Terbit: 7 Juni 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Scopolamine adalah obat untuk mengatasi kram perut atau spasme usus, mual dan muntah.  Obat ini termasuk ke dalam golongan anticholinergic/antimuskarinik. Kenali lebih jauh tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

Scopolamine: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Scopolamine

Nama Obat Scopolamine/Hyoscine n-butylbromide
Kelas Terapi Obat Anticholinergic
Kategori Obat keras (harus dengan resep dokter
Manfaat Obat Mengatasi mual dan muntah
Kontraindikasi Hipersensitif
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Sediaan Obat Tablet, kaplet, cairan injeksi

 

Scopolamine Obat Apa?

Scopolamine adalah obat yang digunakan untuk mencegah mual dan muntah.

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi sekresi organ-organ tertentu dalam tubuh seperti lambung dan usus. Selain itu, obat ini juga bekerja mengurangi sinyal saraf yang memicu perut untuk muntah.  Obat ini juga bekerja dengan menurunkan kontraksi usus dengan menghambat aktivitas saraf parasimpatis.

Merek Dagang

Berikut adalah berbagai merek obat yang memiliki kandungan scopolamine:

  • Buscopan
  • Buscopan Plus
  • Buscotica
  • Dormi
  • Dormi Compositum
  • Gitas
  • Gitas Plus
  • Hiopar
  • Hyomida
  • Hyomida Plus
  • Hyoscine N-Buthylbromide
  • Hyscopan
  • Parios
  • Procolic
  • Scopamin
  • Scopamin Plus
  • Scopma
  • Scopma Plus
  • Sercopan
  • Spashi
  • Spashi Plus
  • Spaslic
  • Spasmacine
  • Spasmid
  • Spasmid Plus
  • Spasmolit
  • Stomica
  • Stomica Plus
  • Truscine
  • Unthecol
  • Vellios

Fungsi Scopolamine

Manfaat obat ini secara umum adalah mengatasi kram perut, mual, dan muntah pada beberapa kondisi. Berikut adalah beberapa kondisi di mana obat ini digunakan:

  • Mengatasi mual pada mabuk perjalanan
  • Mengatasi mual pascaoperasi
  • Kram/spasme saluran pencernaan
  • Pengobatan paliatif apa penyakit Parkinson

Peringatan dan Perhatian Scopolamine

Scopolamine termasuk ke dalam jenis obat keras yang hanya dapat didapatkan melalui resep dokter. Gunakan obat sesuai dengan instruksi dokter untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat ini:

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan kondisi seperti penyakit jantung, takikardia, penyakit arteri koroner, tukak lambung, GERD, kolitis ulseratif, hipertensi, hipertiroidisme, diare, dan demam.
  • Obat ini masuk kategori C penggunaan pada ibu hamil, artinya obat ini hanya bisa digunakan apabila manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan efek samping yang mungkin terjadi.
  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang dalam masa menyusui.

Kontraindikasi Scopolamine

Selain kelompok orang yang harus hati-hati dalam menggunakan obat ini, terdapat juga beberapa kondisi di mana sebaiknya obat ini dihindari karena ditakutkan dapat memperburuk kondisi tersebut. Kondisi tersebut termasuk:

  • Hipersensitif terhadap komponen yang terkandung dalam obat ini
  • Neuropati otonom
  • Obstruksi saluran pencernaan
  • Glaukoma
  • Uropati obstruktif
  • Penyakit saluran napas reaktif
  • Myasthenia gravis
  • Diare akibat infeksi

Interaksi Obat Scopolamine

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah interaksi obat yang mungkin terjadi ketika scopolamine digunakan bersama dengan obat lain:

  • Menurunnya penyerapan obat oral karena penurunan motilitas lambung dan penundaan pengosongan lambung.
  • Peningkatan efek sedatif ketika digunakan bersama dengan depresan SSP lain (sistem saraf pusat).
  • Efek obat dapat meningkatkan bila digunakan dengan obat lain dengan sifat antikolinergik seperti antihistamin, amantadine, dll.

Daftar interaksi obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Efek Samping Scopolamine

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul:

  • Takikardia
  • Hipotensi
  • Peningkatan tekanan intraokuler
  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Halusinasi visual
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri mata
  • Kejang
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gangguan keseimbangan
  • Ataksia
  • Halusinasi
  • Psikosis
  • Agitasi
  • Bicara tidak jelas
  • Kelelahan
  • Migraine
  • Gelisah
  • Bradikardia
  • Mual
  • Muntah
  • Hipersalivasi
  • Diare
  • Mulut kering
  • Kram perut
  • Konstipasi
  • Ulserasi esofagus
  • Hiperpireksia
  • Midriasis
  • Pruritus mata
  • Cycloplegia
  • Lemah otot
  • Retensi urine
  • Dysuria
  • Kulit kering
  • Ruam
  • Berkeringat
  • Eritema
  • Pruritus
  • Reaksi alergi/anafilaksis

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Scopolamine

Obat ini hadir dalam beberapa sediaan mulai dari sediaan tablet, kaplet, dan cairan injeksi. Berikut adalah dosis yang lazim diberikan:

1. Dosis Oral

Dosis untuk kejang saluran pencernaan:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, 20 mg, 4 kali sehari.
  • Anak usia 6-11 tahun: sebagai hyoscine butylbromide, 10 mg, 3 kali sehari.

Dosis untuk mencegah mabuk perjalanan:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, dosis awal 0,15 mg pada 20-30 menit sebelum perjalanan, ulangi setiap 6 jam bila perlu. Dosis maksimalnya 3x dalam 24 jam atau 0,9 mg per hari.
  • Anak usia di atas 10 tahun: sebagai hyoscine butylbromide, 0,15-0,3 mg, ulangi setiap 6 jam bila perlu. Maksimum 0,9 mg per hari.
  • Anak usia 4-10 tahun: 0,075-0,15 mg, ulangi tiap 6 jam. Dosis maksimum 0,45 mg per hari.
  • Anak usia 3-4 tahun: 0,075 mg, diulang satu kali bila perlu. Dosis maksimum 0,15 mg per hari.

Dosis untuk sindrom iritasi usus:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, dosis awal 10 mg, diberikan 3 kali sehari. Dosis dapat meningkat menjadi 20 mg 4 kali sehari jika diperlukan.
  • Anak usia 6-11 tahun: sebagai hyoscine butylbromide, 10 mg, 3 kali sehari.

2. Dosis Injeksi

Dosis untuk mabuk perjalanan, mual dan muntah, vertigo:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, 0,2 mg sebagai dosis tunggal, diberikan melalui intramuskular atau subcutaneous injection, dapat juga diberikan melalui intravena bila perlu.
  • Anak: sebagai hyoscine butylbromide, 0,0006 mg/kg berat badan, diberikan melalui intramuskular atau subcutaneous injection.

Dosis untuk kejang saluran pencernaan:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, 20 mg melalui intravena lambat atau injeksi intramuskular, dapat diulangi setelah 30 menit jika diperlukan. Dosis maksimumnya adalah 100 mg per hari.

Dosis sebagai obat pra operasi:

  • Dewasa: sebagai hyoscine butylbromide, 0,2-0,6 mg diberikan melalui intravena, intramuscular, atau subcutaneous injection. Diberikan 30-60 menit sebelum induksi anestesi.
  • Anak-anak: sebagai hyoscine butylbromide, 0,015 mg/kg berat badan. Diberikan 30-60 menit sebelum induksi anestesi.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Scopolamine

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaannya yang benar:

  • Gunakan obat sesuai dengan sediaannya.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan kemasan atau sesuai petunjuk dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Scopolamine

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

 

  1. Anonim. Scopolamine Drug Interactions. https://www.drugs.com/drug-interactions/scopolamine.html. (Diakses 7 Juni 2020).
  2. Anonim. Hyoscine. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hyoscine/. (Diakses 7 Juni 2020).
  3. BPOM PIONAS. HIOSIN HIDROBROMIDA (SKOPOLAMIN HIDROBROMIDA). http://pionas.pom.go.id/monografi/hiosin-hidrobromida-skopolamin-hidrobromida. (Diakses 7 Juni 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi