Terbit: 14 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyakit jamur hitam atau bernama latin Mucormycosis, adalah infeksi jamur yang menyerang beberapa bagian tubuh. Penyakit ini termasuk berbahaya bagi kesehatan. Selengkapnya cari tahu tentang penyakit ini, mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya di bawah ini!

Penyakit Jamur Hitam: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Penyakit Jamur Hitam?

Penyakit jamur hitam adalah infeksi yang jarang terjadi namun berbahaya bagi kesehatan. Infeksi ini disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes dan biasanya menyerang bagian tubuh tertentu, seperti sinus, paru-paru, kulit, dan otak.

Seseorang dapat menghirup atau bersentuhan dengan spora jamur di berbagai benda seperti tanah, makanan busuk atau roti, atau tumpukan kompos. Mucormycosis terutama menyerang orang yang mengalami masalah kesehatan atau minum obat yang menurunkan imun yang melawan kuman dan penyakit.

Tanda dan Gejala Penyakit Jamur Hitam

Gejalanya terbagi menjadi beberapa tenis, yaitu tergantung di bagian tubuh mana jamur hitam tumbuh.

Gejala Mucormycosis rhinocerebral (sinus dan otak), berikut di antaranya:

  • Pembengkakan di satu sisi wajah
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Demam
  • Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam mulut di bagian atas yang menjadi lebih parah dengan cepat.

Gejala Mucormycosis paru (paru-paru), meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Nyeri dada

Gejala gejala penyakit jamur hitam pada kulit, termasuk:

  • Lecet atau bisul
  • Bagian tubuh yang terinfeksi berubah menjadi hitam.
  • Pembengkakan di sekitar luka
  • Bagian yang terinfeksi terasa nyeri, kehangatan, dan kemerahan berlebihan, .

Gejala Mucormycosis gastrointestinal, meliputi:

  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Perdarahan gastrointestinal.

Gejala Mucormycosis diseminata:

Biasanya terjadi pada orang yang sudah sakit akibat kondisi medis lain, sehingga sulit diketahui gejala mana yang terkait dengan Mucormycosis. Pasien memiliki infeksi diseminata di otak dapat mengalami perubahan status mental atau koma.

Penyebab Penyakit Jamur Hitam

Infeksi jamur hitam dapat disebabkan oleh paparan jamur mucormyete. Organisme ini terjadi di daun-daun, tumpukan kompos, tanah, dan kayu yang membusuk.

Seseorang dapat tertular Mucormycosis dengan menghirup spora jamur yang melayang di udara. Ini disebut sebagai paparan sinus (paru), yang pada akhirnya dapat mengembangkan infeksi di beberapa bagian tubuh, termasuk:

  • Sistem saraf pusat (jarang terjadi)
  • Mata
  • Wajah
  • Paru-paru
  • Sinus

Jamur ini juga dapat menginfeksi kulit melalui luka atau luka bakar (paparan kulit). Dalam penyakit kulit jamur hitam, luka atau luka bakar menjadi area yang terinfeksi.

Faktor Risiko Penyakit Jamur Hitam

Jamur Mucormycosis dapat muncul secara alami di lingkungan, dan tidak semua orang yang terpapar akan terkena infeksi jamur. Seseorang mungkin berada pada peningkatan risiko tertular jenis infeksi ini jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur hitam:

  • Luka bakar.
  • Luka dan goresan.
  • Kanker.
  • Transplantasi organ tubuh baru-baru ini.
  • HIV atau AIDS.
  • Diabetes (terutama jika tidak diobati dengan benar).
  • Pembedahan.

Diagnosis Penyakit Jamur Hitam

Orang yang menderita Mucormycosis sering kali tidak menyadari telah memilikinya. Seseorang mungkin didiagnosis dengan kondisi tersebut setelah memeriksakan diri ke dokter untuk infeksi paru-paru, sinus, atau kulit. Penting untuk menemui dokter untuk semua jenis infeksi yang mungkin terjadi.

Mucormycosis didiagnosis dengan memeriksa sampel jaringan di laboratorium. Dokter mungkin akan mengumpulkan sampel dahak atau cairan hidung jika pasien memiliki kemungkinan infeksi sinus. Dalam penyakit kulit jamur hitam, dokter mungkin juga akan membersihkan area luka bagian tubuh yang terinfeksi.

Pengobatan Penyakit Jamur

Langkah pertama untuk mengobati Mucormycosis adalah menggunakan obat antijamur. Namun, jika gejalanya berat, dokter mungkin menganjurkan untuk menjalani operasi.

1. Obat-obatan

Jika didiagnosis Mucormycosis, pasien harus memulai pengobatan sesegera mungkin dengan obat antijamur yang diresepkan dokter. Obat-obatan ini dapat menghentikan pertumbuhan jamur, menghancurkannya, dan mengendalikan infeksi.

Berikut ini obat antijamur untuk mengobati jamur hitam:

Obat-obatan ini diberikan melalui vena (amfoterisin B, posaconazole, isavuconazole) atau melalui mulut (posaconazole, isavuconazole).

Dokter mungkin akan memulai dengan dosis tinggi melalui infus sampai infeksinya terkendali, yang dapat memerlukan waktu beberapa minggu. Kemudian, pasien akan beralih ke pil.

2. Operasi

Jika kondisi infeksi jamur hitam tergolong berat, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi atau mati agar jamur tidak menyebar.

Prosedur ini mungkin termasuk menghilangkan bagian hidung atau mata. Meskipun langkah ini dapat meninggalkan bekas luka, tetapi sangat penting untuk mengobati infeksi yang mengancam jiwa ini.

Baca Juga: Jamur Kuku (Onikomikosis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Komplikasi Penyakit Jamur Hitam

Infeksi jamur hitam sangat berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan dan tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke paru-paru atau otak. Ini pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi:

  • Infeksi otak.
  • Kebutaan.
  • Kelumpuhan.
  • Radang paru-paru.
  • Pembekuan darah atau pembuluh darah yang tersumbat.
  • Kerusakan saraf.
  • Kejang.
  • Kematian.

Pencegahan Penyakit Jamur Hitam

Meskipun tidak ada cara untuk menghindari menghirup spora dari jamur mucormycetes. Tetapi Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan kemungkinan Mucormycosis. Langkah ini sangat penting jika memiliki kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko.

Berikut ini cara mencegah penyakit jamur hitam:

  • Menjauhi area yang memiliki banyak debu atau tanah, seperti lokasi konstruksi atau penggalian. Jika harus berada di area tersebut, sebaiknya menggunakan masker wajah seperti N95.
  • Hindari air yang terinfeksi, termasuk air banjir atau bangunan yang rusak karena air, terutama setelah bencana alam seperti angin topan atau banjir.
  • Jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, hindari aktivitas yang melibatkan debu dan tanah, seperti berkebun atau bekerja di halaman. Jika tidak bisa, lindungi kulit dengan sepatu, sarung tangan, celana panjang, dan baju lengan panjang. Cucilah luka atau goresan menggunakan sabun dan air bersih sesegera mungkin.
  • Jika berisiko tinggi terkena Mucormycosis (misalnya apabila pernah menjalani transplantasi organ atau transplantasi sel induk), dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mencegah Mucormycosis dan infeksi jamur lainnya.

Penting juga dapat mempertimbangkan untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra selama musim panas dan musim gugur, ketika ada peningkatan jumlah jamur di lingkungan Anda.

Baca Juga: Candidiasis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Penyakit Jamur Hitam Terkait COVID-19

Infeksi jamur, termasuk Mucormycosis, aspergillosis dan kandidiasis invasif, telah dilaporkan pada pasien COVID-19 yang berat atau orang yang pulih dari penyakit dan telah dikaitkan dengan penyakit parah dan kematian.

India telah melaporkan lonjakan kasus Mucormycosis baru-baru ini. Pencegahannya terkait COVID-19 perlu fokus pada pengendalian glikemik yang lebih baik pada penderita COVID-19 dan pemantauan menggunakan kortikosteroid sistemik dalam mengobati kasus yang parah.

Rawat jalan dengan kortikosteroid sistemik atau obat imunomodulasi lainnya untuk pasien COVID-19 ringan atau sedang penting untuk dihindari. Fasilitas perawatan kesehatan harus memperkuat program pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah wabah terkait perawatan kesehatan.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Mucormycosis. https://www.who.int/india/emergencies/coronavirus-disease-(covid-19)/mucormycosis (Diakses pada 14 Februari 2022)
  2. Cherney, Kristeen. 2017. Mucormycosis. https://www.healthline.com/health/mucormycosis (Diakses pada 14 Februari 2022)
  3. Davis, Charles P. 2021. Mucormycosis (Zygomycosis). https://www.medicinenet.com/mucormycosis/article.htm#is_it_possible_to_prevent_mucormycosis (Diakses pada 14 Februari 2022)
  4. Sreenivas, Shishira. 2021. Mucormycosis: What to Know. https://www.webmd.com/lung/mucormycosis-black-fungus-infection (Diakses pada 14 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi