Terbit: 15 Maret 2022 | Diperbarui: 17 Maret 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Yoghurt Greek memiliki tekstur yang lebih kental dan lebih lembut ketimbang yoghurt biasa. Rasa yang disuguhkan dari jenis yoghurt yang satu ini juga cukup gurih. Kelebihan lain dari Greek yoghurt adalah berbagai manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Kenali apa itu Greek yoghurt dan manfaatnya melalui ulasan berikut!

Sederet Manfaat Greek Yoghurt untuk Kesehatan

Kandungan Nutrisi Greek Yoghurt

Sesuai dengan namanya, yoghurt Greek adalah yoghurt yang berasal dari Yunani. Yoghurt Yunani ini adalah produk olahan susu yang tinggi protein dan tentunya merupakan camilan yang enak.

Berbagai kandungan nutrisi di dalamnya membuat Greek yoghurt sangat bermanfaat untuk kesehatan Anda.

Sebanyak 200 gram yoghurt Greek yang rendah lemak dan tanpa gula mengandung berbagai nutrisi berikut:

  • Kalori: 146.
  • Lemak: 3,8 gram.
  • Protein: 20 gram.
  • Karbohidrat: 7,8 gram.
  • B12: 43 % dari kebutuhan harian.
  • B12 (riboflavin): 35 % dari kebutuhan harian.
  • B5 (pantothenic acid): 19 % dari kebutuhan harian.
  • Vitamin A: 20 % dari kebutuhan harian.
  • Kalsium: 18 % dari kebutuhan harian.
  • Fosfor: 22 % dari kebutuhan harian.
  • Potasium: 6 % dari kebutuhan harian.
  • Zinc: 11 % dari kebutuhan harian.
  • Selenium: 45 % dari kebutuhan harian.

Manfaat Greek Yoghurt untuk Kesehatan

Mengetahui bahwa yoghurt Greek mengandung beragam nutrisi, tentunya manfaat dari yoghurt yang satu ini sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. Berikut ini adalah sejumlah manfaat Greek yoghurt yang sayang untuk Anda lewatkan:

1. Menjaga kesehatan tulang

Manfaat yoghurt Greek salah satunya baik untuk kesehatan tulang Anda. Khasiat ini hadir berkat kandungan protein, kalsium, magnesium, dan fosfor. Tidak hanya memelihara kesehatan tulang, yoghurt yang satu ini juga dapat meningkatkan pembentukan tulang.

Melansir Healthline, sebuah studi menunjukkan, konsumsi yoghurt Greek setiap hari mampu meningkatkan pembentukan tulang dan mengurangi kerusakan tulang bila dibandingkan dengan plasebo. Studi tersebut dilakukan terhadap partisipan suatu program latihan ketahanan selama 12 minggu.

Selain itu, karena mengandung protein, kalsium, dan vitamin, K, yoghurt yang satu ini baik untuk kepadatan tulang. Oleh karena itu, khasiatnya dapat mencegah osteoporosis alias pengeroposan tulang.

Lansia dapat mengonsumsi Greek yoghurt untuk mencegah kondisi kesehatan tersebut. Teksturnya yang lembut akan memudahkan lansia untuk mengonsumsinya.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada The American Journal of Clinical Nutrition, diet tinggi protein dapat membantu pembakaran kalori di dalam tubuh. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mencukupi kebutuhan protein lewat asupan harian.

Memasukkan Greek yoghurt ke dalam menu diet sehat akan membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme. Pasalnya, yoghurt jenis ini mengandung protein, karbohidrat berserat, dan lemak sehat.

Selain itu, yoghurt Greek mengandung protein tinggi dan nutrisi makro. Perlu Anda tahu, hampir semua reaksi kimia dalam tubuh membutuhkan nutrisi makro.

Semua nutrisi makro tersebut akan mendukung fungsi kekebalan tubuh yang sehat, perbaikan jaringan, dan masih banyak lagi.

Baca JugaRutin Makan Yoghurt Turunkan Risiko Kanker Payudara

3. Menjaga kesehatan jantung

Siapa sangka, kebaikan Greek yoghurt juga dapat dirasakan oleh jantung Anda. Manfaat ini kemungkinan hadir berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

Kandungan pada yoghurt Greek diduga dapat menurunkan trigliserida dan LDL (kolesterol jahat) di dalam darah. Pada gilirannya, hal ini dapat menurunkan risiko penumpukan kolesterol jahat di pembuluh darah.

Selain itu, berbagai penelitian menemukan bahwa rutin menerapkan pola makan sehat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Diet sehat ini dapat mencangkup konsumsi Greek yoghurt.

4. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Sebuah studi mengungkapkan, konsumsi yoghurt Greek dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.  Diabetes tipe 2 terjadi ketika kadar gula dalam darah berlebihan akibat resistensi insulin.

Resistensi insulin sendiri adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara normal. Akibatnya, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah.

5. Menjaga kesehatan usus

Greek yoghurt dapat menjaga kesehatan usus karena mengandung probiotik atau bakteri baik. Dengan adanya bakteri baik di dalam tubuh, keseimbangan bakteri di dalam usus dapat terjaga.

Sebuah penelitian menunjukkan, konsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu mendukung sistem pencernaan yang sehat. Hal ini berkat kemampuannya dalam meningkatkan bakteri dalam usus.

6. Menurunkan tekanan darah

Salah satu manfaat Greek yoghurt lainnya adalah menurunkan tekanan darah. Menurut meta analisis pada 14 penelitian dengan lebih dari 700 partisipan, probiotik pada fermentasi susu dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sayangnya, penelitian tersebut bertolak belakang dengan penelitian lainnya pada tahun 2015.

Penelitian tersebut melibatkan 156 peserta yang kelebihan berat badan. Hasilnya, konsumsi yoghurt yang mengandung probiotik tidak memengaruhi tekanan darah dan risiko kardiovaskular lainnya.

Oleh sebab itu, penelitian lain masih diperlukan guna mengetahui khasiat yoghurt Greek untuk tekanan darah.

7. Menurunkan nafsu makan

Konsumsi yoghurt Greek dapat mendukung diet sehat Anda. Pasalnya, yoghurt tipe ini memiliki kandungan protein yang tinggi.

Menurut penelitian, konsumsi makanan tinggi protein kemungkinan dapat membuat seseorang makan lebih sedikit. Penelitian lainnya mengungkapkan, konsumsi makanan dengan protein tinggi membuat orang mengonsumsi lebih sedikit kalori secara keseluruhan. Pada gilirannya, hal ini akan berkontribusi pada penurunan berat badan.

Jadi, Greek yoghurt cocok untuk masuk ke dalam menu para pelaku diet yang ingin menurunkan berat badan.

Baca JugaProduk Dairy: Jenis, Manfaat, dan Aturan Mengonsumsinya

8. Mempertahankan berat badan ideal

Tak hanya menurunkan berat badan, yoghurt Greek juga dapat menjaga berat badan tetap ideal. Konsumsi yoghurt yang dengan kombinasi makanan berprotein tinggi lainnya dapat membantu menunjang berat badan sehat.

9. Meningkatkan massa otot

Selain baik untuk tulang, Greek yoghurt juga baik untuk meningkatkan massa otot tubuh. Khasiat yang satu ini hadir berkat kandungan tinggi protein pada yoghurt.

Perlu Anda ketahui, makanan kaya protein seperti yoghurt Greek dapat membantu membangun massa otot.

10. Memperbaiki kesehatan mental

Tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, yoghurt Greek nyatanya memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Berbagai studi telah mendukung hal ini.

Sebuah studi melaporkan, seseorang yang mengonsumsi 100 gram yoghurt berprobiotik atau mengonsumsi kapsul probiotik setiap hari mengalami lebih sedikit stres, depresi, dan kecemasan ketimbang mereka yang tidak.

Khasiat tersebut diduga berasal dari hubungan antara sistem pencernaan dengan otak. Hal ini kemudian akan merangsang munculnya serotonin dan dopamin. Keduanya merupakan hormon pemicu rasa bahagia.

Itulah sejumlah manfaat Greek yoghurt bagi kesehatan tubuh. Bagi Anda yang sedang menerapkan diet sehat, tambahkan jenis yoghurt ini ke dalam menu harian Anda. Jangan lupa kombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya untuk menunjang kesehatan tubuh.

 

  1. Burgess, Lana. 2018. Is Greek Yoghurt Good for You? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323169. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  2. Chen, Mu. 2014. Dairy Consumption And Risk Of Type 2 Diabetes: 3 Cohorts of Us Adults and an Updated Meta-Analysis. https://bmcmedicine.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12916-014-0215-1. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  3. Hemarajata, Peera, dkk. 2013. Effects of Probiotics On Gut Microbiota: Mechanisms of Intestinal Immunomodulation And Neuromodulation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3539293/. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  4. Kubala, Jillian. 2021, 6 Fantastic Health Benefits of Greek Yogurt. https://www.healthline.com/nutrition/greek-yogurt-benefits. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  5. Leidy, Heather J, dkk. 2015. The Role of Protein in Weight Loss and Maintenance. https://academic.oup.com/ajcn/article/101/6/1320S/4564492. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  6. Mohammadi, Ali A., dkk. 2016. The effects of probiotics on mental health and hypothalamic-pituitary-adrenal axis: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial in petrochemical workers. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25879690/. (Diakses pada 15 Maret 2022).
  7. Weigle, David S, dkk. 2005. A High-Protein Diet Induces Sustained Reductions in Appetite, Ad Libitum Caloric Intake, and Body Weight Despite Compensatory Changes in Diurnal Plasma Leptin and Ghrelin Concentrations. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16002798/. (Diakses pada 15 Maret 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi