Terbit: 20 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Papiloma laring adalah tumor yang berkembang pada saluran pernapasan bagian atas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan atau bahkan mengancam nyawa! Lebih lengkap simak penjelasannya di bawah ini mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Papiloma Laring: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa itu Papiloma Laring?

Papiloma laring atau laryngeal papilloma adalah tumor jinak yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Ini adalah tumor jinak yang sering kali terjadi pada laring dan saluran pernapasan bagian atas.

Laryngeal papilloma mirip dengan veruka pada kulit (kutil biasa) dan kondiloma akuminata, atau kutil kelamin. Sebagian besar penderita penyakit ini bahkan memerlukan tindakan operasi beberapa kali, karena tumor sering kali menyumbat jalan napas sehingga berisiko tinggi menyebabkan kematian.

Tumor jinak ini paling sering terjadi pada anak-anak. Meskipun jarang, penyakit ini dapat juga terjadi pada orang dewasa.

Laryngeal papilloma adalah salah satu tumor jinak yang paling sulit untuk diobati karena kecenderungannya yang tinggi untuk kambuh dan menyebar ke saluran pernapasan yang berdekatan.

Tanda dan Gejala Papiloma Laring

Laryngeal papilloma biasanya tumbuh cepat dan ukurannya bervariasi dan dapat menimbulkan sejumlah gejala. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin terjadi:

  • Masalah pernapasan.
  • Kesulitan menelan.
  • Suara serak.
  • Batuk.
  • Terasa ada yang mengganjal di tenggorokan.
  • Sakit telinga.

Papiloma laring kemungkinan bisa salah didiagnosis sebagai asma atau bronkitis kronis karena banyak gejala yang mirip.

Penyebab Papiloma Laring

Papiloma laring adalah tumor yang disebabkan oleh dua jenis human papillomavirus (HPV): HPV 6 dan HPV 11.

HPV tidak menyebabkan penyakit pada kebanyakan orang, tetapi sedikit orang yang terpapar virus HPV 6 atau 11 dapat mengembangkan papiloma laring dan kutil kelamin.

Nmaun, tidak diketahui mengapa beberapa orang mengembangkan penyakit ini dan yang lainnya tidak, tetapi virus ini diyakini menular melalui kontak seksual atau ketika seorang ibu dengan kutil kelamin menularkan virus HPV 6 atau 11 kepada bayinya saat melahirkan.

Diagnosis Papiloma Laring

Guna untuk mendiagnosis, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan kepala dan leher secara menyeluruh. Selama proses pemeriksaan ini, dokter juga akan menilai kualitas vokal, efisiensi, dan teknik berbicara.

Tergantung pada temuan kondisi, dokter mungkin perlu melakukan salah satu dari dua prosedur berikut ini:

  • Prosedur videostroboscopy laring. Dokter akan menggunakan endoskopi fleksibel atau kaku yang dipasang pada monitor video dan sumber cahaya. Alat ini memungkinkan dokter untuk sepenuhnya mengevaluasi fungsi dan getaran laring.
  • Laringoskopi langsung atau mikrolaringoskopi. Prosedur yang dilakukan di bawah anestesi ini memungkinkan dokter memeriksa pita suara pasien sepenuhnya dengan perbesaran tinggi. Selama prosedur, dokter akan mengambil sampel jaringan untuk biopsi atau mengangkat massa atau tumor. Biopsi adalah tes yang memeriksa peradangan atau sel kanker.

Pengobatan Papiloma Laring

Sampai saat ini belum ada obat untuk laryngeal papilloma. Meski begitu, perawatan utama adalah operasi untuk mengangkat tumor dari laring atau saluran napas. Operasi laser lebih diminati karena operasi konvensional bisa menyebabkan jaringan parut di laring.

Bahkan setelah pengangkatan, sering kali tumor muncul kembali dan pasien memerlukan beberapa operasi. Untuk beberapa pasien, operasi mungkin diperlukan setiap beberapa minggu guna menjaga saluran pernapasan tetap terbuka.

Dalam kasus yang ekstrem di mana ada pertumbuhan tumor yang agresif, trakeotomi dapat dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di depan leher pasien dan saluran pernapasan (selang trakea) dimasukkan melalui lubang (stoma) ke dalam trakea (tenggorokan). Hal ini membuat pasien bernapas melalui selang trakea bukan mulut dan hidung.

Alat tersebut sering kali digunakan untuk waktu yang singkat. Namun, beberapa pasien memerlukan selang trakea untuk waktu yang lebih lama agar saluran udara tetap terbuka. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan berbicara dan pasien mungkin perlu mengunjungi dokter spesialis THT atau ahli patologi wicara-bahasa untuk belajar menggunakan suaranya dengan menggunakan katup bicara.

Dalam kasus yang berat, perawatan dengan obat bisa digunakan selain operasi, antara lain:

  • Antivirus seperti interferon dan cidofovir dapat menghalangi virus memperbanyak diri.
  • Indole-3-carbinol, senyawa anti kanker yang terdapat dalam sayuran seperti brokoli dan kubis brussel.
  • Bevacizumab untuk menargetkan pertumbuhan pembuluh darah papiloma.

Baca Juga: Laringitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Komplikasi Papiloma Laring

Tindakan operasi jalan napas laring dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Komplikasi pertama dan paling umum adalah kekambuhan luka atau penyebaran tumor ke jaringan yang berdekatan karena iatrogenic squamous metaplasia.

Selain itu, pengangkatan tumor secara agresif dapat menyebabkan jaringan parut pita suara atau glottic. Komplikasi ini dapat memengaruhi kualitas fonasi pita suara. Komplikasi lain dalam penggunaan operasi laser adalah saluran napas terbakar.

Cara Mencegah Papiloma Laring

Papillomatosis laring dapat dicegah dengan dengan vaksin HPV. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) saat ini merekomendasikan semua anak (laki-laki dan perempuan) menerima vaksin HPV pada usia 11 atau 12 tahun.

Konsultasilah dengan dokter anak apakah jenis vaksin HPV yang akan diterima anak Anda akan melindungi dari HPV 6 dan 11.

 

  1. Anonim. Laryngeal Papilloma. http://www.ucdvoice.org/laryngeal-papilloma-2/. (Diakses pada 20 Juni 2022)
  2. Anonim. Respiratory Papilloma. https://www.uofmhealth.org/conditions-treatments/ear-nose-throat/respiratory-papilloma. (Diakses pada 20 Juni 2022)
  3. Anonim. 2021. What Causes Laryngeal Papillomatosis?. https://www.emedicinehealth.com/what_causes_laryngeal_papillomatosis/article_em.htm. (Diakses pada 20 Juni 2022)
  4. Rivera, Gabriel A dan Fernando M. 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562327/. (Diakses pada 20 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi