Terbit: 16 Maret 2021 | Diperbarui: 6 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Fraktur clavicula atau patah tulang selangka adalah kondisi di mana tulang yang menghubungkan tulang dada ke tulang belikat retak atau patah. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga penanganan fraktur klavikula.

Fraktur Clavicula: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Fraktur Clavicula?

Fraktur klavikula atau disebut juga patah tulang selangka adalah cedera umum terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Tulang selangka adalah tulang tipis panjang yang menghubungkan lengan ke tubuh. Tulang ini berada pada posisi horizontal antara bagian atas tulang dada (sternum) dan tulang belikat (scapula).

Gejala Fraktur Clavicula

Berikut ini adalah tanda dan gejala patah tulang selangka yang bisa terjadi, antara lain:

  • Peningkatan rasa nyeri saat menggerakan bahu.
  • Pembengkakan.
  • Memar.
  • Muncul tonjolan di bahu atau area sekitarnya.
  • Bunyi bekertak saat mencoba menggerakkan bahu.
  • Kekakuan atau ketidakmampuan untuk menggerakkan bahu.
  • Anak yang baru lahir sering tidak menggerakkan lengannya selama beberapa hari setelah patah tulang selangka terkait kelahiran.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda melihat tanda atau gejala fraktur klavikula pada anak atau jika Anda merasakan rasa sakit yang mengganggu aktivitas normal, segera temui dokter. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan dapat menyebabkan penyembuhan yang buruk.

Penyebab Fraktur Clavicula

Berikut adalah beberapa penyebab umum patah tulang selangka, antara lain:

  • Jatuh, terutama jika terjatuh dengan tangan dalam keadaan menjulur.
  • Cedera olahraga.
  • Kecelakaan mobil, motor, atau sepeda.
  • Cedera karena melewati jalan lahir.

Faktor Risiko Fraktur Clavicula

Tulang selangka tidak mengeras sepenuhnya sampai usia 20 tahun. Hal ini menempatkan anak-anak dan remaja pada risiko lebih tinggi mengalami patah tulang selangka. Risiko menurun setelah usia 20 tahun, tetapi kemudian meningkat lagi saat memasuki usia lanjut karena kekuatan tulang menurun seiring bertambahnya usia.

Diagnosis Fraktur Clavicula

Dokter akan menanyakan gejala dan bagaimana cedera terjadi. Selain itu, dokter juga akan memeriksa bahu dan akan meminta Anda untuk mencoba menggerakkan lengan, tangan, dan jari.

Terkadang lokasi patah tulang akan terlihat jelas, karena tulang akan terdorong ke bawah kulit. Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan lain untuk mengecek apakah saraf atau pembuluh darah mengalami kerusakan.

Selain itu, dokter juga bisa akan menyarankan rontgen bahu untuk menunjukkan lokasi pasti dari patah tulang, seberapa banyak ujung tulang telah bergerak, dan apakah tulang lain patah. Kadang-kadang dokter juga menyarankan CT scan untuk melihat kerusakan secara lebih detail.

Baca Juga: 12 Makanan untuk Patah Tulang agar Pulih Lebih Cepat

Pengobatan Fraktur Clavicula

Membatasi pergerakan tulang yang patah sangat penting untuk mendukung penyembuhan, Anda mungkin membutuhkan arm sling. Berapa lama imobilisasi diperlukan tergantung pada tingkat keparahan.

Penyatuan tulang biasanya membutuhkan waktu tiga hingga enam minggu untuk anak-anak, sementara untuk orang dewasa mungkin membutuhkan 6 hingga 12 minggu.

  • Perawatan Rumahan

Menempelkan ice pack pada area yang bermasalah selama 20 hingga 30 menit setiap beberapa jam, terutama selama dua hingga tiga hari pertama kejadian dapat membantu mengendalikan rasa sakit dan pembengkakan.

  • Obat-Obatan

Penanganan fraktur clavicula pada dasarnya adalah mengurangi rasa sakit dan peradangan. Dokter mungkin merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Jika Anda mengalami nyeri hebat, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat resep selama beberapa hari.

  • Terapi

Rehabilitasi dimulai segera setelah perawatan awal. Dalam banyak kasus, penting untuk memulai beberapa gerakan untuk meminimalkan kekakuan pada bahu saat Anda masih mengenakan arm sling.

Setelah arm sling dilepas, dokter mungkin merekomendasikan latihan rehabilitasi tambahan atau terapi fisik untuk memulihkan kekuatan otot, gerakan sendi, dan kelenturan.

  • Pembedahan

Pembedahan mungkin diperlukan jika tulang selangka yang retak telah menembus kulit, bergeser parah, atau menjadi beberapa bagian. Operasi patah tulang selangka biasanya mencakup penempatan perangkat fiksasi—plat, screw atau rods—untuk menjaga posisi tulang selama penyembuhan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Selama Proses Pemulihan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh tergantung pada tingkat kerusakan. Dalam empat hingga enam minggu pertama, Anda tidak boleh mengangkat apa pun yang lebih berat dari 2 kg atau mencoba mengangkat lengan di atas bahu.

Setelah tulang sembuh, terapi fisik untuk mengembalikan lengan dan bahu ke fungsi normal kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu lagi. Secara umum, orang bisa kembali beraktivitas dalam tiga bulan.

Tetap ikuti rutinitas terapi fisik yang lembut agar lengan Anda tidak kaku saat sedang dalam proses penyembuhan. Ini mungkin termasuk beberapa pijatan jaringan lunak, meremas bola di tangan, dan rotasi isometrik. Anda dapat menggerakkan siku, tangan, dan jari saat merasa nyaman melakukannya

Dokter akan menilai kapan Anda kembali ke aktivitas normal. Dokter juga akan memberi tahu kapan Anda dapat memulai olahraga. Pada anak-anak, hindari untuk melakukan olahraga kontak selama 12 minggu.

Komplikasi Fraktur Clavicula

Sebagian besar tulang selangka yang patah sembuh tanpa menimbulkan komplikasi. Kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Cedera saraf atau pembuluh darah. Ujung tulang selangka yang patah dan bergerigi dapat melukai saraf dan pembuluh darah di dekatnya. Segera cari pertolongan medis jika Anda merasakan mati rasa atau dingin di lengan atau tangan.
  • Penyembuhan yang buruk atau tertunda. Tulang selangka yang patah parah mungkin sembuh perlahan atau tidak sempurna. Penyatuan tulang yang buruk selama penyembuhan dapat memperpendek tulang.
  • Benjolan di tulang. Sebagai bagian dari proses penyembuhan, tempat tulang menyatu membentuk gumpalan tulang. Benjolan ini mudah terlihat karena berada dekat dengan kulit. Sebagian besar benjolan menghilang seiring waktu, tetapi ada juga yang permanen.
  • Osteoartritis. Patah tulang yang melibatkan sendi yang menghubungkan tulang selangka ke tulang belikat atau tulang dada dapat meningkatkan risiko radang sendi di bagian tersebut.

Meski begitu, sebagian besar kasus patah tulang selangka sembuh tanpa komplikasi. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan perawatan yang tepat. Selain itu, penting untuk tetap menjalani terapi fisik secara rutin agar dapat menggunakan lengan dan bahu sepenuhnya.

 

  1. Anonim. Broken collarbone. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/broken-collarbone/symptoms-causes/syc-20370311. (Diakses pada 16 Maret 2021).
  2. Marjorie Hecht. 2018. Everything You Need to Know About Caring for a Broken Collarbone. https://www.healthline.com/health/broken-collarbone. (Diakses pada 16 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi