Terbit: 22 April 2022 | Diperbarui: 23 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Polidipsi adalah istilah dalam dunia medis untuk menggambarkan kondisi kehausan yang ekstrem dan sering. Mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Polidipsi, Kondisi yang Membuat Seseorang Sering Merasa Haus

Apa itu Polidipsi?

Rasa haus umumnya dirasakan saat seseorang kekurangan cairan. Namun rasa haus yang berlebihan ini bisa menjadi tanda awal diabetes, terutama bagi penderita diabetes melitus. Tipe diabetes yang cukup sulit diatasi.

Saat tubuh penderita diabetes tidak dapat menurunkan level gula di dalam darah, maka level gula tersebut akan semakin meningkat secara abnormal. Hal inilah yang menyebabkan rasa haus ekstrem.

Selain itu, polidipsi adalah kondisi yang sering dikaitkan dengan dengan poliurinaria (sering buang air kecil). Keadaan ini juga dapat disebabkan oleh proses fisik yang menyebabkan Anda kehilangan banyak cairan. Misalnya karena berolahraga, terlalu konsumsi makanan yang mengandung banyak garam, atau meminum obat-obatan bersifat diuretik.

Baca Juga: 4 Manfaat Minuman Elektrolit bagi Kesehatan dan Cara Membuatnya

Gejala Polidipsi

Gejala utama polidipsi adalah haus yang teramat sangat. Gejala ini akan terasa tepat setelah Anda meminum banyak air. Gejala lainnya mencakup:

  • Banyak buang air kecil (bahkan lebih dari 5 liter per hari).
  • Merasakan kering di mulut secara terus-menerus.

Jika merupakan gejala diabetes, ada gejala tambahan yang juga terasa, yaitu:

  • Sering merasa sangat lapar.
  • Pandangan kabur.
  • Kehilangan banyak berat badan.
  • Berulang kali muncul luka atau infeksi di kulit.
  • Luka dan infeksi tersebut sulit sembuh.

Penyebab Polidipsi

Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya:

  • Dehidrasi. Saat tubuh mengeluarkan banyak cairan, namun asupan cairan pengganti tidak mencukupi. Misalnya setelah berolahraga atau berada di cuaca yang sangat panas.
  • Poliurinaria. Kondisi buang air kecil berlebihan, sehingga membuat tubuh meminta asupan cairan yang lebih banyak untuk menggantikan air seni yang keluar.
  • Gejala diabetes melitus. Ketidakmampuan tubuh menurunkan kadar gula di dalam darah akan menyebabkan kadar gula melonjak tinggi. Akibatnya penderita akan mengalami rasa haus berlebihan.
  • Gejala diabetes insipidus. Kondisi di mana kadar air di dalam tubuh tidak seimbang. Walaupun telah meminum banyak air, penderitanya tetap merasa sangat haus. Keadaan ini juga membuat penderitanya sering buang air kecil meski tidak minum terlalu banyak.
  • Terlalu banyak memakan garam, makanan asin atau makanan yang mengandung natrium tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin D juga mengakibatkan polidipsi.
  • Terlalu banyak minum kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid atau obat diuretik lainnya.
  • Bosan, gugup, dan cemas, beberapa kondisi yang membuat tubuh terdorong untuk menginginkan banyak minum.

Efek Samping yang Bisa Terjadi

Meminum terlalu banyak air dapat menyebabkan keracunan air, di mana air yang masuk ke dalam tubuh melarutkan sodium dan mineral-mineral lainnya, lalu membuangnya melalui keringat dan urine.

Keracunan air dapat menyebabkan sakit kepala, pusing dan disorientasi, kram otot, hingga mata berkunang-kunang tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga: 7 Minuman Penambah Stamina yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Cara Mengatasi Polidipsi

Jika rasa haus terjadi sementara atau sesekali saja, kemungkinan Anda dehidrasi atau mengonsumsi makanan yang salah. Seperti kebanyakan natrium, vitamin D, dan kafein. Hal ini bisa diatasi dengan mengubah pola makan.

Namun jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan lebih dari satu minggu, sebaiknya cermati dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Seberapa sering rasa haus muncul?
  • Berapa lama durasi rasa haus tersebut?
  • Selain rasa haus, adakah gejala lainnya seperti yang telah disebutkan di atas?
  • Apakah polidipsi muncul setelah melakukan aktivitas berat?
  • Setelah meminum segelas air, apakah masih terasa haus?

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda mengalami polidipsi yang berkelanjutan. Dokter mungkin akan tes darah, urine, atau

Polidipsi yang berkelanjutan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan tes darah, tes urin, serta tes deprivasi air. Dari hasil ketiga tes tersebut akan diketahui apakah keadaan ini merupakan gejala awal diabetes melitus atau insipidus. 

Jika polidipsi ternyata adalah gejala psikologis, pasien akan diarahkan ke terapis, psikolog, atau psikiater. Kemungkinan pasien akan menjalani terapi perilaku jika memang keadaan ini disebabkan oleh gangguan mental.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Polidipsi adalah kondisi yang bisa dicegah dengan mengendalikan penyebabnya. Beberapa langkahnya adalah:

  • Menjaga pola makan sehat. Kurangi penggunaan garam, makanan manis, dan tinggi karbohidrat.
  • Jangan mengonsumsi vitamin D dosis tinggi tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
  • Kurangi minum kopi atau teh hitam serta minuman berkafein lainnya.
  • Kendalikan rasa gugup, cemas, atau bingung. Berkonsultasilah dengan dokter jika gangguan tersebut  memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, perawatan dan pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Namun gaya hidup sehat dan seimbangan dapat mencegah terjadinya kondisi ini.

 

  1. Anonim. 2021. DEFINITION OF POLYDIPSIA. https://www.rxlist.com/polydipsia/definition.htm. (Diakses pada 15 April 2022).
  2. D’Arrigo, Terry. 2021. What Is Polydipsia?. https://www.webmd.com/diabetes/polydipsia-thirsty. (Diakses pada 15 April 2022).
  3. Jewell, Tim. 2018. Polydipsia (Excessive Thirst). https://www.healthline.com/health/diabetes/polydipsia. (Diakses pada 15 April 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi