Terbit: 18 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Vitamin B1 atau juga disebut thiamine adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengubah protein menjadi energi. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, manfaat, sumber vitamin, dosis, dan lainnya di bawah ini!

Vitamin B1 (Tiamin): Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Efek Samping, dll

Apa Itu Vitamin B1?

Vitamin B1 adalah nutrisi yang membantu tubuh menggunakan karbohidrat dari makanan sebagai energi. Ini penting untuk metabolisme glukosa dan berperan penting dalam fungsi saraf, otot, dan jantung.

Thiamine atau tiamin diklasifikasikan menurut bahan pelarutnya. Beberapa vitamin larut dalam air dan lainnya larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air beredar melalui aliran darah. Apa pun yang tidak digunakan tubuh akan dibuang melalui urine.

Thiamin tersedia dalam bentuk suplemen atau dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti sereal, biji-bijian, daging, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Thiamine dalam bentuk suplemen atau dari makanan bermanfaat untuk mengobati atau mencegah kekurangan thiamine. Sedangkan injeksi thiamine digunakan untuk mengobati beri-beri, kondisi serius yang disebabkan oleh kekurangan thiamine yang berkepanjangan.

Manfaat Vitamin B1

Vitamin B1 adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, dari melindungi otak dan jantung sampai meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berikut ini sejumlah manfaat vitamin B1:

1. Meningkatkan Metabolisme

Tubuh membutuhkan thiamine untuk membuat adenosine triphosphate (ATP), molekul pembawa energi utama tubuh. Manfaat vitamin B1 membantu mengubah karbohidrat menjadi glukosa, yang merupakan sumber energi pilihan yang dikeluarkan tubuh untuk menjaga metabolisme berjalan lancar.

Thiamine secara khusus dibutuhkan untuk sistem reaksi enzim atau disebut piruvat dehidrogenase, yang bekerja untuk memetabolisme gula dari makanan.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Sama seperti vitamin B kompleks lainnya, vitamin B1 terkadang disebut vitamin antistres. Alasannya karena vitamin ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh mengontrol kondisi stres.

3. Menyehatkan Otak

Manfaat vitamin B1 bisa membantu perkembangan selubung mielin, lapisan yang membungkus saraf untuk mencegah dari kerusakan dan kematian.

Sedangkan untuk otak, thiamine dibutuhkan oleh sel-sel saraf maupun sel-sel pendukung lainnya dalam sistem saraf. Penelitian telah menunjukkan bahwa enzim yang bergantung pada thiamine telah menurunkan aktivitas di otak penderita penyakit Alzheimer.

4. Menyehatkan Jantung

Thiamine sangat penting untuk menjaga fungsi sistem kardiovaskular. Akibat kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan gagal jantung kongestif. Menurut penelitian secara klinis, suplemen thiamine bisa meningkatkan fungsi jantung pada penderita gagal jantung.

5. Katarak

Thiamine bisa menurunkan risiko katarak. Menurut sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi banyak protein bersama dengan vitamin A, B1, B2, dan B3 (atau niasin) dalam makanannya cenderung tidak mengembangkan katarak.

Mendapatkan beberapa vitamin lainnya dengan cukup seperti vitamin C, E, dan vitamin B kompleks, dapat melindungi lensa mata.

6. Pencernaan

Tiamin juga diperlukan untuk melancarkan fungsi sistem pencernaan. Manfaat vitamin B1 dapat membantu mengatur produksi asam klorida, yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi pencernaan.

7. Kekurangan Vitamin B1

Thiamine dalam bentuk suplemen atau berasal dari sejumlah makanan sumber vitamin B1 dapat mengatasi tubuh kekurangan thiamine. Gejala kekurangan vitamin ini, termasuk beri-beri, tidak nafsu makan, sesak napas, perubahan detak jantung, dan kesemutan di lengan dan kaki.

Sumber Vitamin B1

Suplemen vitamin ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan injeksi. Vitamin ini secara alami juga bisa kita dapat dalam sejumlah makanan, di antaranya:

  • Daging sapi
  • Hati
  • Kacang-kacangan
  • Oatmeal
  • Jeruk
  • Telur
  • Biji-bijian
  • Kacang-kacangan
  • Kacang polong
  • Jamur.

Selain makanan yang secara alami sebagai sumber vitamin B1, ada makanan lainnya yang diperkaya dengan tiamin, termasuk pasta, roti, sereal, dan tepung.

Dosis Vitamin B1

Dosis vitamin ini dapat diresepkan dokter berdasarkan usia dan kondisi kesehatan. Thiamine tersedia dalam bentuk tablet 50 miligram (mg), 100 mg, 250 mg, dan kapsul 50 mg, dan injeksi 100 mg/ml.

Berikut ini dosis thiamine berdasarkan tujuannya:

1. Mengatasi kekurangan thiamine

Dosis untuk dewasa sebanyak 300 mg per tablet setiap hari. Sedangkan untuk anak-anak sebanyak 10-50 mg per tablet, diberikan dengan dosis terpisah.

2. Mengatasi Beri-Beri

Dosis untuk dewasa diberikan secara injeksi sebanyak 10-20 mg suntikan IM selama 3 kali sehari, dalam 2 minggu. Kemudian dilanjutkan pemberian sebanyak 5-0 mg tablet per hari, dalam sebulan.

Sedangkan untuk anak-anak diberikan sebanyak 10-25 mg suntikan IM per hari (jika sakit kritis) atau 10-50 mg secara oral per hari selama minimal 2 minggu. Kemudian dilanjutkan pemberian sebanyak 5-10 mg per hari secara oral selama 1 bulan.

3. Wernicke-Korsakoff

Dosis diberikan secara injeksi sebanyak 100 mg. Kemudian dilanjutkan pemberian sebanyak 50-100 mg per hari secara intravena sampai mengonsumsi makanan seimbang secara teratur.

4. Mengatasi kram menstruasi (dismenore)

Dosis yang diberikan untuk dismenore sebanyak 100 mg tiamin, dosis tunggal atau bersama dengan 500 mg suplemen minyak ikan, yang dapat digunakan setiap hari hingga 90 hari.

Kebutuhan Harian Vitamin B1

Rekomendasi angka kecukupan gizi (AKG) untuk thiamine bergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor lainnya seperti kehamilan dan penyakit. Orang dewasa dan wanita hamil atau menyusui membutuhkan kadar thiamine yang lebih tinggi daripada anak-anak.

Berikut rekomendasi nilai AKG harian untuk vitamin B1:

1. Bayi

  • 0-6 bulan: 0,2 miligram per hari (mg/hari).
  • 7-12 bulan: 0,3  mg/hari.

2. Anak-Anak

  • 1-3 tahun: 0,5 mg/hari.
  • 4-8 tahun: 0,6 mg/hari.
  • 9-13 tahun: 0,9 mg/hari.

3. Remaja dan dewasa

  • Pria berusia 14 tahun ke atas: 1,2 mg/hari.
  • Wanita berusia 14-18 tahun: 1,0 mg/hari.
  • Wanita berusia 19 tahun ke atas: 1,1 mg/hari (1,4 mg diperlukan selama kehamilan dan menyusui).

Peringatan Vitamin B1

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan thiamine:

  • Jangan menggunakan tiamin jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap vitamin ini.
  • Berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsinya jika memiliki kondisi medis apa pun, jika mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lainnya, atau jika alergi terhadap obat atau makanan apa pun.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang program hamil.
  • Sebelum mendapatkan suntikan thiamine, sebaiknya beri tahu dokter jika memiliki penyakit ginjal.

Akibat Kekurangan Vitamin B1

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi thiamine, maka dari itu harus dikonsumsi melalui berbagai makanan kaya tiamin atau dalam bentuk suplemen. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kekurangan vitamin ini karena kebanyakan gejala tidak tampak.

Berikut ini sejumlah akibat kekurangan vitamin B1:

  • Penurunan nafsu makan.
  • Kelelahan.
  • Mudah marah.
  • Refleks kerkurang.
  • Kesemutan di lengan dan kaki.
  • Otot melemah
  • Penglihatan kabur.
  • Mual dan muntah.
  • Perubahan denyut jantung.
  • Sesak napas.
  • Delirium.

Interaksi Vitamin B1 dengan Obat Lainnya

Jika disarankan untuk menggunakan vitamin ini, dokter atau apoteker mungkin sudah mengetahui kemungkinan interaksi obat dan mungkin memantau kondisi kesehatan Anda. Sebaiknya jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun sebelum memeriksakan diri ke dokter.

Meskipun tiamin tidak memiliki interaksi parah atau serius dengan obat lainnya, tetapi memiliki interaksi sedang dengan obat berikut:

  • Azithromycin.
  • Clarithromycin.
  • Erythromycin base.
  • Erythromycin ethylsuccinate.
  • Erythromycin lactobionate.
  • Erythromycin stearate.
  • Roxithromycin.

Efek Samping Vitamin B1

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika memiliki salah satu dari tanda-tanda reaksi alergi, termasuk gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Segera hubungi dokter jika memiliki efek samping yang serius berikut ini:

  • Bibir berwarna biru.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Feses tampak hitam atau berdarah.
  • Batuk berdarah atau muntah seperti bubuk kopi.

Efek samping vitamin B1 yang kurang serius, termasuk:

  • Mual.
  • Perasaan sesak di tenggorokan.
  • Berkeringat.
  • Ruam ringan atau gatal.
  • Gelisah.
  • Nyeri tekan atau benjolan keras di mana suntikan thiamine diberikan.

 

Cara Menggunakan Vitamin B1

Berikut ini beberapa cara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan thiamine:

  • Gunakanlah suplemen tiamin sesuai instruksi dalam kemasan atau seperti yang disarankan dokter.
  • Jangan menggunakan dalam jumlah yang lebih banyak atau lebih sedikit atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Thiamine injeksi dapat disuntikan ke dalam otot. Anda mungkin akan ditunjukkan bagaimana cara menggunakan suntikan di rumah. Jangan menyuntikkan obat ini sendiri jika tidak sepenuhnya memahami cara memberikan suntikan dan membuang jarum suntik bekas pakai dengan benar.
  • Jangan menggunakan obat suntik jika obat sudah berubah warna atau ada partikel di dalamnya. Sebaiknya hubungi dokter untuk mendapatkan resep baru.
  • Ikuti instruksi kebutuhan thiamine berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) harian.
  • Mengikuti saran asupan suplemen dan makanan mengandung thiamin yang disarankan oleh ahli gizi.
  • Memahami daftar makanan sumber vitamin B1 yang harus Anda makan atau hindari untuk membantu mengontrol kondisi Anda.
  • Simpan suplemen vitamin pada suhu kamar dan jauh dari kelembapan, panas, dan paparan cahaya matahari langsung.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Thiamine (Vitamin B1). https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1. (Diakses pada 18 September 2020)
  2. Anonim. 2020. Thiamine. https://www.rxlist.com/vitamins_nutritional_health_minerals_body_needs/article.htm. (Diakses pada 18 September 2020)
  3. Bowman, Joe. 2018. What Does Vitamin B-1 Do?. https://www.healthline.com/health/vitamin-watch-b1-thiamine. (Diakses pada 18 September 2020)
  4. Berkheiser, Kaitlyn. 2018. 11 Signs and Symptoms of Thiamine (Vitamin B1) Deficiency. https://www.healthline.com/nutrition/thiamine-deficiency-symptoms#TOC_TITLE_HDR_10. (Diakses pada 18 September 2020)
  5. Multum, Cerner. 2019. Thiamine. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html. (Diakses pada 18 September 2020)
  6. Wax, Emily. 2019. Thiamin. https://medlineplus.gov/ency/article/002401.htm. (Diakses pada 18 September 2020)
  7. Yazdi, Puya. 2020. 9 Benefits of Thiamine (Vitamin B1) + Sources, Dosage. https://selfhacked.com/blog/thiamine/. (Diakses pada 18 September 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi