Terbit: 8 August 2022 | Diperbarui: 9 August 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Burning mouth syndrome (BMS) atau glossodynia adalah suatu kondisi di mana lidah dan langit-langit mulut terasa seperti terbakar. Penyakit ini biasanya muncul tanpa sebab yang jelas dan dapat menyebabkan stres hingga susah tidur. Selengkapnya kenali gejala, penyebab, hingga pengobatannya dalam penjelasan berikut ini!

Burning Mouth Syndrome: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Burning Mouth Syndrome?

Burning mouth syndrome adalah istilah medis untuk rasa terbakar yang terus-menerus (kronis) atau berulang di bagian mulut tanpa sebab yang jelas. Ketidaknyamanan ini dapat terjadi pada lidah, gusi, bibir, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, atau di seluruh mulut. Sensasi terbakar bisa berat seperti mulut tersiram air panas.

Meskipun beberapa bagian mulut mungkin merasakan sensasi terbakar, tetapi tidak akan panas ketika disentuh. Anda mungkin tidak dapat melihat kemerahan di area mulut yang sakit.

BMS biasanya terjadi secara tiba-tiba, tetapi dapat berkembang secara bertahap seiring waktu. Dikarenakan penyebab pastinya sering kali tidak dapat diketahui, penyakit ini mungkin sulit untuk diobati.

Gejala Burning Mouth Syndrome

Jika mengalami BMS, mulut mungkin terasa seperti minum air panas. Sensasi panasnya mungkin berbeda pada setiap orang.

Gejala burning mouth syndrome yang umum terjadi, meliputi:

  • Rasa terbakar pada lidah, langit-langit mulut, gusi, bagian dalam pipi, dan bagian belakang tenggorokan, yang dapat diredakan dengan makan atau minum.
  • Mati rasa atau kesemutan pada lidah yang hilang timbul.
  • Mulut kering.
  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan menelan.
  • Perubahan rasa, rasa logam di mulut.

Kapan Waktu yang Tepat Harus Ke Dokter?

Jika Anda mengalami ketidaknyamanan, rasa terbakar atau nyeri pada bagian mulut tidak kunjung hilang, segera temui dokter atau dokter gigi. Dokter mungkin perlu bekerja sama untuk membantu menentukan penyebab BMS dan membuat rencana perawatan yang efektif untuk Anda.

Penyebab Burning Mouth Syndrome

Tidak ada satu penyebab spesifik dari BMS. Namun, penyebabnya dibagi menjadi dua jenis: primer dan sekunder. Berikut ini berbagai penyebab sindrom ini:

1. BMS primer

BMS primer berarti tidak ada penyebab yang dapat diketahui. Sensasi mulut terbakar bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit. Akibatnya, sulit untuk mendiagnosis kondisi ini dan sering kali menjadi masalah pengecualian.

Untuk diagnosis BMS secara akurat, dokter mungkin melakukan tes untuk memeriksa kelainan, termasuk tes darah, swab mulut, tes alergi, dan tes aliran saliva.

Jika penyakit yang mendasari tidak menyebabkan BMS, dokter mungkin membuat diagnosis BMS primer. Ini adalah mulut terbakar tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.

2. BMS sekunder

Terkadang BMS dapat disebabkan oleh peristiwa atau kondisi kesehatan lainnya. Inilah alasannya disebut sekunder. Penyebabnya bisa bervariasi pada setiap orang.

Berikut ini kemungkinan penyebab BMS sekunder, di antaranya:

  • Asam lambung.
  • Reaksi alergi terhadap bahan yang digunakan dalam gigi palsu.
  • Kecemasan atau depresi.
  • Perubahan hormon karena penyakit tiroid, diabetes, atau menopause.
  • Mulut kering akibat penyakit atau perawatan, misalnya sindrom Sjögren dan terapi radiasi.
  • Obat-obatan untuk mengobati tekanan darah.
  • Gigi palsu tidak pas.
  • Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat.
  • Reaksi terhadap pasta gigi atau obat kumur tertentu.
  • Sariawan.
  • Stres.

Faktor Risiko

Burning mouth syndrome adalah penyakit yang termasuk jarang terjadi. Namun, seseorang memiliki risiko tinggi oleh sejumlah kondisi.

Berikut ini faktor yang dapat meningkatkan risiko BMS:

  • Wanita.
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Mengalami perimenopause atau pascamenopause.

BMS biasanya dimulai secara spontan, tanpa faktor pemicu yang diketahui. Namun, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena BMS, berikut di antaranya:

  • Beberapa gangguan medis kronis seperti fibromyalgia, penyakit Parkinson, dan gangguan autoimun dan neuropati.
  • Menjalani prosedur perawatan gigi sebelumnya.
  • Reaksi alergi terhadap makanan.
  • Obat-obatan.
  • Mengalami peristiwa kehidupan yang traumatis.
  • Stres.
  • Depresi.
  • Kecemasan.

Baca Juga: Anatomi Mulut: Bagian, Sistem Saraf, Penyakit, dll

Diagnosis Burning Mouth Syndrome 

Guna mendiagnosis BMS, dokter akan mencari tahu tentang gejala yang dirasakan pasien dan kapan penyakit ini mulai terjadi.

Dokter juga akan menanyakan apakah pasien memiliki alergi, minum obat apa pun, sering merokok atau minum minuman beralkohol. Dokter akan memeriksa mulut dan memeriksa infeksi.

Berikut ini beberapa tes untuk mengesampingkan masalah medis lainnya, termasuk:

  • Tes alergi untuk melihat apakah pasien memiliki reaksi terhadap suatu produk atau obat.
  • Biopsi, dokter akan mengeluarkan sedikit jaringan dari mulut dan memeriksanya di laboratorium.
  • Tes darah untuk melihat apakah pasien memiliki masalah tiroid atau diabetes.
  • Computerized tomography scan (CT scan), beberapa sinar-X diambil dari sudut yang berbeda kemudian disatukan untuk menunjukkan gambar yang lebih lengkap.
  • Magnetic resonance imaging (MRI), magnet kuat dan gelombang radio digabungkan untuk membuat gambar lebih jelas.
  • Tes aliran saliva untuk mengukur air liur dalam mulut.

Pengobatan Burning Mouth Syndrome 

Perawatannya tergantung penyebabnya, apakah pasien memiliki BMS primer atau sekunder. Dokter mungkin akan menyarankan satu atau beberapa perawatan.

Berikut ini pengobatan untuk BMS, di antaranya:

1. BMS sekunder

Untuk BMS sekunder, pengobatannya tergantung pada kondisi mendasar yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan pada mulut.

Misalnya, mengobati infeksi mulut atau mengonsumsi suplemen tertentu dapat membantu meredakan ketidaknyamanan. Inilah mengapa penting untuk mencoba menentukan penyebabnya. Setelah mengobati penyebab yang mendasarinya, gejala BMS akan membaik.

2. BMS primer

Penelitian tentang metode apa yang paling efektif digunakan untuk mengatasi BMS primer masih terbatas. Hal itulah yang tidak ada cara yang pasti untuk mengobatinya.

Perawatan tergantung pada gejala khusus pada pasien dan bertujuan untuk mengendalikannya. Mungkin pasien perlu mencoba beberapa metode perawatan sebelum menemukan satu atau kombinasi yang membantu mengurangi ketidaknyamanan di mulut.

Berikut ini pilihan pengobatan untuk BMS primer, termasuk:

  • Produk pengganti air liur.
  • Obat kumur khusus atau lidokain.
  • Capsaicin, pereda nyeri yang berasal dari cabai.
  • Obat antikonvulsan yang disebut clonazepam.
  • Obat-obatan yang memblokir nyeri saraf.
  • Antidepresan tertentu.
  • Terapi perilaku kognitif untuk mengembangkan pendekatan untuk mengatasi kecemasan, depresi, dan mengatasi rasa sakit kronis.

Baca Juga: 10 Gejala Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Komplikasi Burning Mouth Syndrome

Burning mouth syndrome adalah kondisi nyeri kronis yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Rasa sakitnya bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, orang mengalami rasa sakit setiap hari.

Rasa sakit bisa membuat penderitanya merasa keluhan berikut:

  • Tidak nafsu makan.
  • Sulit tidur.
  • Depresi.
  • Stres.
  • Cemas

Kondisi demikian membuat penderitanya sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Pencegahan Burning Mouth Syndrome

Tidak ada cara untuk mencegah BMS. Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa membantu keparahan penyakit.

Berikut ini beberapa hal yang harus dihindari penderita BMS, di antaranya:

  • Merokok.
  • Makanan asam.
  • Makanan pedas.
  • Minuman berkarbonasi.
  • Stres yang berlebihan.

Menghindarinya mungkin dapat mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sindrom ini atau mencegahnya menjadi lebih buruk. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter terdekat jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas.

 

  1. Anonim. Burning mouth syndrome. https://www.dentalhealth.org/burning-mouth-syndrome. (Diakses pada 8 Agustus 2022)
  2. Anonim. 2020. Burning Mouth Syndrome. https://www.webmd.com/oral-health/burning-mouth-syndrome-facts. (Diakses pada 8 Agustus 2022)
  3. Anonim. 2022. Burning Mouth Syndrome. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14463-burning-mouth-syndrome. (Diakses pada 8 Agustus 2022)
  4. Anonim. 2019. Burning mouth syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burning-mouth-syndrome/symptoms-causes/syc-20350911. (Diakses pada 8 Agustus 2022)
  5. Higuera, Valencia. 2017. What Is Burning Mouth Syndrome?. https://www.healthline.com/health/burning-mouth-syndrome. (Diakses pada 8 Agustus 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi