Terbit: 23 Mei 2022
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Patricia Aulia

Cacar monyet adalah salah satu penyakit cacar yang patut diwaspadai penyebarannya. Pada dasarnya, ini bukan merupakan penyakit baru dan sudah ada sejak tahun 1970. Ketahui seperti apa penularannya dan pengobatannya dalam artikel ini!

Cacar Monyet (Monkeypox): Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan

Apa itu Cacar Monyet?

Monkeypox atau cacar monyet adalah infeksi virus yang termasuk langka. Penyakit ini secara umum memiliki gejala yang sangat mirip dengan smallpox, dengan intensitas gejala yang lebih ringan. Namun smallpox sudah berhasil dieradikasi sejak tahun 1980.

Penyakit ini paling sering ditemukan di daerah Afrika Tengah dan Afrika Barat. Umumnya penyakit ini tersebar di daerah di mana banyak manusianya berinteraksi dengan hewan yang berpotensi menularkan virus ini.

Kasus pertama ditemukan pada tahun 1970, yaitu di Republik Demokratik Kongo. Seorang anak usia 9 tahun terkena cacar monyet, padahal di daerah tersebut smallpox sudah dieradikasi atau dimusnahkan sejak tahun 1968.

Setelahnya, dilaporkan beberapa kasus di daerah pedesaan dan hutan hujan di Cekungan Kongo dan Afrika Barat. Pada tahun 1996 hingga 1997 bahkah wabah besar terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Kasus pertama di luar benua Afrika ditemukan pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Sebagian besar pasien diduga terinfeksi oleh karena terpapar virus monkeypox dari sejenis hewan pengerat yang menjadi salah satu host dari virus tersebut.

Gejala Cacar Monyet

Masa inkubasi atau masa sejak awal virus masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala klinis adalah sekitar 10-14 hari. Gejala klinis monkeypox mirip dengan gejala Varicella (cacar air) dan Variola (smallpox), namun intensitasnya cenderung lebih ringan.

Gejala awal tidak jauh berbeda dengan gejala infeksi virus lain pada umumnya dan kemudian diikuti dengan gejala yang lebih spesifik. Berikut adalah gejala cacar monyet:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemas
  • Sakit pada otot dan persendian
  • Ruam kulit. Kemunculan ruam biasanya dimulai dari wajah, batang tubuh, dan kemudian menyebar ke lengan, kaki, hingga ke telapak tangan dan kaki. Ruam diawali dengan bercak kemerahan yang lama kelamaan membentuk bintik kemerahan yang berisi cairan dan dapat berisi nanah.
  • Pembesaran kelenjar getah bening.

Penyebab Cacar Monyet

Penyebabnya adalah infeksi virus monkeypox. Virus ini dapat hidup di manusia maupun hewan. Monkeypox termasuk ke dalam virus dari genus Orthopoxvirus dan merupakan virus yang cukup langka.

Baca Juga: 10 Cara Mengobati Cacar Air agar Cepat Kering dan Hilang

Penularan Cacar Monyet

Penularan cacar ini dapat melalui hewan dan juga manusia. Hewan yang mungkin menularkan pada manusia adalah monyet, tikus, atau tupai.

Berikut adalah beberapa cara penularan cacar monyet dari hewan ke manusia:

  • Gigitan oleh hewan seperti monyet, tikus, atau tupai yang terinfeksi.
  • Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
  • Konsumsi daging hewan yang terinfeksi.

Sedangkan untuk penularan antara manusia adalah melalui droplet infection (air liur). Hal yang memungkinkan penularan adalah seperti:

  • Kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Kontak langsung pada benda yang terkena cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk berbagi makanan dan minuman dengan orang yang terinfeksi.

Seseorang yang memiliki sistem imun tubuh rendah kemungkinan akan lebih mudah tertular penyakit cacar monyet dibandingkan dengan seseorang yang sistem imunnya baik.

Diagnosis Cacar Monyet

Gejala cacar monyet mirip dengan jenis cacar lain dan juga beberapa jenis infeksi kulit lainnya seperti kudis, bahkan eksim atau alergi. Salah satu yang dapat membedakannya dengan cacar adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada awal gejala.

Diagnosis pasti dari monkeypox harus dilakukan di laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan virus tersebut. Virus dapat diidentifikasi dengan sejumlah tes berbeda di laboratorium khusus.

Virus ini dapat dideteksi dengan memeriksa sampel lesi atau darah dan serum di laboratorium. Sebelum menafsirkan hasil tes, dokter juga harus mengetahui beberapa informasi pasien seperti tanggal timbulnya demam, tanggal timbulnya ruam, tanggal pengumpulan sampel yang diteliti, tahap ruam, dan juga usia pasien.

Baca Juga: Vaksin Varicella (Cacar Air): Manfaat, Jadwal, Efek Samping, dll

Cara Mengobati Cacar Monyet

Hingga kini, belum terdapat penelitian yang mengonfirmasi cara mengobati cacar monyet yang efektif. Pengobatan hanya dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien. Berikut adalah beberapa jenis pengobatannya:

  • Obat analgesik dan antipiretik diberikan untuk menurunkan demam, meredakan nyeri, dan juga sakit kepala.
  • Istirahat total disarankan agar gejala penyakit tidak semakin parah, terutama pada tahap gejala demam.

Pencegahan yang Bisa Anda Lakukan

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut adalah beberapa cara mencegah monkeypox pada manusia:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
  • Hindari kontak langsung dengan manusia yang terinfeksi.
  • Vaksin biasanya dianjurkan untuk orang-orang yang berisiko tinggi terkena monkeypox seperti mereka yang melakukan penelitian terhadap virus monkeypox, dan orang-orang yang mempunyai riwayat kontak dengan penderita yang terinfeksi penyakit ini.

Pada dasarnya cacar monyet bukanlah penyakit yang berbahaya, bahkan tidak lebih berbahaya dari jenis cacar lainnya. Anda dapat menerapkan pencegahan di atas untuk menurunkan risikonya.

 

  1. Anonim. Monkeypox. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox. Diakses 14 Mei 2019
  2. Anonim. Monkeypox. https://www.who.int/health-topics/monkeypox/#tab=tab_1. Diakses 14 Mei 2019


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi