Terbit: 16 Agustus 2021 | Diperbarui: 18 Februari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kutil kelamin adalah salah satu jenis infeksi menular seksual akibat paparan infeksi human papillomavirus (HPV). Simak penjelasan mengenai ciri-ciri, penyebab, hingga perawatan penyakit kutil kelamin, selengkapnya di bawah ini.

Kutil Kelamin: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kutil Kelamin?

Menurut dr. Ursula Penny, kutil kelamin yaitu benjolan kecil yang bersifat jinak, yang berkembang di sekitar alat kelamin atau anus, yang diakibatkan oleh infeksi virus yang bersarang di lapisan basalis kulit sehingga pertumbuhan lapisan kulit atas menjadi tidak terkendali dan menebal, bahkan dapat berbentuk seperti kembang kol, atau disebut kutil cauliflower-like

Benjolan bisa terbentuk  secara terpisah atau berkelompok. Benjolan umumnya memiliki ukuran 5 milimeter atau kurang, meskipun dalam beberapa kasus bisa berkembang menjadi massa yang besar. Selain itu, kutil biasanya memiliki warna yang sama dengan kulit atau lebih gelap.

Keadaan ini biasanya tidak menyakitkan, tetapi bisa menyebabkan gatal, kemerahan, atau ketidaknyamanan. Meski begitu, kutil jenis ini bersifat jinak atau tidak bersifat kanker.

Gejala Kutil Kelamin

Pada wanita, kutil dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, area antara alat kelamin luar dan anus, saluran anus, dan leher rahim. Pada pria, kutil dapat terjadi di batang penis, skrotum, atau anus.

Selain muncul di organ intim atau sekitarnya, kutil juga dapat berkembang di mulut atau tenggorokan jika Anda telah melakukan kontak seksual oral dengan orang yang terinfeksi.

Tanda dan gejala lainnya:

  • Benjolan kecil di area genital, bisa berwarna cokelat atau merah muda.
  • Benjolan memiliki bentuk seperti kembang kol, hal ini disebabkan oleh beberapa kutil yang berdekatan.
  • Muncul rasa gatal atau ketidaknyamanan.
  • Berdarah saat berhubungan intim.

Pada beberapa kasus, kutil juga bisa memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga membuat seseorang sering kali tidak menyadari keberadaannya. Segera temui dokter jika Anda atau pasangan memiliki benjolan di area genital.

Penyebab Kutil Kelamin

Seperti kutil lainnya, penyakit kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe tertentu. Terdapat lebih dari 100 tipe virus yang berbeda, tetapi hanya tipe 6 dan 11 yang menyebabkan penyakit ini.

Seseorang dapat tertular atau menularkan infeksi HPV melalui kontak kelamin kulit-ke-kulit, seperti selama seks vaginal, anal, atau oral. Beberapa orang memiliki infeksi tetapi tidak mengalami gejala dan tidak menunjukkan tanda-tanda.

Faktor Risiko Kutil Kelamin

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terinfeksi HPV, di antaranya:

  • Melakukan hubungan seks tanpa pengaman dan dengan banyak pasangan.
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual lainnya.
  • Berhubungan seks dengan pasangan yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.
  • Menjadi aktif secara seksual di usia muda.
  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh, akibat HIV atau konsumsi obat-obatan dari transplantasi organ.

 

Diagnosis Kutil Kelamin

Seorang dokter biasanya dapat mengenali penyakit ini selama pemeriksaan fisik, sehingga prosedur biopsi adalah sesuatu yang jarang dilakukan.

Dikarenakan kutil membutuhkan waktu untuk berkembang setelah seseorang tertular infeksi, dokter mungkin meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di waktu lain.

Pada beberapa kasus, kutil sangat kecil sehingga dokter hanya dapat mendeteksinya dengan alat yang disebut colposcope. Pemeriksaan colposcope pada serviks dan vagina serta Pap smear dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi.

Anda harus melakukan pemeriksaan kesehatan seksual jika:

  • Telah melakukan kontak seksual dengan pasangan baru.
  • Curiga memiliki kutil kelamin atau infeksi menular seksual lain.

Pengobatan Kutil Kelamin

Jika kutil tidak mengganggu atau tidak menimbulkan ketidaknyamanan, umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Akan tetapi, jika keadaan ini menyebabkan gatal, nyeri, rasa seperti terbakar, dokter dapat membantu menghilangkannya dengan obat-obatan atau pembedahan.

Lantas, apakah kutil kelamin bisa sembuh? Perawatan dapat menghilangkan kutil tetapi keadaan ini mungkin dapat muncul kembali.

1. Obat-Obatan

Perawatan kutil yang dapat diterapkan langsung ke kulit Anda meliputi:

  • Imiquimod. Krim ini tampaknya meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk melawan kutil. Hindari kontak seksual saat krim berada di kulit karena dapat mengiritasi kulit pasangan.
  • Podophyllin dan podofilox. Podophyllin adalah resin nabati yang menghancurkan jaringan kutil. Prosedur ini hanya dilakukan oleh dokter. Sedangkan podofilox mengandung senyawa aktif yang sama, tetapi Anda dapat menerapkannya di rumah. Podofilox tidak dianjurkan diterapkan secara internal.
  • Trichloroacetic acid. Perawatan kimia ini membakar kutil kelamin dan dapat digunakan untuk kutil internal.
  • Sinecatechins. Krim ini untuk pengobatan kutil kelamin luar dan dalam atau di sekitar saluran anus.

Hindari penggunaan obat-obatan yang dijual bebas, karena beberapa obat tidak dianjurkan digunakan di area genital.

2. Pembedahan

Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkan kutil yang lebih besar, tidak merespon obat, jika  sedang hamil, atau kutil yang dapat terpapar pada bayi Anda saat melahirkan. Pilihan bedah meliputi:

  • Pembekuan dengan nitrogen cair (cryotherapy). Pembekuan bekerja dengan menyebabkan lepuh terbentuk di sekitar benjolan. Saat kulit sembuh, lesi mengelupas, memungkinkan kulit baru muncul. Anda mungkin perlu mengulangi perawatan.
  • Elektrokauter. Prosedur ini menggunakan arus listrik untuk membakar kutil. Anda mungkin mengalami rasa sakit dan bengkak setelah prosedur.
  • Operasi eksisi. Dokter menggunakan alat khusus untuk memotong kutil. Anda akan memerlukan anestesi lokal atau umum untuk perawatan ini.
  • Perawatan laser. Prosedur menggunakan sinar cahaya yang intens dan biasanya disediakan untuk kutil yang luas serta sulit diobat.

Pencegahan Kutil Kelamin

Seseorang yang aktif secara seksual dapat mengurangi risiko mengembangkan penyakit ini dalam beberapa cara. Salah satunya adalah menggunakan kondom. Penting untuk diketahui, membatasi paparan tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.

Selain itu, mendapatkan vaksin HPV dapat mencegah seseorang tertular jenis virus tertentu termasuk yang dapat menyebabkan kutil kelamin atau kanker.

Terakhir, melakukan pemeriksaan infeksi menular seksual secara teratur adalah kuncinya, terutama sebelum berhubungan dengan pasangan baru.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. Genital warts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/symptoms-causes/syc-20355234. (Diakses pada 16 Agustus 2021).
  2. Brazier, Yvette. 2020. What to know about genital warts. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155236. (Diakses pada 16 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi