Terbit: 15 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Decluttering adalah istilah untuk memilah barang yang sudah tidak lagi dipakai di dalam rumah. Aktivitas ini memberikan manfaat yang baik baik bagi fisik maupun mental. Lantas bagaimana kiat memilah barang tak terpakai dan apa saja manfaatnya? Yuk, simak dalam penjelasan di bawah ini!

Decluttering, Menyortir Barang Tak Terpakai yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Apa Itu Decluttering?

Decluttering adalah istilah yang digunakan untuk aktivitas menyortir atau memilah benda yang sudah tidak terpakai di dalam rumah. Aktivitas ini pada akhirnya dapat membantu menjaga kesehatan mental hingga meningkatkan fokus.

Jika Anda sering kali mengalami kesulitan dalam menemukan dan menempatkan barang-barang di rumah, baik itu lemari, ruang penyimpanan atau bahkan meja kerja, maka itu mungkin pertanda bahwa Anda perlu memulai decluttering.

Manfaat Decluttering untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Lingkungan yang berantakan sering kali meningkatkan stres bagi kebanyakan orang. Menurut sebuah penelitian, wanita yang memiliki rumah rapi memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih rendah daripada wanita yang memiliki rumah berantakan atau belum selesai.

Sementara penelitian lain menemukan bahwa lingkungan yang teratur cenderung terkait dengan hidup yang sehat, sedangkan lingkungan yang tidak teratur mendorong kreativitas dan ide-ide segar.

Jika menghargai kreativitas, Anda mungkin ingin membiarkan diri sendiri sedikit berantakan di area tertentu dalam hidup.

Bagi kebanyakan orang, menyortir barang dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Manfaat lain dari decluttering, berikut di antaranya:

1. Fokus yang lebih baik

Berantakan atau kekacauan di rumah membuat penghuninya sulit untuk menemukan apa yang dibutuhkan, serta mengalihkan perhatian. Menyingkirkan barang yang berantakan dan merapikan rumah dapat membantu penghuningan lebih fokus pada tugas apa pun yang ada.

2. Menghemat waktu dan tenaga

Lebih sedikit barang yang harus dibersihkan dapat membuat Anda menghemat waktu dan tenaga. Ini karena menjaga kebersihan rumah bukanlah hal yang mudah dan semakin banyak barang yang tidak digunakan lagi akan membutuhkan waktu dan energi untuk membersihkan dan merapikannya.

3. Mengatasi stres

Menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi dapat memberikan rasa pencapaian bagi sebagian orang dan mengurangi stres. Selain nyaman karena terbebas dari rumah yang berantakan, manfaat decluttering dapat membuat seseorang memiliki rasa kontrol terhadap rumah dan kehidupannya.

4. Meningkatkan harga diri

Ketika mengalami kesulitan untuk tetap teratur, dalam hal ini menata barang-barang, Anda mungkin merasa di luar kendali. Merapikan barang-barang tidak terpakai lagi yang membuat rumah terlihat berantakan dapat mengembalikan perasaan kepandaian dan kebanggaan.

5. Hubungan yang lebih baik

Konflik dengan keluarga atau teman sekamar sering kali terjadi ketika satu orang tidak bisa membuat kondisi kamar terlihat rapi. Selain itu, biasanya Anda mungkin lebih nyaman mengundang teman ketika rumah sudah rapi dan bersih.

6. Mengurangi risiko asma dan alergi

Bukan berarti rumah yang berantakan tetapi tidak kotor. Rumah yang dipenuhi tumpukan barang tidak terpakai lagi akan sulit untuk dibersihkan. Dampak buruknya, Anda mungkin berisiko mengalami asma atau alergi karena tumpukan debu hingga pertumbuhan jamur.

Untunya manfaat decluttering dapat mencegah hama dan mengurangi debu, jamur, dan lumut, yang dapat memicu serangan asma dan alergi.

7. Meningkatkan gaya hidup dan kebahagiaan

Rumah yang tidak berantakan membuat penghuninya lebih mudah untuk menyiapkan makanan sehat di dapur yang teratur. Selain itu, kebanyakan orang bisa tidur lebih nyenyak di kamar yang rapi dengan tempat tidur yang rapi.

Baca Juga: Hoarding Disorder: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Komplikasi, dll

Dampak Buruk Rumah Berantakan

Rumah berantakan oleh barang yang sudah tidak terpakai selain tidak enak dipandang, juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, terutama mental. Berikut ini dampak buruknya:

  • Pikiran kacau atau bingung. Lingkungan dapat memengaruhi kondisi mental. Misalnya ruangan yang berantakan mencerminkan pikiran yang berantakan dan sebaliknya.
  • Stres. Bingung membuat seseorang menjadi stres. Ketika pakaian kotor di sofa, koran yang berserakan di lantai, dan kopi yang tumpah di atas meja, Anda menjadi sangat stres.
  • Menyebabkan kecelakaan. Rumah yang berantakan dapat meningkatkan kemungkinan tersandung dan jatuh karena barang-barang berserakan.
  • Makan lebih banyak. Sebuah penelitian di tahun 2017 menunjukkan bahwa orang yang tinggal di lingkungan berantakan cenderung membuat orang makan berlebihan.
  • Mengganggu kesehatan mental. Tinggal atau bekerja di lingkungan yang berantakan dan tidak teratur membuat orang merasa lelah dan tidak bahagia. Sebuah penelitian di tahun 2017 di tempat kerja mengungkapkan bahwa lingkungan yang kacau memengaruhi kebersihan mental.
  • Komunikasi menjadi sulit. Sebuah penelitian Cornell University di tahun 2016 menunjukkan bahwa orang yang hidup di antara ruangan yang berantakan merasa sulit untuk mencapai perasaan satu sama lain. Ruang berantakan membuat orang terganggu oleh rangsangan acak dari lingkungan dan berjuang untuk menafsirkan ekspresi dan emosi orang-orang di sekitarnya.

Tips Memulai Decluttering untuk Rumah Berantakan

Siapa pun pasti akan lebih menikmati manfaat decluttering bagi kesehatan mental jika membuat prosesnya dapat mengurangi stres. Berikut beberapa tips ini untuk memilah dan merapikan barang yang berantakan:

1. Mulai dari yang kecil

Jika Anda memilih satu laci atau lemari untuk dirapikan, jangan menyepelekan. Langkah ini justru menjadi permulaan dalam menata rumah yang berantakan.

Kesenangan melihat dan menggunakan ruangan yang tertata dengan baik akan menjadi umpan balik positif, sehingga mendorong Anda untuk lebih sering untuk merapikan barang-barang.

2. Menyusun dalam struktur

Apabila mengundang teman untuk makan malam, Anda akan termotivasi untuk merapikan dapur dan meja makan, atau bahkan ruang tamu.

Begitu pun jika Anda menjadwalkan seseorang untuk mengambil barang-barang Anda yang tidak dibutuhkan, Anda akan membuat tenggat waktu untuk menyelesaikan decluttering.

Pastikan Anda memberikan waktu tambahan, karena memilah barang tak terpakai bisa memerlukan waktu lebih lama dari yang Anda harapkan.

3. Jangan mementingkan kesempurnaan

Ketika membersihkan barang yang tidak digunakan lagi, tidak perlu menyembunyikan barang yang sering Anda gunakan. Alangkah baiknya merapikannya di tempat yang sesuai.

Satu hal yang harus Anda hilangkan dari pikiran Anda adalah untuk tidak menilai ruangan rumah Anda dengan ruangan rumah orang lain. Hal ini karena setiap rumah itu berbeda, baik itu ruangan beserta isinya.

Itulah penjelasan tentang decluttering, mulai dari definisi, manfaat, hingga tipsnya. Nah, jika Teman Sehat memiliki rumah berantakan dari barang-barang tak terpakai lagi, cobalah mulai dari sekarang membersihkan dan merapikannya untuk mendapatkan manfaatnya.

 

  1. Anonim. 2021. Mental Health Benefits of Decluttering. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-benefits-of-decluttering (Diakses pada 15 Februari 2022)
  2. Bahagijo, Miriam. 2020. Decluttering 101: Why and How. https://waste4change.com/blog/decluttering-101-why-and-how/ (Diakses pada 15 Februari 2022)
  3. Raghavan, Sandhya. 2017. 6 harmful effects of living in a cluttered house. https://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/stress/harmful-effects-of-living-in-a-cluttered-house-k1217-542344/ (Diakses pada 15 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi