Terbit: 15 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pengasuhan yang salah—terutama jika dilakukan oleh ibu—dapat meninggalkan luka batin mendalam bagi anak. Luka dari pengasuhan ibu disebut juga dengan mother wound, baik anak laki-laki dan perempuan dapat mengalaminya. Pahami apa dampak mother wound bagi anak dan cara mengatasinya di sini!

Mother Wound, Luka Pengasuhan Akibat Ibu yang Toksik

Apa Itu Mother Wound?

Mother wound adalah luka ibu atau luka batin akibat salah pengasuhan yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya. Luka ini bukan hanya akan berpengaruh kepada mental anak di masa itu, tetapi juga di masa depan.

Mengutip psikolog senior Elly Risman yang mengatakan “parenting is wearing”. Artinya, pola pengasuhan yang dialami seorang wanita akan dilakukannya juga kepada anak-anaknya kelak. Begitu juga dengan mother wound.

Seorang perempuan yang mengalami luka pengasuhan yang diakibatkan oleh ibunya akan melukai anaknya dengan cara yang sama pula. Sehingga bisa dikatakan mother wound adalah pola pengasuhan yang salah, yang diturunkan oleh generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya.

Ciri-Ciri Mother Wound

Secara umum dalam ilmu medis, mother wound tidak didiagnosis secara resmi. Luka dan ciri yang dialami penyandangnya nyata dan amat terasa.

Jika satu atau lebih hal di bawah ini terjadi pada seseorang, maka dia mengalami mother wound.

  • Ibu Anda tidak mendampingi saat Anda mengalami peristiwa emosional.
  • Anda tidak mendapatkan kenyamanan dan keamanan dari ibu Anda.
  • Anda selalu meragukan penerimaan ibu, sehingga terus berusaha menjadi anak yang sempurna.
  • Ada rasa takut dan grogi ketika bersama ibu.
  • Ibu berulang kali  mengharapkan Anda untuk memahami dan memakluminya secara fisik maupun emosional.

Baca Juga: Mengenal Istilah Mommy Issues dan Cara Mengatasinya

Ibu Yang Mengakibatkan Mother Wound

Dilansir dari Healthline, ibu yang mengalami hal-hal berikut di masa kecilnya berpotensi menimbulkan mother wound pada anak-anaknya di masa depan:

  • Diasuh oleh ibu yang tidak memberikan cinta, perhatian, dan keamanan bagi anak-anak mereka.
  • Diasuh oleh ibu yang tidak berempati kepada perasaaan anak-anak mereka.
  • Memiliki ibu yang tidak membantu anaknya untuk mengenali serta meregulasi emosi mereka.
  • Tidak diizinkan menunjukkan emosi negatif.
  • Terlalu sering dikritik oleh ibu mereka.
  • Dipaksa untuk memahami gejolak emosi ibu mereka, namun emosi mereka tidak dipahami oleh sang ibu.
  • Diasuh oleh ibu yang terlalu sibuk dengan urusan pribadinya, baik itu pekerjaan maupun masalah pribadi sehingga sang anak merasa ditelantarkan.
  • Mengalami kekerasan fisik dan emosional, tidak mendapat dukungan saat mengalami kejadian traumatis.
  • Memiliki ibu yang tidak bisa mengungkapkan rasa cinta mereka kepada anak-anaknya.
  • Diasuh oleh ibu dengan masalah mental dan atau masalah kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Dampak Mother Wound bagi Anak

Mother wound dapat mengakibatkan masalah emosional, sosial, bahkan mental bagi anak. Beberapa dampak yang ditimbulkannya adalah:

1. Kepercayaan diri yang rendah

Ibu yang terlalu banyak mengkritik, mengharap kesempurnaan, dan tidak memberi validasi emosi anaknya akan menjadikan anak-anaknya rendah diri. Anak akan kesulitan menerima dirinya apa adanya.

Anak menjadi selalu tidak puas dan terlalu keras pada diri mereka sendiri. Mereka juga cenderung meletakkan dirinya dalam sisi negatif serta tidak mampu menerima pujian dengan baik.

2. Kesadaran emosional yang rendah

Seorang ibu harus dapat menunjukkan bagaimana dia mengatur emosinya. Ibu juga perlu membantu anak melabeli dan meregulasi emosi mereka. Hanya membantu, bukan melabeli dan mengatur emosi anak.

Anak-anak sebenarnya memiliki kemampuan alami untuk mengendalikan emosi dan perasaannya. Namun jika ibu terlalu banyak ikut campur dan menekan mereka, anak-anak akan kesulitan mengenali emosinya sendiri.

Di masa dewasa, hal ini akan menyebabkan anak tidak peka terhadap emosi orang lain. Salah mengartikan gestur serta tidak mampu bereaksi secara tepat terhadap emosi orang di sekitarnya.

3. Ketidakmampuan untuk menenangkan diri

Tanpa memiliki kesadaran emosi yang benar, anak akan kesulitan untuk menenangkan diri. Kondisi ini akan anak bawa hingga mereka dewasa.

Ketidaknyamanan emosi seperti kecemasan, rasa sedih, marah, bosan, atau tersisihkan akan mereka hadapi dengan hal-hal yang salah. Misalnya, membahayakan diri sendiri, terjebak dalam kecanduan alkohol, merokok, serta mengkonsumsi narkoba.

4. Kesulitan dalam hubungan romantis

Anak yang dibesarkan oleh ibu yang kaku, tidak bisa mengekspresikan kasih sayang, serta tidak bahagia dalam hubungan romantisnya akan mengalami hal yang sama.

Mereka kelak akan kesulitan mengekspresikan perasaan, kesulitan menerima perhatian dan cinta dari pasangan. Mereka tidak mengerti bagaimana menjalani hubungan yang bahagia, karena mereka tidak pernah mempelajarinya dari sang ibu.

Baca Juga: Moms, Ini 10 Cara Agar Anak Dekat dengan Ibu yang Bekerja

Cara Mengatasi Mother Wound

Walaupun mother wound dialami saat masa kanak-kanak dan berefek hingga dewasa. Kondisi ini cenderung diturunkan dari ibu yang mengalaminya kepada anak mereka.

Bukan berarti luka ini tidak bisa diatasi. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi mother wound.

  • Menjalani terapi untuk menyembuhkan inner child yang terluka. Perasaan diabaikan, tidak dicintai, tidak diinginkan dan perasaan negatif lainnya dapat disembuhkan.
  • Berlatih untuk mencintai diri sendiri dan menerima serta memberi validasi semua perasaan yang dirasa. Bangunlah emosi positif dan fokuslah pada masa sekarang.
  • Relakan masa lalu yang menyedihkan dan melukai antara Anda dan ibu Anda.
  • Buat batasan. Jika ibu adalah sosok yang sangat toksik bahkan hingga sekarang, lakukan yang terbaik bagi diri Anda. Membatasi interaksi dengan ibu tidak masalah, selama silaturahmi tidak terputus.

Masa lalu bersama ibu tidak bisa dilupakan, namun seorang anak yang terluka selalu bisa memaafkan ibu kita. Maka maafkan kelalaian mereka dan fokuslah kepada masa depan Anda. Jangan biarkan perangkap mother wound mengenai kita dan anak-anak Anda kelak.

 

  1. Gaba, Sherry. 2019. The Mother Wound. https://www.psychologytoday.com/us/blog/addiction-and-recovery/201910/the-mother-wound. (Diakses pada 24-12-2021)
  2. Lewis, Rhona. 2020. What Is the Mother Wound and How Do You Heal? https://www.healthline.com/health/mother-wound. (Diakses pada 24-12-2021)
  3. Nguyen, Julie. 2021. Understanding The Mother Wound, The Intergenerational Pain Women Inherit. https://www.mindbodygreen.com/articles/mother-wound. (Diakses pada 24-12-2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi