Terbit: 1 September 2020 | Diperbarui: 24 February 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Herpes genital adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Kontak seksual adalah cara utama penyebaran virus ini. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkannya pada orang lain meskipun tidak ada luka yang terlihat. Simak gejala, penyebab, obat, hingga pencegahan yang bisa dilakukan selengkapnya di bawah ini.

Herpes Genital: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Herpes Genital?

Ini adalah penyakit menular seksual (PMS) yang menyebabkan lepuhan (benjolan berisi cairan) pada kulit. Penyakit ini bisa ditularkan melalui seks vaginal, anal, dan oral. Virus dari penyakit ini dapat menyebar bahkan saat tidak ada luka. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh dua jenis virus yaitu herpes simplex virus type 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus type 2 (HSV-2).

Gejala Herpes Genital

Banyak orang yang terinfeksi HSV tidak menyadari kondisinya karena penyakit ini sering kali tidak memiliki tanda atau gejala apa pun. Meski begitu, gejala mungkin terjadi sekitar 2 hingga 12 hari setelah terpapar virus. Beberapa gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Sakit atau gatal. Anda mungkin mengalami rasa sakit dan nyeri di area genital sampai infeksi sembuh.
  • Benjolan merah atau lepuh putih kecil. Tanda ini mungkin muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah infeksi.
  • Bisul. Tanda ini mungkin terbentuk ketika lepuh pecah dan mengeluarkan cairan atau berdarah. Bisul bisa membuat buang air kecil terasa nyeri.
  • Keropeng. Kulit akan mengeras dan membentuk keropeng saat bisul sembuh.

Infeksi pada masa awal biasanya menyebabkan seseorang memiliki gejala seperti flu, pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, sakit kepala, nyeri otot, dan demam.

Gejala berdasarkan lokasi

Pria dan wanita dapat mengembangkan luka pada:

  • Bokong dan paha
  • Dubur
  • Mulut
  • Uretra (saluran yang memungkinkan urine mengalir dari kandung kemih ke luar)

Wanita bisa mengembangkan luka di area:

  • Vagina
  • Alat kelamin bagian luar
  • Serviks

Pria juga bisa mengembangkan luka di area:

  • Penis
  • Skrotum

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda curiga menderita penyakit ini atau infeksi menular seksual lainnya, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Sementara itu, jika Anda memiliki:

  • Lepuh kecil yang pecah menjadi merah, luka terbuka di sekitar alat kelamin, anus, paha, atau bokong
  • Kesemutan, rasa terbakar, atau gatal di sekitar alat kelamin
  • Sakit saat buang air kecil
  • Mengalami keputihan yang tidak biasa

Tindakan medis harus segera dilakukan jika Anda memiliki beberapa gejala di atas.

Penyebab Herpes Genital

Virus masuk ke tubuh Anda melalui selaput lendir. Selaput lendir adalah lapisan tipis jaringan yang melapisi bukaan tubuh. Selaput ini dapat ditemukan di hidung, mulut, dan alat kelamin.

Begitu virus berada di dalam tubuh, virus bergabung ke dalam sel dan kemudian tinggal di sel saraf panggul. Virus cenderung berkembang biak atau beradaptasi di lingkungannya dengan sangat mudah, sehingga sulit untuk ditangani.

Selain itu, HSV-1 atau HSV-2 dapat ditemukan di cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk

  • Air liur
  • Air mani
  • Sekresi vagina

Faktor Risiko Herpes Genital

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang memiliki kondisi ini. Beberapa faktor tersebut, antara lain:

  • Seorang wanita lebih mungkin terkena penyakit ini dibanding pria. Virus ini lebih mudah ditularkan secara seksual dari pria ke wanita daripada dari wanita ke pria.
  • Memiliki banyak pasangan seksual. Melakukan aktivitas seksual lebih dari satu orang meningkatkan risiko terpapar virus penyebab penyakit ini.

Diagnosis Herpes Genital

Dokter biasanya dapat mendiagnosis penyakit ini berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil tes laboratorium. Sejumlah tes yang dapat membantu diagnosis, di antaranya:

  • Viral culture. Tes ini melibatkan pengambilan sampel jaringan atau pengikisan luka untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
  • Polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk menyalin DNA dari sampel darah, jaringan luka, atau cairan tulang belakang. Kemudian DNA dapat diuji untuk memastikan keberadaan dan menentukan jenis HSV yang Anda miliki.
  • Tes darah. Tes ini menganalisis sampel darah untuk mengetahui adanya antibodi HSV untuk mendeteksi infeksi herpes di masa lalu.

 

Pengobatan Herpes Genital

Meski tidak ada obat herpes genital yang ampuh untuk menghilangkan penyakit ini, perawatan dapat membantu untuk meredakan gejala. Perawatan dengan obat antivirus resep dapat:

  • Membantu luka sembuh lebih cepat selama infeksi awal
  • Mengurangi keparahan dan durasi gejala pada infeksi yang berulang
  • Mengurangi frekuensi kekambuhan
  • Meminimalkan kemungkinan penularan virus herpes ke orang lain

Sementara itu, obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah:

  • Asiklovir
  • Valacyclovir

Dokter mungkin menyarankan Anda minum obat hanya ketika mengalami gejala infeksi atau bahkan ketika tidak ada tanda-tanda infeksi. Obat tersebut biasanya dapat ditoleransi oleh tubuh dengan sedikit efek samping.

Komplikasi Herpes Genital

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang terkait dengan herpes simplex, di antaranya:

  • Infeksi menular seksual. Luka kelamin meningkatkan risiko penularan atau tertular infeksi menular seksual lainnya, termasuk AIDS.
  • Infeksi bayi baru lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat terpapar virus selama proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, atau kematian pada bayi baru lahir.
  • Masalah kandung kemih. Dalam beberapa kasus, luka yang terkait dengan penyakit ini dapat menyebabkan peradangan di sekitar saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke uretra.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi HSV menyebabkan peradangan pada selaput dan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Peradangan rektal (proktitis). Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada selaput rektum, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Pencegahan Herpes Genital

Pencegahan penyakit ini sama dengan saran untuk mencegah penyakit menular seksual yaitu membatasi kontak seksual hanya pada satu orang yang tidak terinfeksi. Jika Anda masih khawatir terpapar virus HSV, gunakan kondom selama aktivitas seksual.

Hindari hubungan seksual jika salah satu pasangan mengalami herpes di area genital atau di bagian tubuh mana pun.

 

  1. Anonim. Genital herpes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161. (Diakses pada 1 September 2020).
  2. Anonim. Herpes Simplex Virus: HSV-1 & HSV-2. https://www.webmd.com/genital-herpes/pain-management-herpes#1-3. (Diakses pada 1 September 2020).
  3. Lee, Brindles. 2019. Genital Herpes. https://www.healthline.com/health/std/genital-herpes. (Diakses pada 1 September 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi