Terbit: 27 June 2022 | Diperbarui: 31 August 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Apabila Anda merasa takut berlebihan setiap berada di sekitar wanita, kemungkinan mengalami gynophobia! Fobia ini biasanya dapat dialami oleh kaum pria. Selengkapnya simak penjelasannya dalam artikel ini, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Mengenal Gynophobia, Ketakutan yang Berlebihan Pria pada Wanita

Apa itu Gynophobia?

Gynophobia adalah ketakutan berlebihan seorang pria terhadap wanita. Kondisi ini dapat dicirikan sebagai bentuk fobia spesifik menurut DSM-5 (Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorder). Seperti fobia lainnya, kondisi ini dapat menyebabkan ketakutan atau kecemasan langsung pada pikiran atau tindakan ketika berada di sekitar wanita.

Seseorang yang memiliki fobia ini mungkin menyadari bahwa kecemasan yang dialaminya itu berlebihan. Meski memahami bahwa ketakutan yang berlebihan itu tidak rasional, hal ini tidak mencegah orang dengan fobia spesifik untuk merasa cemas dan panik.

Tanda dan Gejala Gynophobia

Tanda dan gejala fobia ini bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya. Beberapa gejala yang mungkin dialami, di antaranya:

  • Rasa takut yang luar biasa ketika berada di sekitar atau memikirkan wanita.
  • Menghindari aktivitas untuk mencegah kemungkinan interaksi dengan wanita.
  • Meningkatkan kecemasan ketika semakin dekat dengan wanita atau ketika mendekati situasi di mana Anda mungkin harus berinteraksi dengannya.

Gynophobia juga dapat menyebabkan serangan panik, yang biasanya ditandai dengan beberapa gejala fisik, berikut di antaranya:

Apabila gejala ini bertahan lama dan cukup parah, hal tersebut bisa berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari. Meskipun gejalanya sering kali muncul pada usia 10 tahun, fobia ini dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak segera ditangani.

Penyebab Gynophobia

Dalam kasus fobia, penelitian menunjukkan bahwa disfungsi amigdala otak atau pusat pemrosesan ketakutan, mungkin menjadi penyebabnya.

Sebagai contoh, jika pria memiliki pengalaman dengan wanita yang mengakibatkan ketakutan dan kecemasan, disfungsi amigdala bisa menyebabkannya mengalami ketakutan yang berlebihan apabila berada dekat dengan wanita.

Tetapi perbedaan dalam amigdala pria mungkin hanya sebagian penyebab fobia. Faktor lainnya yang mungkin menjadi penyebab, termasuk:

  • Menyaksikan peristiwa traumatis.
  • Mengalami peristiwa traumatis.
  • Pengaruh lingkungan.
  • Pengaruh budaya.

Namun, pria tidak harus memiliki peristiwa traumatis untuk mengembangkan fobia. Banyak orang tidak ingat kapan atau di mana fobia mereka mulai terjadi.

Pada dasarnya, fobia dimulai sebagai ketakutan naluriah; seperti takut pada kegelapan. Tetapi karena kombinasi berbagai faktor, ketakutan itu tidak berkurang setelah masa anak-anak dan justru bisa berkembang menjadi rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu.

Faktor Risiko Gynophobia

Siapa pun bisa mengembangkan fobia ini, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia ini, di antaranya:

  • Genetika. Seseorang lebih mungkin mengembangkan fobia jika memiliki saudara dengan gangguan kecemasan atau fobia lainnya.
  • Temperamen. Ini terutama kecenderungan untuk neurotisisme atau penghambatan perilaku
    lingkungan rumah.
  • Perlindungan berlebihan. Orang tua yang memberikan perlindungan secara berlabihan terhadap anak.
  • Trauma  psikis. Trauma psikis terjadi ketika ada stressor yang cukup kuat dan melekat pada ingatannya, misalnya mengalami tindakan pelecehan atau penelantaran di masa kanak-kanak.
  • Usia. Anak-anak lebih rentan terhadap perkembangan sebagian besar fobia, biasanya pada usia 10 tahun.

Baca Juga: Venustraphobia (Takut Wanita Cantik): Penyebab, Diagnosis, Perawatan

Diagnosis Gynophobia

Ketakutan yang berlebihan terhadap wanita biasanya tidak muncul dengan sendirinya, dan mungkin mencerminkan masalah emosional, kepribadian, atau psikiatri yang lebih luas.

Sementara fobia tidak terdaftar dalam DSM-5 dan karena itu tidak diakui sebagai gangguan yang berbeda dan bisa didiagnosis, gejalanya mungkin memenuhi kriteria diagnostik untuk fobia tertentu, termasuk:

  • Ketakutan yang tidak masuk akal dan berlebihan.
  • Menghindari objek atau tekanan ekstrem saat ditemui.
  • Dampak signifikan pada kehidupan seseorang dan kemampuan untuk berfungsi.
  • Respons kecemasan langsung terhadap sumber ketakutan (dalam hal ini wanita).

Diagnosis juga memerlukan gejala fobia yang telah ada setidaknya selama enam bulan dan tidak disebabkan oleh kondisi lain.

Cara Mengatasi Gynophobia

Tidak ada perawatan yang dirancang khusus untuk fobia ini. Namun demikian, masih ada perawatan yang bisa membantu mengatasi banyak gejala gynophobia, termasuk terapi dan pengobatan.

Berikut ini beberapa cara mengatasi gynophobia:

1. Terapi eksposur

Jenis terapi bicara ini secara bertahap dan berulang kali membuat seseorang takut pada wanita. Kadang-kadang ini disebut terapi desensitisasi. Prosedur ini dilakukan oleh terapis untuk mengajari cara strategi mengurangi kecemasan untuk gynophobia Anda.

Terapi ini mungkin dimulai dengan hanya memikirkan wanita. Setelah merasa nyaman mengelola tingkat ketakutan ini, mungkin Anda bisa beralih ke melihat foto-foto wanita atau berbicara dengan wanita. Tujuannya adalah untuk mengendalikan rasa takut alih-alih mengendalikannya.

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Cognitive behavioral therapy atau CBT adalah psikoterapi yang melibatkan mengidentifikasi dan memahami pola pikir yang menyimpang.

Dalam gynophobia, terapi ini bisa berarti berbicara tentang apa yang dianggap mengancam tentang wanita. Terapis mungkin akan memandu dalam mempelajari kekhawatiran Anda; tidak peduli seberapa irasional yang mungkin terdengar atau terasa.

Terapis akan membantu menemukan cara untuk mengatasi kecemasan. Anda juga bisa mengembangkan kebiasaan baru dan mekanisme koping untuk membantu mengurangi efek fobia pada kehidupan sehari-hari.

3. Terapi paparan

Terapi paparan terkadang dianggap sebagai bagian kedua dari CBT, tetapi juga bisa menjadi terapi sendiri. Selama terapi paparan, Anda akan diminta untuk menghadapi ketakutan terhadap wanita dalam dosis kecil.

Terapi ini dapat dilakukan dengan duduk di ruangan bersama sepasang sepatu wanita, atau mendengarkan suara wanita pada rekaman.

Tujuan terapi paparan adalah untuk membantu membangun toleransi terhadap apa yang mengganggu seseorang dengan cara yang sama seperti menciptakan toleransi terhadap rasa atau aroma makanan baru.

Seberapa cepat menjalani terapi paparan akan tergantung pada tingkat keparahan gynophobia dan seberapa besar membuat Anda tertekan.

4. Obat-obatan

Gynophobia bukan hanya tentang perasaan takut berlebihan ketika bertemu wanita. Gejala yang dialami dapat menyebabkan tantangan fisik, seperti serangan panik.

Guna membantu menghilangkan beberapa gejala yang secara signifikan bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, Anda mungkin akan diberi resep obat-obatan berikut:

Karena obat-obatan hanya bisa meredakan gejala, obat ini biasanya digunakan bersama dengan psikoterapi.

Baca Juga: 7 Cara Menyembuhkan Ketakutan Bercinta pada Pria

Komplikasi Gynophobia

Gynophobia adalah fobis yang mungkin tidak tampak seperti masalah serius, tetapi dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan menghambat untuk menjalani kehidupan normal.

Beberapa komplikasi gynophobia yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Isolasi sosial. Seseorang dengan fobia ini mungkin tidak hanya menghindari situasi sosial di mana adanya wanita, tetapi mungkin juga menghindari mencari perawatan medis karena alasan yang sama.
  • Depresi. Frustrasi dan isolasi yang terkait dengan gynophobia bisa menyebabkan perasaan depresi.
  • Penyalahgunaan zat. Orang dengan gejala fobia ini mungkin mulai menggunakan obat-obatan atau zat berbahaya lainnya untuk mencoba mengendalikan kecemasan.

Apakah Gynophobia Bisa Dicegah?

Tidak ada cara untuk mencegah fobia ini. Namun, mencari bantuan sesegera mungkin setelah mengalami pengalaman traumatis atau tanda pertama gejala kecemasan, akan membantu memastikan bahwa ketakutan yang berkepanjangan tidak meningkat menjadi fobia.

Semakin cepat mendapatkan perawatan profesional, semakin baik peluang untuk berhasil mengatasi fobia.

Peran orang tua juga bisa membantu menghindari menularkan fobia pada anak-anaknya dengan mempelajari teknik yang efektif untuk mengelola stres dengan cara yang sehat.

Ketika Anda mempelajari cara menoleransi stres, pada gilirannya hal tersebut akan mengajari anak bagaimana cara mengatasi situasi yang memicu kecemasan.

Itulah penjelasan lengkap tentang gynophobia. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Cherry, Kendra. 2021. Gynophobia: The Fear of Women. https://www.verywellmind.com/gynophobia-the-fear-of-women-4692335. (Diakses pada 21 Juni 2022)
  2. Cirino, Erica. 2018. Gynophobia: What You Should Know. https://www.healthline.com/health/mental-health/gynophobia. (Diakses pada 21 Juni 2022)
  3. Gillette, Hope. 2021. Gynophobia: Mental Illness or Misogyny?. https://psychcentral.com/anxiety/gynophobia#what-is-gynophobia. (Diakses pada 21 Juni 2022)
  4. Lewis, Sarah. 2020. Gynophobia (Fear of Women). https://www.healthgrades.com/right-care/anxiety-disorders/gynophobia-fear-of-women#treatments. (Diakses pada 21 Juni 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi