Terbit: 11 Februari 2022 | Diperbarui: 14 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dampak malnutrisi atau gizi buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan pada orang dewasa maupun anak-anak. Mengetahui dampak buruknya dapat membantu mencegah malnutrisi. Untuk itu, ketahui berbagai dampak buruknya bagi kesehatan dalam penjelasan di bawah ini.

11 Dampak Malnutrisi pada Anak hingga Dewasa

Apa Itu Malnutrisi?

Malnutrisi adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh kekurangan nutrisi yang cukup maupun kelebihan nutrisi daripada yang dibutuhkan. Orang yang kekurangan gizi biasanya mengalami kekurangan vitamin dan mineral, terutama zat besi, zinc, vitamin A, dan yodium.

Namun, kekurangan zat gizi mikro juga dapat terjadi dengan kelebihan nutrisi. Kelebihan berat badan atau obesitas mungkin saja karena konsumsi kalori yang berlebihan tetapi tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup secara bersamaan.

Baik kekurangan maupun kelebihan nutrisi dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga: Malnutrisi: Penyebab, Jenis, Ciri-Ciri, Pengobatan

Dampak Malnutrisi bagi Kesehatan

Malnutrisi terjadi secara bertahap dan ketidakseimbangan nutrisi awalnya dapat diketahui dalam darah dan jaringan, diikuti oleh proses metabolisme, yang pada akhirnya muncul tanda dan gejala malnutrisi.

Berikut ini dampak malnutrisi bagi kesehatan:

1. Perubahan massa tubuh (sarkopenia)

Sarkopenia adalah hilangnya massa tubuh tanpa lemak secara progresif, yang biasanya dimulai setelah usia 40 tahun. Selama mengalami sarkopenia, pria biasanya kehilangan 10 kilogram massa tubuh tanpa lemak, sedangkan pada wanita kehilangan 5 kilogram.

Ketika mengalami kekurangan gizi, sarkopenia yang tidak normal dapat terjadi. Ini dapat memicu efek kekurangan gizi lainnya, seperti peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Orang yang mengalami kelebihan gizi juga dapat menderita sarcopenia, namun kondisi ini sering kali disamarkan oleh kelebihan jaringan adiposa di sekitar organ internal.

2. Penurunan berat badan yang parah (cachexia)

Cachexia menjadi salah satu yang paling tampak dari dampak malnutrisi. Kondisi ini juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Cachexia atau wasting syndrome, meliputi penurunan berat badan yang parah, bersama dengan atrofi otot (kehilangan massa otot), kelelahan, kelemahan, dan kehilangan nafsu makan.

Orang dengan cachexia biasanya memiliki badan kurus, layu, kulit kehilangan elastisitasnya dan menjadi kering. Selain itu, Rambut rontok dan ada risiko ulkus dekubitus, pembekuan darah, patah tulang pinggul, kehilangan beberapa koordinasi motorik, yang rentan jatuh.

3. Luka lama sembuh

Ketika terjadi kekurangan protein, karbohidrat, dan vitamin, luka akan lama sembuh. Malnutrisi tidak hanya dapat meningkatkan risiko infeksi, tetapi juga mengganggu dan menunda penyembuhan dari penyakit umum atau pasca-operasi.

Bagi pasien yang kelebihan gizi dan obesitas, penyembuhan luka yang buruk sebagian besar akibat oksigenasi jaringan yang buruk dan ketidakmampuan untuk menyediakan nutrisi yang diperlukan dan menghasilkan sel darah putih yang cukup, serta peningkatan ketegangan pada tepi luka.

4. Kegagalan organ

Baik untuk jangka pendek atau panjang, pola makan tanpa nutrisi yang cukup yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan hidup dapat mengakibatkan kerusakan pada organ vital.

Berikut ini beberapa efek malnutrisi pada organ dalam:

  • Ginjal. Ginjal tidak berfungsi menyebabkan kegagalan dalam mengontrol garam dan cairan, yang pada gilirannya dapat memicu hidrasi berlebihan atau dehidrasi (kekurangan cairan).
  • Otak. Penyakit kesehatan mental dapat mengakibatkan malnutrisi, yang dapat menjadi faktor penentu dalam perkembangan penyakit kesehatan mental, seperti apatis, depresi, introversi, pengabaian diri, dan penurunan interaksi sosial.
  • Reproduksi. Penurunan kesuburan dan dorongan seks yang buruk adalah efek dari malnutrisi. Selain itu, kekurangan gizi selama kehamilan akan membuat bayi lebih rentan terhadap penyakit, stroke, dan diabetes di kemudian hari.
  • Gangguan pengaturan suhu. Kondisi ini terutama terjadi pada penderita cachexia, yang mengakibatkan tidak dapat menyimpan panas tubuh. Kondisi ini yang bisa mengakibatkan hipotermia.

5. Stres

Malnutrisi dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi, memori, dan fokus, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan peningkatan stres.

Tes diagnostik tertentu harus dihindari, seperti ADHD, sampai kesehatan gizi seseorang dapat dievaluasi.

Dampak Malnutrisi pada Anak

Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dapat mengembangkan beragam penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhannya.

Berikut ini beberapa efek malnutrisi pada anak:

1. Penurunan kekebalan tubuh

Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan sistem kekebalan yang lemah. Oleh karena itu, anak-anak memiliki peningkatan risiko terkena infeksi atau tertular penyakit menular.

Jika kondisi tempat tinggal tidak sehat, anak lebih rentan terkena infeksi. Bahkan anak cenderung mengalami kekurangan vitamin A, zinc, dan zat besi.

2. Tumbuh kembang anak terlambat

Ketika anak-anak tidak menerima jumlah nutrisi yang cukup saat mereka tumbuh, anak mungkin menderita gangguan pertumbuhan.

Dampak malnutrisi pada anak dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran cerna. Ini dapat memperburuk kondisi karena meskipun tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, anak juga tidak dapat menyerap nutrisi yang didapatkan dengan baik.

3. Gangguan pertumbuhan fisik

Komplikasi pertumbuhan jangka panjang dapat terjadi karena kekurangan vitamin A dan D, magnesium, zinc, magnesium, dan zat besi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan seperti anoreksia atau kekurangan protein yang menyebabkan perkembangan tulang yang buruk.

Jika kondisi tersebut dibiarkan dan tidak mendapatkan nutrisi yang tepat, anak tidak akan mengalami pemulihan ke potensi pertumbuhan penuh. Biasanya anak memiliki tinggi badan yang kerdil.

4. Gangguan perkembangan otak

Jika anak kekurangan gizi, otaknya akan terpengaruh secara negatif dan akan menderita karena perkembangan yang tidak proporsional.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkan ADD (Attention Deficit Disorder), ketidakmampuan belajar, nilai IQ gizi rendah, perkembangan bahasa yang buruk, gangguan memori dan fokus, pemecahan masalah yang rendah, dan prestasi sekolah yang menurun.

5. Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah kondisi ketika tubuh kekurangan asupan protein yang parah. Anak dengan kwashiorkor mengalami edema pitting pedal bilateral (penumpukan cairan di kaki dan tungkai bawah) dan asites (retensi cairan abnormal di perut). Kondisi ini sering kali disebut malnutrisi edematous.

6. Marasmus

Marasmus adalah kondisi yang terkait dengan asupan energi dan protein total yang tidak mencukupi, yang menyebabkan wasting (berat badan rendah atau kurus).

Wasting dikenal sebagai hilangnya jaringan adiposa dan otot secara berlebihan akibat kekurangan protein dan energi. Kondisi ini juga disebut sebagai wasting syndrome.

Baca Juga: 13 Ciri-Ciri Anak Gizi Buruk & Penyebabnya (Bunda Wajib Tahu!)

Itulah efek malnutrisi yang dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini patut diwaspadai karena membahayakan kesehatan Anda. Semoga informasi ini bermanfaat ya, teman Sehat

 

  1. Anonim. 2020. Malnutrition. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/ (Diakses pada 11 Februari 2022)
  2. Anonim. 2022. Effects of Malnutrition. https://www.newhealthadvisor.org/Effects-of-Malnutrition.html (Diakses pada 11 Februari 2022)
  3. Anonim. 2016. Effects of Malnutrition. https://richmondvale.org/en/blog/effects-of-malnutrition (Diakses pada 11 Februari 2022)
  4. Patwal, Swati. 2022. Malnutrition In Children: Causes, Signs, Effects & Treatment. https://www.momjunction.com/articles/malnutrition-in-children-effects-causes-signs-treatment_00693193/ (Diakses pada 11 Februari 2022)
  5. Streit, Lizzie. 2018. Malnutrition: Definition, Symptoms and Treatment. https://www.healthline.com/nutrition/malnutrition (Diakses pada 11 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi