Terbit: 14 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Air mata berfungsi sebagai pelembap permukaan mata dan membantu mengeluarkan kotoran dari mata. Namun pada penderita hiperlakrimasi, jumlah air mata yang keluar sangat banyak hingga mengganggu. Pelajari apa itu hiperlakrimasi, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya dalam pembahasan ini!

Hiperlakrimasi pada Lansia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Hiperlakrimasi?

Hiperlakrimasi adalah gangguan pada kelenjar air mata yang sering dialami oleh lansia. Sebenarnya hal ini dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang umur, namun sebagian besar penderitanya adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.

Pada kondisi hiperlakrimasi, air mata akan keluar terus-menerus dan tidak terkendali. Hal ini akan mengganggu penglihatan penderitanya, jadi seperti selalu menangis.

Gejala Hiperlakrimasi

Air mata biasanya keluar sangat Anda menangis, namun air mata sangat diperlukan untuk mempertahankan kesehatan mata. Air mata akan melembapkan retina, mengeluarkan kotoran dari mata, membantu penglihatan menjadi lebih jelas, serta melindungi mata dari iritasi.

Namun pada penderita hiperlakrimasi yang terjadi adalah air mata keluar terus menerus tanpa jeda. Kondisi lainnya adalah air mata yang diproduksi kelenjar air mata menumpuk pada kelopak mata sehingga lansia terlihat seperti terus-menerus mengeluarkan air mata.

Baca Juga: 7 Tanda Gangguan Mata Kering yang Sudah Parah

Penyebab Hiperlakrimasi

Penyebab utama hiperlakrimasi adalah mata kering. Mata kering pada lansia terjadi karena ada peradangan pada kelenjar meibom—yaitu kelenjar yang berada di belakang kelopak mata bertugas mengeluarkan zat minyak untuk membantu melumasi mata.

Saat kelenjar tersebut mengalami peradangan, zat minyak tidak dapat diproduksi. Maka agar mata tetap lembap, kelenjar air mata mulai memproduksi air mata tambahan dalam jumlah besar.

Penyebab kedua adalah sumbatan pada drainase atau saluran air mata. Hal inilah yang menyebabkan air mata menggenangi kelopak.

Selain mata kering dan saluran air mata tersumbat, terdapat beberapa penyebab hiperlakrimasi. Yaitu:

  • Infeksi pada kornea mata.
  • Alergi, misalnya alergi debu atau asap.
  • Kornea mata mengalami luka.
  • Flu.
  • Sinusitis.
  • Paparan cahaya matahari berlebihan.
  • Cedera pada area wajah atau hidung.
  • Tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Faktor Risiko Hiperlakrimasi

Selain lansia, orang-orang ini juga memiliki faktor risiko hiperlakrimasi:

  • Mereka yang sering menggunakan komputer atau laptop.
  • Penderita alergi udara.
  • Para gamer atau mereka yang sering menatap layar gawai.
  • Penderita ektropion, yaitu kondisi dimana kelopak mata terlipat atau menurun.
  • Asap yang keluar dari rokok dapat mengiritasi mata dan memicu hiperlakrimasi.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Mata Kering Secara Alami

Diagnosis Hiperlakrimasi

Pemeriksaan atas kondisi ini harus dilakukan di dokter mata. Setelah melakukan anestesi dokter akan mendorong probe ke kantung air mata untuk memeriksanya. Jika terjadi sumbatan maka akan diperlukan foto sinar X atau CT scan untuk mengetahui kondisi asli penyumbatan.

Pengobatan Hiperlakrimasi

Ketika air mata berlebihan yang keluar mulai mengganggu penglihatan, sebaiknya penderita segera berkonsultasi ke dokter. Kondisi ini sebenarnya dapat diatasi dengan menjaga kelembapan mata, sehingga terhindar dari mata kering dan produksi air mata berlebih.

Untuk pengobatan hiperlakrimasi, umumnya dokter akan menyarankan cara-cara berikut:

1. Mengistirahatkan mata

Ketika mata mulai mengeluarkan air, segera hentikan pekerjaan yang dilakukan. Pejamkan mata sejenak hingga kembali rileks.

Lakukan pola 20-20-20 untuk para pekerja yang harus menatap lama layar komputer atau gawai.

Pola ini dilakukan dengan cara: setelah bekerja selama 20 menit, istirahatkan mata dengan menatap benda hijau dengan jarak 6 meter atau lebih selama 20 detik. Setelah itu, silakan lanjutkan pekerjaan selama 20 menit ke depan.

Cara ini efektif untuk melatih otot mata serta mencegah mata kering dan lelah.

2. Menggunakan obat tetes mata

Dokter akan meresepkan obat tetes mata atau air mata buatan agar mata tetap lembap. Obat tetes mata akan mencegah terjadinya mata kering pada lansia sehingga air mata tidak akan diproduksi secara berlebihan.

3. Mengompres mata

Basahi sapu tangan dengan air hangat lalu letakkan di atas mata. Pijat secara perlahan di bagian kelopak mata selama beberapa menit. Hal ini dapat dilakukan ketika mata terasa lelah atau pegal.

4. Operasi

Penderita hiperlakrimasi berat atau akibat penyumbatan saluran air mata yang parah dapat diobati dengan melakukan operasi dacryocystorhinostomy (DCR). Operasi ini juga dapat dilakukan pada kantung air mata yang mengalami infeksi.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Mata Minus saat Bermain Gadget

Cara Pencegahan Hiperlakrimasi

Hiperlakrimasi dapat dicegah. Caranya adalah:

  • Menjaga kebersihan diri terutama daerah wajah.
  • Jangan menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang kotor.
  • Setelah mandi atau mencuci muka, keringkan wajah dengan handuk yang bersih.
  • Jangan menggunakan obat tetes mata atau kacamata milik orang lain.
  • Beristirahat yang cukup agar mata juga ikut beristirahat.
  • Terapkan pola hidup sehat dan jika diperlukan minum suplemen vitamin A dan betakaroten.
  • Berhenti merokok.
  • Pakailah kacamata jika harus bepergian dengan motor atau berada di daerah yang banyak polusi, debu, asap, dan pasir.
  • Batasi menonton televisi dan bermain gadget agar mata tidak terlalu lelah.
  • Saat membaca, melihat laptop maupun gawai, usahakan berada di tempat yang terang.

Dengan menjaga kesehatan mata, para lansia dapat terhindar dari kondisi hiperlakrimasi. Mengingat kondisi ini juga dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Penting bagi mereka yang berusia lebih muda untuk menjaga kesehatan mata sedari dini.

 

  1. Canales, Jose Louis Tovilla dkk. 2017. Stem the Tide of Excessive Tearing. https://www.reviewofophthalmology.com/article/stem-the-tide-of-excessive-tearing. (Diakses pada 24-12-2021)
  2. Montoya, FJ. 2002. Treatment of gustatory hyperlacrimation (crocodile tears) with injection of botulinum toxin into the lacrimal gland. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12439663/. (Diakses pada 24-12-2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi