Terbit: 3 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Ada banyak pilihan cara mengobati alergi baik yang alami maupun yang medis. Pengobatan ini untuk alergi yang ringan hingga yang parah. Selengkapnya simak daftar pengobatan alergi yang alami dan medis di bawah ini!  

15 Cara Mengobati Alergi yang Efektif (Alami dan Medis)

Apa Itu Alergi?

Alergi adalah reaksi tubuh yang terjadi ketika sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh keliru mendeteksi zat asing atau alergen sebagai zat yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen ini dan menghasilkan histamin, zat kimia yang menyebabkan beberapa gejala alergi, termasuk gatal, peradangan, pembengkakan, sesak napas, bersin, dan batuk.

Cara Mengobati Alergi yang Alami dan Medis

Reaksi alergi ringan biasanya bisa diobati menggunakan pengobatan rumahan atau alami dan obat bebas (over the counter/OTC). Alergi yang kronis memerlukan perawatan medis. Sedangkan reaksi alergi yang parah selalu membutuhkan perawatan darurat medis.

Baik yang alami maupun medis, berikut ini daftar cara mengobati alergi: 

1. Irigasi Nasal

Penggunaan irigasi hidung dengan cairan saline (NaCL 0.9%) menggunakan alat bernama neti-pot, dapat membantu meredakan gejala alergi seperti hidung tersumbat dan demam.

Membilas sinus dengan larutan air garam membantu mengeluarkan alergen dari rongga hidung bersama dengan lendir dan iritasi lainnya. Menggunakan irigasi nasal harus benar, karena jika tidak tepat dapat menyebabkan infeksi.

2. Madu

Meskipun belum ada bukti ilmiah untuk membuktikan manfaatnya, tetapi menurut pengalaman banyak orang mengonsumsi madu berkhasiat untuk mengobati alergi. Menggunakan madu bisa membantu menurunkan reaksi alergi seiring waktu terhadap serbuk sari yang dikumpulkan lebah untuk membuat madu.

3. Minyak Kayu Putih

Cara mengobati alergi bisa menggunakan minyak kayu putih alias eucalyptus. Menggunakan minyak kayu putih berkhasiat sebagai agen antimikroba. Manfaat minyak kayu putih juga meredakan batuk, mengeluarkan lendir di dada, melegakan pernapasan, dan menyegarkan napas.

4. Minyak Peppermint

Sebuah penelitian di tahun 1998 menunjukkan bahwa perawatan dengan minyak peppermint memiliki efek antiinflamasi yang dapat mengurangi gejala asma bronkial dan rhinitis alergi. Minyak ini dapat dapat disemprotkan ke udara atau mengencerkannya dengan minyak pembawa jika ingin mengoleskannya.

5. Bromelain

Bromelain adalah enzim yang terkandung dalam buah pepaya dan nanas, yang menjadi salah satu cara mengobati alergi. Mendapatkan asupan bromelain dari buah tersebut efektif dalam meningkatkan pernapasan dengan mengurangi pembengkakan.

6. Quercetin

Quercetin adalah obat alami yang dipercaya dapat menstabilkan pelepasan histamin dan membantu mengendalikan beberapa gejala alergi. Terkandung secara alami, quercetin terdapat dalam makanan tertentu, termasuk brokoli, kembang kol, teh hijau, dan buah jeruk.

7. Vitamin C

Cara mengobati gatal alergi bisa menggunakan vitamin C. Praktisi pengobatan alami menganjurkan untuk mengonsumsi 1.000 miligram vitamin C setiap hari untuk mengurangi kadar histamin penyebab alergi.

Vitamin C terkandung secara alami dalam buah dan sayuran, termasuk jeruk, lemon, jambu biji, stroberi, pepaya, kiwi, cabai merah, paprika kuning, brokoli, dan kale.

8. Filter Udara

Sebagai cara mengobati alergi kulit, cobalah pertimbangkan untuk menggunakan filter udara di dalam ruangan rumah. Filter udara dapat menyaring iritasi udara seperti serbuk sari, debu, dan bulu hewan peliharaan. Ini dapat membantu mengurangi alergen di rumah. Filter udara menggunakan teknologi PECO yang tidak hanya menangkap polutan, tetapi juga menghancurkannya. 

9. Akupunktur

Sebuah pengamatan di tahun 2015 dari 13 penelitian telah menyimpulkan bahwa terapi akupunktur dapat membantu mengatasi gejala rhinitis alergi musiman dan tahunan. Gejala rhinitis alergi, termasuk gatal pada mulut dan tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, bersin-bersin, mata terasa gatal atau berair, ruam pada kulit, dan batuk-batuk.

10. Antihistamin

Antihistamin adalah golongan obat yang dapat membantu mengobati reaksi alergi ringan, apa pun penyebabnya. Obat ini mengurangi produksi histamin dalam tubuh, yang bekerja dengan cara mengobati alergi kulit bentol atau mengurangi semua gejala alergi.

Antihistamin generasi kedua, termasuk claritin dan zyrtec, cenderung tidak menyebabkan kantuk daripada antihistamin generasi pertama, seperti benadryl.

Golongan obat ini tersedia dalam beberapa bentuk, biasanya untuk membantu mengantarkan obat lebih dekat ke sumber reaksi atau membuatnya lebih mudah untuk dikonsumsi, termasuk pil oral, tablet larut, kapsul, kirim, nasal spray, cairan, dan obat tetes mata.

11. Kortikosteroid Nasal

Steroid nasal spray juga dikenal sebagai kortikosteroid nasal, adalah semprotan hidung yang dapat mengurangi pembengkakan di saluran hidung. Berikut ini beberapa obat dari golongan kortikosteroid nasal:

  • Budesonide nasal.
  • Fluticasone nasal.
  • Triamcinolone nasal.

Kortikosteroid nasal untuk meredakan beberapa gejala, termasuk pilek, hidung tersumbat, bersin, mata gatal dan berair. Dokter juga dapat meresepkan semprotan hidung kortikosteroid lainnya, seperti beclometasone.

Obat kortikosteroid juga tersedia dalam bentuk atau sediaan lainnya, termasuk oral (prednisone) dan topikal (hydrocortisone). 

12. Dekongestan

Dekongestan adalah obat untuk melegakan hidung tersumbat dengan jangka pendek. Golongan obat ini mengurangi peradangan di pembuluh darah hidung, yang membantu saluran udara terbuka dan mengurangi penyumbatan.

Obat dekongestan oral (OTC), termasuk oxymetazoline nasal dan phenylephrine. Pseudoephedrine mungkin bisa Anda dapatkan dengan atau tanpa resep dari dokter. 

Pil, cairan, dan semprotan dekongestan hidung juga bisa membantu mengurangi sinus yang tersumbat dan bengkak, serta gejala terkait seperti sakit tenggorokan atau batuk. Namun, tidak boleh mengonsumsi obat dekongestan secara terus menerus selama lebih dari 72 jam.

13. Mast Cell Stabilizers

Obat mast cell stabilizers, termasuk cromolyn sodium, dapat mencegah pelepasan bahan kimia yang menyebabkan peradangan, termasuk histamin dan leukotrien. Hal ini untuk mencegah terjadinya beberapa gejala alergi seperti bersin, pilek, dan gatal pada mata. Oleh karenanya cocok sebagai salah satu cara mengatasi alergi.

14. Epinephrine

Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang dapat mengancam jiwa. Selama anafilaksis, seseorang mungkin akan mengalami penyempitan saluran udara dan pembengkakan di tenggorokan. Juga pembuluh darah melebar, yang menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah (hipotensi).

Dokter mungkin akan meresepkan obat berbasis injeksi yang disebut epinephrine, untuk mencegah anafilaksis menjadi mengancam jiwa pada penderita alergi yang berpotensi parah.

Jika mengira Anda atau orang terdekat mengalami reaksi anafilaksis, secepatnya menggunakan epinephrine yang dapat disuntikkan sendiri dan sesegera mungkin ke rumah sakit terdekat.

15. Steroid

Obat-obatan steroid dapat membantu mengurangi peradangan akibat reaksi alergi. Golongan obat ini tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk:

  • Semprotan hidung dan obat tetes mata untuk mengobati hidung dan mata yang meradang.
  • Krim untuk mengobati eksim dan dermatitis kontak.
  • Inhaler untuk mengatasi asma.
  • Tablet untuk meredakan gatal-gatal (urtikaria).

Semprotan, tetes, dan krim steroid lemah tersedia tanpa resep dokter. Sedangkan krim, inhaler, dan tablet yang lebih kuat harus dengan resep dokter.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2018. Allergies. https://www.nhs.uk/conditions/allergies/treatment/ (Diakses pada 3 Agustus 2021)
  2. Frothingham, Scott. 2018. 15 Home Remedies for Allergies. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-allergies (Diakses pada 3 Agustus 2021)
  3. Huizen, Jennifer. 2018. How do you treat an allergic reaction?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321500#natural-remedies-for-allergic-reactions (Diakses pada 3 Agustus 2021)
  4. Nichols, Hannah. 2021. Are allergies permanent?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-get-rid-of-allergies (Diakses pada 3 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi