Terbit: 19 Agustus 2021 | Diperbarui: 20 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Nyeri leher adalah kondisi yang kerap dikeluhkan hampir setiap orang, terutama bagi mereka yang sering membungkuk ketika bekerja. Simak penjelasan selengkapnya, mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya!

Nyeri Leher: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dll

Apa Itu Nyeri Leher?

Nyeri leher adalah keluhan yang umum terjadi hampir pada setiap orang. Otot-otot leher dapat mengalami tegang karena postur yang buruk, entah karena terlalu lama duduk di depan komputer atau membungkuk di meja kerja. Osteoarthritis juga sering kali menjadi penyebab sakit leher.

Biasanya nyeri leher bukanlah kondisi serius dan akan hilang dalam beberapa hari. Namun dalam beberapa kasus, sakit leher bisa mengindikasikan cedera atau penyakit serius dan memerlukan perawatan dokter.

Tanda dan Gejala Nyeri Leher

Selain nyeri pada leher, seseorang mungkin mengalami gejala lain yang menyertai rasa sakit. Beberapa gejala yang lebih umum, meliputi:

  • Kekakuan otot leher. Otot-otot tegang di bagian belakang kepala atau simpul otot di leher. Kondisi ini dapat menyebar ke bahu, punggung atas, dan lengan.
  • Sakit kepala. Mengalami sakit kepala di area oksipital (belakang kulit kepala) sangat sering terjadi tetapi juga dapat menyebar ke bagian atas kepala, menyebabkan sakit kepala tegang karena otot tegang.
  • Nyeri atau kelemahan yang menjalar ke lengan. Kondisi ini mungkin terjadi akibat kelelahan otot atau saraf kejepit. Ini sangat sering terjadi di sepanjang akar saraf tertentu (vertebra C6, yang meluas ke ibu jari dan jari telunjuk dan vertebra C5, yang meluas ke deltoid dan bisep).
  • Kehilangan mobilitas leher. Kondisi ini merupakan ketidakmampuan untuk memutar kepala dan leher dengan mudah.
  • Kesemutan (parestesia). Sensasi mati rasa atau kesemutan di lengan, paling sering terjadi karena saraf kejepit pada tulang belakang, atau saat saraf bercabang melewati otot yang tegang dan meradang.

Jika nyeri leher karena saraf kejepit, seseorang mungkin mengalami gejala berikut:

  • Kelemahan di bahu, lengan, atau tangan.
  • Perasaan mati rasa atau kesemutan di lengan, jari, atau tangan.
  • Rasa sakit yang tajam dan sensasi terbakar di dekat saraf kejepit yang menyebar ke luar.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Sebagian besar nyeri leher belakang atau bagian sisi lainnya akan membaik secara bertahap dengan perawatan di rumah. Namun, segera dapatkan perawatan jika kondisinya tidak kunjung membaik atau parah akibat cedera, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, kecelakaan menyelam, atau jatuh.

Hubungi dokter jika sakit leher dengan kondisi berikut:

  • Parah.
  • Bertahan selama beberapa hari tanpa penanganan.
  • Menyebar ke bawah lengan atau kaki.
  • Disertai dengan sakit kepala, mati rasa, lemas, atau kesemutan.

Penyebab Nyeri Leher

Leher pada dasarnya fleksibel dan berfungsi menopang berat kepala, sehingga mudah mengalami cedera dan kondisi yang memicu rasa sakit dan membatasi gerak.

Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab nyeri leher:

1. Ketegangan Otot

Penggunaan leher yang berlebihan, seperti membungkuk berjam-jam di depan komputer atau smartphone, sering kali memicu ketegangan otot. Selain itu berikut ini aktivitas dan perilaku yang menjadi menyebabkan otot leher tegang:

  • Postur tubuh yang buruk.
  • Membaca di tempat tidur.
  • Menggertakkan gigi.
  • Tidur dengan leher dalam posisi yang buruk.
  • Menyentak leher saat berolahraga.

2. Sendi yang Aus

Seperti persendian lainnya di tubuh, persendian leher cenderung melemah seiring bertambahnya usia. Osteoarthritis dapat menyebabkan bantalan (tulang rawan) di antara tulang punggung memburuk. Tubuh kemudian membentuk taji tulang yang memengaruhi gerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit.

3. Cedera

Leher sangat rentan terhadap cedera, terutama karena jatuh, kecelakaan kendaraan, dan olahraga, di mana otot dan ligamen leher dipaksa untuk bergerak di luar rentang normalnya.

Jika tulang leher patah, sumsum tulang belakang juga bisa rusak. Cedera leher akibat menyentak kepala secara tiba-tiba adalah whiplash.

4. Kompresi Saraf

Herniated disc atau hernia nukleus pulposus (HNP) di tulang belakang leher dapat menekan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang menyebar naik ke kepala, di belakang mata, ke rahang, ke bawah lengan.

Herniated disc adalah penyebab paling umum dari kompresi saraf dan stenosis tulang belakang (penumpukan kanal tulang belakang), tetapi taji tulang juga bisa menekan saraf.

5. Meningitis

Meningitis adalah peradangan di jaringan tipis yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Mereka yang menderita meningitis, demam, dan sakit kepala biasa terjadi dengan leher kaku. Penyakit ini bisa berakibat fatal dan merupakan kondisi darurat medis. Jika memiliki gejala meningitis, segera dapatkan pengobatan.

6. Serangan Jantung

Nyeri leher belakang, depat atau sisi kiri dan kanan juga bisa menjadi gejala serangan jantung, tetapi sering kali disertai dengan gejala serangan jantung lainnya, termasuk:

  • Sesak napas.
  • Berkeringat.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri lengan atau rahang.

Jika leher terasa sakit dan memiliki gejala serangan jantung lainnya, sesegera mungkin dapatkan pertolongan atau segera pergi ke ruang gawat darurat.

Baca Juga: 10 Penyebab Leher Kanan Sakit (No. 9 Patut Diwaspadai!)

Diagnosis Nyeri Leher

Dokter Anda akan mengambil riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan. Ia akan memeriksa nyeri tekan, mati rasa, dan kelemahan otot, serta melihat seberapa jauh Anda dapat menggerakkan kepala ke depan, ke belakang, dan sisi ke sisi.

1. Tes Pencitraan

Dokter mungkin menganjurkan tes pencitraan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang penyebab nyeri leher. Contohnya meliputi:

  • Sinar X. Sinar-X dapat membantu menggambarkan area di leher di mana saraf atau sumsum tulang belakang mungkin terjepit oleh taji tulang atau perubahan degeneratif lainnya.
  • CT-scan. Computerized tomography (CT) scan menggabungkan gambar sinar-X yang diambil dari berbagai arah untuk menghasilkan tampilan penampang secara rinci dari struktur dalam leher.
  • MRI. Magnetic resonance imaging (MRI) menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk membuat gambar rinci tulang dan jaringan lunak. Ini termasuk sumsum tulang belakang dan saraf yang berasal dari sumsum tulang belakang.
  • Elektromiografi (EMG). Jika dokter waspada terhadap nyeri leher pasien yang mungkin akibat saraf kejepit, ia mungkin akan menyarankan EMG. Tes ini dengan memasukkan jarum halus melalui kulit ke dalam otot dan melakukan tes untuk mengukur kecepatan konduksi saraf. Langkah ini untuk menentukan apakah saraf tertentu berfungsi dengan baik.
  • Tes darah. Tes ini terkadang membantu memberikan bukti kondisi peradangan atau infeksi yang mungkin menyebabkan atau berkontribusi pada sakit leher.

Cara Mengobati Nyeri Leher

Sakit leher ringan hingga sedang biasanya merespons perawatan secara mandiri dalam waktu dua atau tiga minggu dengan baik. Jika sakit leher berlanjut, dokter mungkin akan menganjurkan perawatan lainnya.

Berikut ini beberapa pengobatan untuk nyeri leher:

1. Obat-Obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat daripada yang bisa pasien gunakan tanpa resep. Selain itu, dokter mungkin akan menganjurkan obat nyeri leher seperti pelemas otot dan antidepresan trisiklik untuk menghilangkan rasa sakit.

2. Terapi

Ada beberapa pilihan terapi yang dapat membantu mengobati sakit di leher, termasuk:

  • Terapi fisik. Seorang ahli terapi fisik dapat mengajari Anda postur yang benar, latihan penyelarasan dan penguatan leher, dan dapat menggunakan panas, es, stimulasi listrik, dan tindakan lain untuk membantu meringankan rasa sakit Anda dan mencegah kekambuhan.
  • Stimulasi saraf listrik transkutan (TENS). Ini adalah terapi yang menempatkan elektroda pada kulit pasien di dekat area yang menyakitkan. Ini untuk memberikan impuls listrik kecil yang dapat menghilangkan rasa sakit.
  • Traction. Terapi traksi menggunakan beban, katrol, atau kantung udara untuk meregangkan leher dengan lembut. Traksi di bawah pengawasan profesional medis dan terapis fisik, yang dapat meredakan nyeri leher, terutama nyeri yang berhubungan dengan iritasi akar saraf.
  • Imobilisasi jangka pendek. Menggunakan kerah leher medis yang menopang leher dapat membantu menghilangkan rasa sakit dengan menghilangkan tekanan dari struktur di leher. Namun, jika menggunakannya lebih dari tiga jam setiap kali atau selama lebih dari satu hingga dua minggu, kerah leher medis ini mungkin lebih berbahaya daripada bermanfaat.

3. Operasi dan Prosedur Lainnya

Selain pengobatan sebelumnya, dokter mungkin menganjurkan pengobatan berikut jika kondisinya serius:

  • Injeksi steroid. Dokter akan memberikan obat nyeri leher dengan menyuntikkan obat kortikosteroid di dekat akar saraf, ke dalam sendi facet kecil di tulang belakang leher atau ke otot di leher untuk membantu mengatasi rasa sakit. Obat mati rasa, seperti lidokain, juga dapat disuntikkan guna meredakan sakit leher.
  • Operasi. Meskipun jarang diperlukan untuk sakit leher, operasi mungkin menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan akar saraf atau kompresi sumsum tulang belakang.

Pencegahan Nyeri Leher

Sebagian besar kondisi ini terjadi karena postur tubuh yang buruk ditambah dengan keausan terkait usia. Guna membantu mencegah nyeri, pastikan posisi kepala tetap berada di tengah tulang belakang. Beberapa perubahan sederhana dalam rutinitas keseharian dapat membantu.

Berikut ini beberapa langkah untuk membantu mencegah sakit di leher:

  • Menggunakan postur yang baik. Saat berdiri dan duduk, pastikan bahu berada dalam garis lurus di atas pinggul dan telinga tepat di atas bahu.
  • Sering istirahat. Jika bepergian jauh atau bekerja selama berjam-jam di depan komputer, sebaiknya sesekali bangun, bergerak, dan regangkan leher dan bahu.
  • Sejajarkan meja, kursi, dan komputer. Cara ini agar monitor sejajar dengan mata. Kemudian lutut harus sedikit lebih rendah dari pinggul, da gunakan sandaran tangan kursi.
  • Berhenti merokok. Jika Anda seorang perokok dan sering sakit di leher, sebaiknya berhenti. Merokok dapat meningkatkan risiko sakit leher.
  • Jangan membawa tas selempang yang berat. Beban tas selempang yang berat dapat membuat leher tegang yang pada akhirnya memicu nyeri leher dan pundak. Sebagai solusinya, gantilah dengan tas ransel.
  • Tidur dengan posisi yang baik. Ketika tidur malam, pastikan kepala dan leher harus sejajar dengan tubuh. Menggunakan bantal kecil di bawah leher dapat membuat Anda nyaman. Anda dapat mencoba tidur telentang dengan paha ditinggikan di atas bantal, yang akan meratakan otot tulang belakang.

 

  1. Kalfas, Lain, dan Lindsay C. 2021. Neck Pain Causes, Types, Symptoms, Diagnosis, and Treatment. https://www.spineuniverse.com/conditions/neck-pain#causes.
  2. Mayo Clinic Staff. 2020. Neck pain. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neck-pain/symptoms-causes/syc-20375581 (Diakses pada 19 Agustus 2021)
  3. Pietrangelo, Ann. Neck Pain: Possible Causes and How to Treat It. https://www.healthline.com/symptom/neck-pain#when-to-seek-help (Diakses pada 19 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi