Terbit: 2 Oktober 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Chorea adalah penyakit gangguan gerakan otot yang menyebabkan gerakan yang tidak disadari dan tidak terduga. Gangguan ini bisa membuat seseorang terlihat menari-nari, sibuk sendiri, dan gelisah. Ketahui lebih lanjut tentang apa itu penyakit chorea, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Penyakit Chorea: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Penyakit Chorea?

Chorea adalah kelainan otot yang menyebabkan gerakan tubuh yang tidak terduga dan tidak disadari oleh pemilik tubuh. Selain gerakan anggota tubuh, penyakit ini juga bisa menimbulkan kelainan pada cara bicara, menelan, postur tubuh, cara berjalan.

Gejala Penyakit Chorea

Apapun penyebab dari munculnya gangguan chorea, pada dasarnya setiap penderita menunjukkan gejala yang sama. Gejala chorea yang paling umum ditemukan adalah:

  • Gerakan Otot yang Tidak Disengaja

Gerakan yang nampak seperti orang yang sedang gelisah atau sedang menari yang dibuat oleh tangan, kaki, dan wajah. Gerakan yang tidak disengaja dan tidak terduga ini dapat mempengaruhi cara berjalan, menelan, dan berbicara. Gerakan otot ini bisa mulus, tapi bisa juga kaku dan terbata-bata.

Gerakan otot ini membuat seseorang terlihat seperti sedang menari, bermain piano, atau bergeliat menahan rasa sakit. Gerakan ini menjadi lebih buruk saat seseorang sedang dalam kondisi stress atau cemas dan bisa hilang dengan sendirinya saat tidur.

  • Genggaman Milkmaid

Genggaman milkmaid adalah gerakan khas yang sering muncul pada penderita chorea. Ketika sedang berjabat tangan atau menggenggam sesuatu, penderita cenderung membuka dan menutup genggaman, mirip dengan orang yang sedang memerah susu.

  • Lidah Jack-in-The-Box

Ini adalah gerakan dimana penderita mencoba untuk menjulurkan lidah, namun yang terjadi justru lidah keluar masuk mulut secara tidak beraturan.

  • Gangguan Bicara

Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, cara bicara menjadi cadel karena otot-otot mulut kehilangan koordinasi.

  • Sakit Kepala dan Kejang

Anak-anak yang menderita chorea setelah demam rematik bisa mengalami sakit kepala dan kejang. Beberapa anak bahkan juga mengalami gangguan emosional dan perilaku.

Baca Juga: 7 Gangguan Kesehatan yang Menyebabkan Otot Menyusut

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terlihat adanya perubahan dalam gerakan tubuh, kondisi emosional dan mental. Diagnosis yang menyeluruh akan membantu menentukan ada atau tidaknya gangguan ini.

Penyebab Penyakit Chorea

Chorea sering dikaitkan dengan beberapa penyebab tambahan, ada yang sifatnya sementara ada juga yang kronis. Kondisi yang mungkin menyebabkan chorea antara lain adalah:

  • AIDS.
  • Kondisi genetik, seperti penyakit Huntington.
  • Kelainan imun, seperti penyakit lupus.
  • Kondisi yang berkaitan dengan infeksi, seperti chorea sydenham.
  • Pengobatan, termasuk levodopa dan neuroleptik.
  • Gangguan metabolisme atau endokrin, termasuk hipoglikemia.
  • Kehamilan, yang dikenal dengan chorea gravidarum.

Faktor Risiko Penyakit Chorea

Orang dengan riwayat demam rematik lebih berpotensi menderita penyakit chorea. Faktor risiko lainnya berkaitan dengan penyakit tertentu.

Misalnya seperti Huntington yang merupakan penyakit keturunan yang bisa menyebabkan chorea. Menurut Mayo Clinic, seseorang yang terlahir dari orang tua penderita penyakit Huntington memiliki risiko sebesar 50% untuk mewarisi penyakit tersebut.

Diagnosis Penyakit Chorea

Banyaknya kondisi lain yang menyertai chorea, dokter harus meminta data rekam medis menyeluruh untuk memastikan adanya gangguan ini dan menentukan penyebabnya. Diagnosis juga dapat dilakukan melalui memberikan pertanyaan pada penderita, antara lain:

  • Sejak kapan gejala mulai muncul?
  • Apa yang membuat gejala tersebut semakin membaik atau memburuk?
  • Apa gejala semakin memburuk dalam keadaan stres?
  • Apa ada anggota keluarga yang menderita penyakit Huntington?
  • Obat apa yang sedang dikonsumsi?

Tes laboratorium

Hasil tes laboratorium juga bisa menjadi indikasi penyakit chorea. Misalnya, kadar tembaga yang tidak normal dalam tubuh mengindikasikan penyakit Wilson, sebuah kelainan genetik yang menyebabkan chorea.

Tes eritrosit runcing atau sel darah merah juga dapat menunjukkan chorea-acanthocytosis. Sementara tes darah terhadap hormon paratiroid atau tiroid dapat mengindikasikan chorea yang terkait dengan endokrin atau metabolik.

Sementara untuk pasien penyakit Huntington, tes pencitraan seperti MRI dapat menunjukkan aktivitas otak, yang dapat menunjukkan adanya indikasi penyakit chorea juga.

Cara Mengatasi Penyakit Chorea

Perawatan chorea dapat dilakukan melalui obat-obatan, tindakan operasi, dan perawatan di rumah. Tujuan utamanya adalah untuk mengobati penyakit bawaan yang menyebabkan munculnya chorea.

Perawatan di rumah

Chorea menyebabkan penderitanya lebih rawan terjatuh. Perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain adalah memasang alas anti-slip pada lantai, terutama kamar mandi dan tangga.

Obat-obatan

Obat-obatan yang diresepkan untuk chorea bertujuan untuk mengontrol tingkat dopamin dalam tubuh. Beberapa jenis obat yang digunakan antara lain:

Operasi

Stimulasi otak dalam merupakan pendekatan bedah yang cukup efektif untuk pengobatan chorea. Tindakan ini melibatkan penanaman elektroda pada otak yang bekerja mengatur impuls saraf.

Tindakan ini dilakukan jika kondisi chorea tidak membaik setelah konsumsi obat-obatan. Operasi ini tidak dapat menyembuhkan chorea, tapi bisa meringankan gejalanya.

Komplikasi Penyakit Chorea

Tergantung dari penyebabnya, komplikasi chorea bisa sangat parah. Seperti penyakit Huntington, sebuah penyakit berkelanjutan yang akan semakin parah seiring berjalannya waktu dan tidak ada obatnya.

Jika chorea disebabkan oleh lupus, dokter dalam membantu mengendalikan gejalanya meskipun tidak ada obat untuk penyakit lupus tersebut. Sementara anak yang menderita chorea setelah demam rematik akan bisa pulih dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis.

Cara Mencegah Penyakit Chorea

Beberapa penyakit yang menyebabkan chorea seperti Huntington dan lupus tidak dapat dicegah. Sementara demam rematik dapat dicegah dengan uji bakteri streptococcus yang menjadi penyebabnya. Bakteri tersebut dapat diobati dengan antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan.

 

  1. Cleveland Clinic. 2020. Chorea. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21192-chorea#:~:text. (Diakses pada 1 Oktober 2021)
  2. Mayo Clinic. 2020. Huntington’s Disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/huntingtons-disease/symptoms-causes/syc-20356117. (Diakses pada 1 Oktober 2021)
  3. Rachel Nall. 2020. What is Chorea? https://www.healthline.com/health/chorea. (Diakses pada 1 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi