Terbit: 15 January 2020 | Diperbarui: 6 March 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Pare memiliki rasa pahit hingga banyak orang yang tidak menyukainya. Namun, berbagai penelitian saat ini menunjukkan bahwa pare memiliki manfaat untuk kesehatan. Ada yang menyebutkan bahwa pare memiliki manfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Simak ulasannya pada artikel ini. 

Apa Benar Pare Bermanfaat untuk Mencegah Kanker? Ini Dia Faktanya!

Benarkah Pare dapat Mencegah Kanker?

Pare (Momordica charantia) atau yang dikenal juga dengan melon pahit merupakan saudara dari mentimun dan zucchini. Pare banyak digunakan dalam masakan Asia karena memberikan rasa unik akibat rasa pahitnya. 

Saat ini, kanker merupakan penyakit yang paling menakutkan. Penyakit ini muncul ditandai dengan adanya pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal dan tidak terkendali akibat mutasi DNA sel pada organ tubuh. Sel kanker bisa menghancurkan sel tubuh yang normal.

Untuk mengetahui efek pare terhadap sel kanker, beberapa ahli dari Saint Louis University, Amerika Serikat melakukan penelitian menggunakan tikus percobaan. Penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Cell Communication and Signaling

Para peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui efek pare terhadap beberapa tipe sel kanker, termasuk kanker payudara, kanker prostat, kanker lidah, dan kanker mulut

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare mampu menghambat sel kanker untuk bertambah banyak atau bereplikasi, sehingga kemungkinan dapat mencegah penyebaran sel kanker. 

Dalam tubuh, glukosa dan lemak akan dialirkan ke seluruh tubuh agar sel-sel dalam menghasilkan energi. Namun, sel kanker juga akan ikut menyerap glukosa dan lemak sehingga sel-sel ini bisa tumbuh dan berkembang. 

Ekstrak pare diketahui akan menghambat molekul yang membawa glukosa dan lemak ini, sehingga asupan glukosa dan lemak ke sel kanker juga akan terhambat. Akibatnya, sel kanker akan berhenti bertumbuh, bahkan beberapa sel kanker bisa mati. 

Penelitian ini memberikan hasil yang sama pada semua hewan percobaan, yaitu terjadi penurunan pertumbuhan tumor sekitar 50 persen. 

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti efek pare terhadap manusia. Meskipun begitu, pare diketahui memiliki kontribusi positif terhadap kesehatan.

Baca Juga11 Manfaat Pare untuk Kesehatan Tubuh, Hiraukan Rasa Pahitnya

Berbagai manfaat Makan Pare untuk Kanker

Meskipun memiliki rasa yang pahit, ternyata pare kaya akan kandungan nutrisi. Pare kaya akan vitamin C dan vitamin A. Selain itu, melon pahit ini juga diketahui mengandung berbagai mineral, seperti potassium, zink, dan zat besi.

Tidak hanya itu, banyak senyawa aktif dalam pare yang dapat bertindak sebagai antioksidan, seperti folat, katekin, asam galat, epikatekin, dan asam klorogenat. Semua senyawa ini dapat melindungi sel dari kerusakan.

Semua kandungan ini membuat pare memiliki manfaat yang berhubungan dengan kanter. Beberapa manfaat di antaranya adalah:

1. Mencegah Timbulnya Sel Kanker pada Tubuh

Kandungan folat dalam pare mampu membantu mencegah timbulnya sel kanker dalam tubuh. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki kandungan asam folat yang cukup dalam tubuh dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Asam folat memiliki peran dapat pertumbuhan dan perbaikan sel. 

Asam folat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pada stadium awal. 

Penelitian pada tahun 2014 juga membuktikan bahwa konsumsi suplemen folat dapat menurunkan risiko wanita untuk mengalami kanker payudara. 

2. Membantu Mengobati Kanker

Berbagai kandungan senyawa aktif pada pare diketahui dapat membantu mengatasi kanker. Beberapa senyawa aktif yang dapat ditemukan dalam pare, antara lain asam lemak, minyak esensial, flavonoid, asam fenolat, triterpenoid, triterpene glikosida, asam fenolat, dan saponin. 

Semua senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan yang dapat membersihkan radikal bebas, superoksida, dan radikal hidroksil yang dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare efektif untuk membunuh sel kanker pada lambung, kolon, paru-paru, dan nasofaring. Namun, perlu diingat bahwa penelitian ini menggunakan pare yang sudah terkonsentrasi. 

Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat efek pare terhadap pertumbuhan kanker ketika dikonsumsi dalam jumlah wajar. 

Sebelum konsumsi pare, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter untuk memastikan manfaat pare untuk mengobati kanker.

3. Meningkatkan Efektivitas dalam Pengobatan Kanker

Kandungan vitamin C dalam buah pare diketahui dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi. 

Namun, hingga saat ini belum ada uji klinis dalam skala besar dan terkontrol untuk membuktikan efek vitamin C pada kanker. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter jika ingin konsumsi pare saat menjalani pengobatan kanker. 

4. Menurunkan Efek Samping pada Pengobatan Kanker

Pare mengandung mineral zink yang dapat menurunkan efek samping pengobatan radioterapi yang sedang dijalani pasien kanker. 

Terapi radiasi atau radioterapi dapat memberikan efek samping berupa hilangnya kepekaan indra perasa sehingga pasien menjadi tidak bisa merasakan rasa dari makanan dan minuman. 

Zink dalam buah pare diketahui dapat menurunkan efek samping ini, sehingga pasien masih dapat merasakan makanan. Selain itu zink juga diketahui dapat meredakan peradangan dan sariawan yang terjadi akibat radioterapi. 

Namun, Anda tetap disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter tentang konsumsi pare dengan tujuan mendapatkan manfaat ini. 

Pare merupakan buah pahit yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam bentuk berbagai masakan. Buah ini ternyata memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan kanker. 

  1. Ajmera, Rachael. 2019. 6 Benefits of Bitter Melon (Bitter Gourd) and Its Extract. https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  2. Chen, P, et al. 2014. Higher Dietary Folate Intake Reduces The Breast Cancer Risk: A Systematic Review And Meta-Analysis. https://www.nature.com/articles/bjc2014155. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  3. Cohut, Maria. 2020. How Might Bitter Melon Help Treat Cancer? https://www.medicalnewstoday.com/articles/327463. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  4. Girindhar, Karthik. 2022. High-Dose Vitamin C: Can It Kill Cancer Cells? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/expert-answers/alternative-cancer-treatment/faq-20057968. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  5. Kitchin, Beth. Folic Acid And Cancer: Too Much Of A Good Thing? https://www.uab.edu/shp/nutritiontrends/nutrition-know-how/consumer-concerns/folic-acid-and-cancer. (Diakses pada 6 Maret 2023).
  6. Ray, Ratna B. 2019. Inhibition Of The Key Metabolic Pathways, Glycolysis And Lipogenesis, Of Oral Cancer By Bitter Melon Extract. https://biosignaling.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12964-019-0447-y. (Diakses pada 6 Maret 2023).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi