Terbit: 24 Desember 2021 | Diperbarui: 27 Desember 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Love hate relationship adalah suatu hubungan dimana Anda merasa cinta tapi di satu sisi terkadang membenci pasangan. Hubungan ini dapat berdampak buruk pada kedua pasangan. Yuk, kenali ciri-ciri cinta tapi benci, dampak buruk, hingga cara mengatasinya berikut ini!

7 Ciri Love Hate Relationship, Dampak Buruk, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Love Hate Relationship?

Love hate relationship adalah suatu hubungan di mana kedua pasangan sangat saling mencintai, tetapi keduanya tidak konsisten dalam mengekspresikannya. Jadi, pasangan memiliki cinta yang begitu besar pada suatu, tetapi terkadang juga memiliki perasaan benci.

Pasangan dalam love hate relationship cenderung berbicara dengan kata-kata kasar yang tidak berarti. Dalam suatu waktu, kedua pasangan tidak dapat mempertahankan satu sama lain dan mungkin berkeinginan mengakhiri hubungan tetapi tidak mengakhirinya.

Ciri-Ciri Love Hate Relationship

Jika Anda dan pasangan berselisih melalui luapan emosi yang ekstrem, perhatikanlah perilaku lainnya atau ciri yang mengindikasikan cinta tapi benci.

Berikut ini ciri-ciri love hate relationship:

1. Terkadang merasa bangga pada pasangan

Emosi yang ekstrem mendefinisikan hubungan cinta tapi benci. Terkadang, Anda merasa seperti orang paling beruntung karena kualitas tertentu yang menarik di dalam hubungan.

Anda mungkin suka bahwa pasangan dinamis, fokus pada kehidupan, selalu membantu, dan membuat Anda menjadi prioritas. Tidak peduli seberapa banyak yang dicoba, Anda menemukan kualitas tertentu pada pasangan.

2. Hubungan putus nyambung

Dalam love hate relationship, Anda mencintai sekaligus membenci satu sama lain dengan gairah. Ketika berdebat, ini akan menjadi intens dan menyebabkan ancaman untuk putus. Selama hubungan sedang bergejolak, Anda dapat menemukan satu sama lain yang sangat menjijikkan.

Bahkan ketika berpikir untuk berhenti memanggilnya, Anda mungkin memiliki perubahan hati dan ekspresi, saling cinta satu sama lain, dan lupa bahwa Anda berselisih beberapa saat yang lalu.

Namun, perasaan cinta tersebut juga berlangsung singkat, karena putus nyambung.

3. Terkadang tidak tahan dengan pasangan

Ada beberapa sifat yang tidak mutlak, bisa jadi ego, temperamen, atau kemalasan. Kebiasaan atau sifat ini mungkin bukan pengganggu kesepakatan tetapi cenderung menyebabkan perselisihan sekarang dan nanti.

Pada saat-saat seperti itu, Anda akan merasa melakukan kesalahan dengan berkomitmen dengan pasangan.

4. Tidak tahu arah hubungan

Mungkin Anda pernah melihat pasangan lain yang romantis dalam hubungan, saling mendukung, dan memahami satu sama lain, sementara Anda terjebak dalam siklus mencintai tetapi membenci.

Dengan semua emosi yang naik turun, Anda tidak dapat mengetahui bagaimana hubungan ke depannya. Mungkin Anda merasa nyaman dalam hubungan atau takut menjadi lajang, dan terus bersama pasangan.

5. Menjalin hubungan sebagai tantangan

Awalnya, Anda mungkin tertarik pada hal-hal positif dari pasangan. Tetapi ketika sifat negatifnya muncul, mungkin Anda terkejut dan ingin segera mengakhiri hubungan.

Namun, hal positifnya terlalu baik untuk dilepaskan atau telah memberikan terlalu banyak waktu dan upaya untuk pergi tanpa mencoba sekali lagi.

Intinya, Anda mulai mempertahankan hubungan dengan motif tertentu. Anda dapat berusaha membuat pasangan tetap terus berkomitmen atau malah menyerah pada kebutuhan dan keinginan Anda.

6. Memiliki emosional satu sama lain

Kurangnya hubungan emosional berisiko menyebabkan perselisihan dan konflik yang terus-menerus. Pada satu titik, Anda tidak akan lagi membahas masalah dan mungkin menyelesaikannya.

Misalnya, ketika Anda marah pada pasangan karena tidak mencuci piring. Alih-alih menyelesaikan masalah itu, Anda menggunakannya untuk mengeluarkan semua masalah yang sebelumnya belum terselesaikan.

Kemarahan seperti itu akan menyebabkan kebencian, ibaratkan bom waktu yang setiap saat bisa meledak.

7. Hubungan tidak sehat secara emosional

Sementara menyukai sifat-sifat tertentu dalam pasangan, tetapi tidak cukup mencintai untuk menerima kekurangannya. Hal ini mencegah kedua pasangan memiliki hubungan emosional, yang sangat penting untuk keberlangsungan hubungan.

Anda dapat mengejar kesempurnaan dan mencoba menyesuaikan pasangan ke dalam citra menta dari pria atau wanita yang sempurna.

Setiap kali pasangan melakukan sesuatu yang luar biasa, hati dipenuhi cinta. Sementa ketika bertentangan dengan kehendak Anda, mungkin mulai membenci pasangan.

Baca Juga: Stockholm Syndrome, Ketika ‘Benci Menjadi Cinta’

Dampak Love Hate Relationship

Bertahan dengan hubungan cinta tapi benci memberikan dampak yang buruk bagi kedua pasangan. Dampak ini terutama pada mental pasangan.

Berikut ini beberapa dampak dari love hate relationship:

  • Kurang romantis seperti dulu lagi. Perasaan benci terhadap pasangan dalam cinta tapi benci kemungkinan membuat romantisme hubungan tidak seperti dulu ketika pertama kali menjalin cinta.
  • Berisiko toxic relationship. Jika tidak bisa mengendalikan perasaan cinta tapi benci, kemungkinan hubungan akan berujung toxic relationship. Ini bisa berbahaya bagi keberlangsungan hubungan kedua pasangan.
  • Hubungan yang rentan terjadi pertengkaran. Ini adalah dampak yang mungkin sering terjadi dalam love hate relationship. Bahayanya, situasi ini mungkin sulit untuk dihindari karena ada rasa benci pada pasangan.
  • Kurang dewasa menghadapi masalah dalam hubungan. Seiring waktu, perasaan cinta tapi benci mungkin akan mengurangi kedewasaan ketika menyelesaikan masalah dalam hubungan. Dampaknya, mungkin Anda akan kesulitan dalam mengatasi masalah.
  • Menguras emosi. Berada dalam perasaan cinta tapi benci mungkin akan menguras emosi atau pikiran Anda. Hal ini terjadi karena sering adanya pertengkaran dalam hubungan.

Baca Juga: 5 Jenis Bahasa Cinta, Apa Love Language Kamu dan Pasangan?

Cara Mengatasi Love Hate Relationship

Penting untuk mengendalikan perasaan cinta tapi benci untuk menghindari dampak buruknya bagi hubungan dan mental bagi kedua pasangan.

Berikut ini rekomendasi cara mengatasi cinta tapi benci:

1. Membersihkan pikiran

Masalah utama dalam hubungan cinta tapi benci adalah keragu-raguan dalam diri. Untuk mengarahkan hubungan Anda keluar dari fase yang membuat frustrasi, Anda dan pasangan harus terlebih dahulu memastikan apakah ingin melanjutkan atau putus.

Kecuali Anda berada dalam hubungan yang kasar atau toksik, hubungan cinta tapi benci bisa menjadi sebuah fase. Dengan cara yang benar, mungkin bisa menuntunnya menuju kebahagiaan.

2. Mengenali perasaan negatif

Mengenali emosi negatif yang menyebabkan perselisihan akan membantu mengatasi hubungan. Hal ini bisa jadi kurangnya kesabaran Anda atau temperamen pasangan, yang membuat kedua pasangan berada dalam masalah.

Lain kali jika hampir menyerang pasangan, cobalah berhenti dan pikirkan sejenak. Jika tidak mampu mengendalikan amarah, maka jangan bereaksi. Sebaiknya luangkan waktu dan pikirkan kembali rencana dengan kepala dingin.

3. Berpikir positif

Semakin cepat menerima kekurangan pasangan, akan semakin baik karena begitu menerima pasangan apa adanya, Anda akan terbebas dari pikiran negatif dan pertanyaan yang mengganggu.

Setelah menyingkirkan pikiran negatif, Anda akan melihat sisi positif satu sama lain yang membuat hubungan stabil, lebih percaya diri dan hubungan, dan mulai mempercayai pasangan.

4. Meluangkan banyak waktu bersama pasangan

Tips ini mungkin terkesan sederhana, tetapi ketika pasangan berada dalam hubungan cinta tapi benci, bisa saling menoleransi dan melakukan percakapan yang ceria tanpa pertengkaran bisa menjadi nilai positif.

Kemungkinan perselisihan dan mengalami masa-masa sulit mungkin ada. Untuk itu, luangkan waktu bersama pasangan sebanyak mungkin, pergi berkencan, lakukan hal-hal yang bisa Anda nikmati bersama pasangan. Tips ini akan membantu membangun rasa cinta satu sama lain.

5. Mengetahui alasan mengapa harus berpisah

Mungkin ada alasan mengapa Anda tidak bisa melepaskan pasangan, meskipun terkadang membencinya.

Cobalah temukan apa alasannya, pikirkan, dan jika merasa emosi negatif seperti ego, perilaku mengendalikan, dan sifat yang bersikeras tidak lebih besar dari hubungan, maka lepaskan tanpa berpikir dua kali.

Baca Juga: Toxic Relationship, Sadari Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Itulah penjelasan tentang love hate relationship, mulai dari ciri-ciri, dampak buruk, hingga cara mengatasinya.

Jika merasa memiliki salah satu atau beberapa ciri-ciri di atas, sebaiknya pertimbangkan untuk segera mengatasinya agar dapat menghindari dampak buruknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, teman sehat!

 

  1. Adams, Heather K. Tanpa Tahun. 7 Signs You’re Caught in a Love-Hate Relationship. https://fairygodboss.com/career-topics/love-hate-relationship (Diakses pada 24 Desember 2021)
  2. Gupta, Sanjana. 2021. What Is a Love-Hate Relationship?. https://www.verywellmind.com/what-is-a-love-hate-relationship-5207379 (Diakses pada 24 Desember 2021)
  3. Lagudu, Sanjana. 2021. 10 Signs You Are In A Love-Hate Relationship. https://www.momjunction.com/articles/love-hate-relationship_00494833/ (Diakses pada 24 Desember 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi