3. Staughton, John. 2021. What Is Soju. https://www.organicfacts.net/soju.html. (Diakses pada 3 Desember 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi