Terbit: 26 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cinderella Complex adalah kondisi saat seorang wanita takut untuk menjadi independen dan selalu mengharapkan seseorang akan menyelamatkannya saat dalam kesulitan. Walaupun tidak dianggap sebagai penyakit mental, tetapi Cinderella Complex dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang. Sebenarnya apa itu Cinderella Complex dan gejalanya?

Cinderella Complex: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Cinderella Complex?

Sebutan Cinderella Complex pertama kali dikemukakan oleh Colette Dowling di dalam bukunya The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence yang terbit tahun 1981. Menurut Dowling, sindrom Cinderella Complex adalah kondisi di mana seorang perempuan bersikap sangat tergantung kepada orang lain, terutama pria.

Ketergantungan tersebut bersifat sangat kuat, sehingga sang wanita tidak lagi berusaha mengembangkan diri, mengemukakan pendapat, dan benar-benar patuh kepada orang yang dianggapnya telah menjaga dirinya.

Kondisi ini berbeda dengan wanita yang memang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengabdi di rumah saja. Dalam kondisi ini, wanita masih memiliki peran dan saling bahu membahu dengan pria.

Sementara dalam kasus Cinderella Complex, wanita merasa takut mengurus dirinya sendiri, takut mengambil tanggung jawab, dan berusaha sendiri sehingga lebih memilih menggantungkan hidup kepada seorang pria.

Gejala Cinderella Complex

Ketergantungan yang tidak normal terhadap pria akan melahirkan rasa cemas berlebihan. Selain itu, terdapat beberapa gejala yang menunjukkan seorang wanita mengalami Cinderella Complex, yaitu:

  • Wanita sangat tergantung pada pilihan dan keputusan dari pasangannya.
  • Takut hidup sendiri.
  • Takut ditinggalkan dan kerap merasa cemas akan ditinggalkan.
  • Tidak mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.
  • Tidak mampu mengerjakan segala sesuatu sendiri
  • Selalu bersikap lemah seolah sangat membutuhkan bantuan
  • Lebih menyukai peran tradisional sebagai ibu rumah tangga, tanpa ada keinginan untuk menjadi lebih mandiri.
  • Takut menjadi single. Selalu berusaha untuk memiliki hubungan romantis dengan seseorang yang diidentifikasikan sebagai pria yang kuat.
  • Tidak mau keluar dari zona nyaman
  • Secara terbuka atau diam-diam memiliki keinginan untuk selalu dirawat oleh orang lain.
  • Sangat sensitif terhadap penolakan yang dilakukan pria. Bahkan keterlambatan saat akan berkencan pun dapat membuat mereka merasa dicampakkan.
  • Mengalami mood swing yang sangat kuat. Di suatu saat bisa menjadi sosok yang sangat lemah, terlihat patut ditolong, tetapi ada kalanya bersikap menolak bantuan walaupun tetap menunjukkan keinginan untuk dibantu.
  • People pleaser. Mereka yang menyandang sindrom ini cenderung menyenangkan orang lain (terutama pasangannya) secara berlebihan tanpa memikirkan kepentingannya sendiri.

Baca Juga: Mengenal Istilah Mommy Issues dan Cara Mengatasinya

Kapan Harus ke Dokter?

Mereka yang mengalami Cinderella Complex akan merasa selalu khawatir, cemas berlebihan, serta mengalami drama hebat saat akan memasuki babak baru dalam kehidupannya—misalnya saat akan menikah. Saat rasa takut dan cemas sudah sangat mengganggu dan mempengaruhi kehidupan harus segera diatasi dengan berkonsultasi ke psikolog dan psikiater.

Penyebab Cinderella Complex

Dowling menduga penyebab Cinderella Complex adalah budaya masyarakat yang patriarki dan menganggap wanita adalah makhluk lemah yang harus dilindungi.

Kebanyakan masyarakat menempatkan wanita sebagai pengurus rumah tangga, serta tunduk dan patuh pada pria. Sedangkan stereotip pria adalah makhluk kuat dan berkuasa yang akan selalu melindungi wanita.

Penyebab Cinderella Complex lainnya adalah gaya pengasuhan, di mana seorang anak perempuan yang memiliki ibu terlalu patuh kepada ayahnya akan cenderung meniru kepatuhan tersebut. Pengasuhan tradisional yang menyiapkan anak perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga tanpa menyiapkan kemandirian dan pendidikan mereka sebagai perempuan.

Rasa tidak percaya diri yang sangat rendah juga dapat memicu sindrom ini. Mereka yang menganggap diri sebagai ‘wanita lemah dan tidak bisa apa-apa’ akan sangat mudah menggantungkan nasib di tangan pasangannya.

Hal ini dapat membahayakan jika ternyata pasangannya bukan orang yang bertanggung jawab, karena penyandang Cinderella Syndrome akan tetap bertahan walau menerima perlakuan tidak menyenangkan.

Cara Mengatasi Cinderella Complex

Cinderella Complex dapat diatasi dengan cara:

  • Mengafirmasi diri bahwa Anda berhak untuk mengambil keputusan untuk diri sendiri dan bersikap mandiri.
  • Membicarakan kondisi Anda dengan pasangan agar mendapat dukungan.
  • Cobalah mencari potensi diri dan keunggulan Anda serta mengembangkannya.
  • Bergabung dengan komunitas atau kelompok terapi yang mendukung perkembangan positif Anda.
  • Menjalani terapi dan konsultasi dengan teratur.

Tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk segera lepas dari kondisi ini, karena Cinderella Complex merupakan suatu gejala yang timbul akibat proses yang panjang. Penyandangnya harus tetap mempertahankan tekad agar tidak kembali terpuruk dalam kondisi yang sama.

Baca Juga: 11 Tips Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Cara Mencegah Cinderella Complex

Saat menyadari adanya gejala Cinderella Complex pada diri, seseorang harus mulai mencegahnya agar gejala tersebut tidak berkembang dan semakin berat. Caranya mencegah Cinderella Complex:

  • Mencari tahu tentang sindrom Cinderella ini sebanyak-banyaknya. Baik dari buku, para profesional, maupun sumber internet yang terpercaya.
  • Berusaha berada di lingkungan wanita yang mandiri dan mendapat pengaruh dari mereka.
  • Memutus rantai pengasuhan yang salah, sehingga Anda tidak melanjutkan sikap sangat tergantung pada orang lain walaupun sikap itulah yang diterima secara umum oleh lingkungan Anda.
  • Jujurlah pada diri sendiri. Sadari nilai apa yang ditanamkan pada Anda dibandingkan dengan nilai diri yang Anda percayai.

Semakin cepat menyadari kondisi Cinderella Complex di dalam diri, akan semakin mudah mengatasi sindrom ini. Mengingat nilai-nilai patriarki masih sangat kuat di beberapa bagian masyarakat, Mungkin akan ada pertentangan saat seorang wanita ingin lepas dari kondisi ini.

Bulatkan usaha yang konsisten dan teguh, Cinderella Syndrome akan bisa diatasi. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Grindstaff, Susan. 2022. What Is the Cinderella Complex? https://www.wise-geek.com/what-is-the-cinderella-complex.htm. (Diakses pada 21 Januari 2022).
  2. Hanes, Elizabeth. 2020. Cinderella Syndrome: Signs You Have It and How to Overcome It. https://www.healthgrades.com/right-care/mental-health-and-behavior/cinderella-syndrome-signs-you-have-it-and-how-to-overcome-it. (Diakses pada 21 Januari 2022).
  3. Jacobson, Sheri. 2021. The Cinderella Complex – When a Secret Need to be Saved Ruins Everything. https://www.harleytherapy.co.uk/counselling/cinderella-complex.htm. (Diakses pada 21 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi