Terbit: 29 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bekerja di perusahaan yang bonafit adalah impian sebagian besar orang. Tidak semua orang dapat mewujudkannya, tetapi paling tidak perhatikan ciri-ciri perusahaan tidak sehat dimana pun Anda bekerja. Jangan sampai karir terjebak di perusahaan yang tidak berkembang.

10 Ciri-Ciri Perusahaan Tidak Sehat, Jangan Diabaikan!

10 Ciri-Ciri Perusahaan Tidak Sehat

Ada beberapa ciri-ciri perusahaan tidak sehat yang mudah dikenali. Sebagian bisa dilihat secara gamblang, sebagian lagi harus dilihat dari laporan keuangan perusahaan.

Karena ruang lingkup sebuah usaha sangat luas, maka kondisi tidak sehat dapat dilihat dari berbagai segi. Baik keuangan, operasional, suasana kerja maupun manajemennya.

Berikut adalah 10 ciri-ciri perusahaan yang tidak sehat.

1. Omzet stagnan atau bahkan menurun

Omzet adalah hasil transaksi yang diperoleh perusahaan, sebelum dikurangi dengan biaya-biaya. Pendapatan perusahaan yang stagnan bahkan menurun menunjukkan kinerja perusahaan yang menurun juga.

Jika terus terjadi dalam lebih dari satu periode keuangan, perusahaan bisa bangkrut—kecuali bila dilakukan perbaikan manajemen dan strategi penjualan.

2. Turnover karyawan tinggi

Turnover karyawan yang tinggi menunjukkan seringnya perpindahan dan pergantian karyawan. Kondisi ini menunjukkan ketidakpuasan karyawan yang tinggi atau manajemen yang jelek.

Jika terlalu sering berganti karyawan, operasional perusahaan tidak akan berjalan maksimal. Karyawan yang baru tentu belum sefasih karyawan lama dalam menangani tugasnya, sementara bisnis harus tetap berjalan dengan baik.

3. Tingkat solvabilitas, rentabilitas, dan likuiditas rendah

Solvabilitas, rentabilitas, dan likuiditas rendah adalah tiga faktor kunci untuk melihat kesehatan perusahaan. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi utang menggunakan seluruh aset yang ada.

Sementara rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu dan likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek.

Ketiganya dapat dilihat dari laporan keuangan. Jika salah satu atau ketiganya memiliki skor yang rendah, berarti perusahaan berada di kondisi keuangan yang tidak sehat.

Jika tidak ada perbaikan dari pihak manajemen, sebaiknya Anda mulai menyiapkan portofolio untuk mencoba peluang di perusahaan lain.

Baca Juga: 11 Camilan Sehat di Kantor (Praktis dan Enak)

4. Tingkat piutang tidak tertagih tinggi

Piutang adalah penghasilan belum tertagih, yang dihasilkan dari operasional perusahaan. Jika omset tinggi namun piutang tidak tertagih juga tinggi, perusahaan akan kesulitan meraih dana tunai untuk membiayai operasional.

Piutang tidak tertagih akan menggerogoti kesehatan keuangan perusahaan secara perlahan-lahan. Solusinya adalah perusahaan harus meningkatkan penjualan tunai dan mereview kembali piutang agar dapat ditagih.

5. Jumlah utang lebih besar daripada piutang

Kondisi ini ada hubungannya dengan tingkat solvabilitas perusahaan. Jika utang perusahaan lebih besar daripada piutang, perusahaan harus dapat menghasilkan dana tunai yang tinggi.

Jika tidak, aset perusahaan harus cukup untuk membayar utang tersebut atau perusahaan akan segera pailit.

6. Pembayaran gaji dan bonus sering terlambat

Masalah pembayaran gaji dan bonus adalah hal yang krusial. Jika perusahaan mulai sering terlambat membayarkan gaji karyawannya, berarti ada yang tidak beres dengan keuangan perusahaan.

Bonus memang tidak wajib, karena hal itu lebih seperti hadiah dari perusahaan atas kinerja karyawan. Namun jika bonus tidak keluar padahal keuangan perusahaan memadai, berarti ada yang salah dengan manajemen perusahaan.

7. Karyawan sering terlambat dan tidak bersemangat kerja

Etos kerja karyawan biasanya berbanding lurus dengan kepuasan kerja dan kebijakan manajemen perusahaan. Jika sebagian besar karyawan di suatu perusahaan sering terlambat dan tidak bersemangat dalam bekerja, berarti budaya kerja di perusahaan tersebut tidak sehat.

Hal ini bisa jadi imbas dari berbagai hal, namun selalu bermuara pada kepuasan kerja karyawan. Jika dibiarkan berlarut-larut, karyawan akan kehilangan loyalitas pada perusahaan.

Baca Juga: Bagaimana Ciri Lingkungan Kerja yang Sehat? Cek di Sini

8. Work-life yang tidak sehat

Work-life (kehidupan kerja) yang sehat adalah kehidupan yang seimbang antara bekerja dan kehidupan di luar kantor. Terlalu sering lembur, beban kerja di luar kemampuan karyawan, overwork, atau atasan yang terlalu menekan adalah beberapa hal yang menurunkan kualitas atau keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance).

Tidak ada pekerjaan yang benar-benar mudah dan menyenangkan. Namun bila kehidupan kerja para karyawan berada di situasi tidak sehat, berarti perusahaan tersebut memiliki kondisi yang tidak sehat pula.

9. Perusahaan mendapat review jelek di mesin pencari

Review tentang perusahaan bisa didapat dimana saja. Di zaman digital seperti saat ini, review bisa dilihat pada profil perusahaan di mesin pencari.

Pada situs resmi perusahaan, aplikasi pencari kerja, blog, maupun media sosial. Tentu mendapatkan beberapa review buruk adalah hal yang biasa, mengingat perusahaan pasti tidak bisa memuaskan setiap pekerjanya.

Namun jika review jelek jauh lebih banyak daripada review memuaskan, berarti perusahaan harus mengubah beberapa hal. Misalnya pelayanan terhadap pelanggan, kualitas produk, aturan kerja, jam kerja, dll.

Kondisi ini menggambarkan situasi operasional perusahaan yang tidak sehat. Jika dibiarkan berlarut-larut, perusahaan akan kehilangan pelanggan dan bisa jatuh bangkrut.

Baca Juga: 7 Tips Tetap Sehat dan Bugar Meski Kerja Kantoran

10. Gaya manajemen yang buruk

Manajemen yang inkompeten dan petinggi perusahaan yang tidak berpengalaman dapat berefek negatif bagi lingkungan kerja dan budaya perusahaan. Tandanya adalah turnover karyawan yang tinggi, karyawan yang tidak bahagia dan pelanggan yang tidak puas.

Jika manajer Anda membuat bawahannya tertekan, menolak inovasi dan masukan, serta tidak peduli pada jenjang karir mereka, pertanda gaya manajemen perusahaan tersebut buruk.

Sebagai karyawan, tentu Anda dituntut untuk loyal dan bekerja dengan profesional. Dilihat dari sulitnya mencari pekerjaan saat ini, mungkin kondisi perusahaan yang tidak sehat masih bisa ditoleransi selama hak sebagai karyawan masih terpenuhi.

Itulah beberapa ciri-ciri perusahaan tidak sehat. Namun kembali lagi, keputusan untuk bertahan atau melepaskan status sebagai karyawan di perusahaan tersebut ada di tangan Anda.

 

  1. Maher, Chelsea. 2022. 10 warning signs of bad company culture and how to improve them. https://insight.culture-shift.co.uk/workplace/warning-signs-of-bad-company-culture-and-how-to-improve-them. (Diakses pada 24 Januari 2022).
  2. Norton, Chris. 2021. 3 Warning Signs of an Unhealthy Workplace. https://firsthand.co/blogs/workplace-issues/3-warning-signs-of-an-unhealthy-workplace. (Diakses pada 24 Januari 2022).
  3. Tiwari, Aditya. 2021. Avoid Toxic Companies: Signs and Examples of Bad Company Culture. https://www.linkedin.com/pulse/avoid-toxic-companies-signs-examples-bad-company-culture-tiwari-/. (Diakses pada 24 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi